Tafakur dan Meditasi Perspektif Psikologi Islam: Teori dan Praktek
 
Mulai Selasa, 28 Juli 2009. Pukul 10.00-12.00
Biaya: Perpaket/6 Sesi (Rp. 350.000,-) & Perdatang (60
ribu)
Kelas ini baru akan dimulai dengan peserta minimum 15
orang.
Aula PARAMADINA: Pondok Indah Plaza I, kav. UA
20-21. telp 021 750 1969
 
Nara Sumber:
·        Dr. Khalid Al-Walid (Dosen Tasawuf
ICAS dan UIN Bandung)
·        Dra. Rani Anggraeni Dewi, M.A (Dosen Psikologi Agama, Univ. Paramadina 
dan Praktisi
Meditasi)
 
Materi:
1.      Tafakur
dalam Al-Quran
2.      Tafakur
Menurut Psikologi Modern
3.      Tafakur
dan Kesufian
4.      Tafakur
dan Meditasi Transendental
5.      Tafakur: Ilmu Eksperimental dan Ilmu Agama
6.      Laboratorium
Tafakur
 
Ibadah yang pertama kali diserukan Rasulullah
kepada para pengikutnya ialah berpikir dan bertafakur dengan tenang dan penuh 
keikhlasan sesuai dengan
kadar dan tingkatan akal mereka. Seorang tokoh tradisi Islam klasik, Ibnu Abbas
mengatakan: “Bertafakur satu jam lebih baik daripada bangun (shalat) satu
malam”. Bahkan ada yang mengatakan, “Bertafakur satu jam lebih baik
daripada beribadah satu tahun”.
 
Tafakur
merupakan ibadah yang bebas, lepas, tak terikat belenggu apapun, baik ruang
maupun waktu tanpa memandang apakah objek tafakur itu perkara ghaib atau lahir. 
Pengalaman tafakur
yang dahsyat dalam sejarah umat Islam telah banyak dilakukan oleh para filsuf
Islam yang kemudian membawa Islam pada zaman keemasan. Mereka mampu membangun
peradaban yang agung di atas fondasi ilmu dan iman. Sebut saja misalnya: Ibnu
Sina, Ibnu Qayyim, dan Al-Ghazali. 
 
Bagi para
sufi tafakur merupakan sarana berdialog dengan Allah SWT. Oleh karenanya
tafakur dikenal sebagai tradisi yang sangat kental di dunia Tasawuf.
 
Di dunia
Barat berkembang pesat meditasi transendental yang dikenal dalam tradisi
agama-agama Timur (non-Islam), yakni Buddha, Hindu, dan Zen. Mereka menyadari
bahwa diperlukan suatu metode yang berbeda, yang tak biasa yang bukanlah
semata-mata proses indrawi untuk mengakses dunia di luar sana yang untouchable 
dan unseen.
Namun secara intuitif dapat dirasakan “pancarannya” yang memberikan “signal”
akan ilmu-Nya Yang Maha Luas Tak Terbatas, terhampar begitu indahnya tak
terungkapkan dengan kata-kata. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi,
dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang
yang berakal”. (Q.S 3: 190-191).
 
Kajian ini
diselenggarakan untuk mengajak Anda membiasakan diri bertafakur dengan metode
yang praktis dan holistik melalui latihan bersama dan selanjutnya dapat
dilakukan sendiri di rumah ataupun di mana saja Anda berada. Melalui pembiasaan
tafakur diharapkan Anda akan memiliki intuisi yang lebih tajam dalam memaknai
“hakikat diri” dan kehidupan ini.
 
Contact person: Rahmat Hidayat, 0815 9700 178, 0811 902 581 /A.    Rifki, 0852 
1613 3584


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke