Selamat membaca semoga dapat dijadikan kesiapan diri dan pemicu untuk
beribadah yang lebih baik .

 

 

 

 

Puasa Membentuk Pribadi

Puasa Membentuk Pribadi

 

Ada tiga unsur yang melengkapi diri kita sehingga kita dapat hidup sebagai
pribadi. Ketiga unsur itu menentukan hidup dan kehidupan kita lebih lanjut.
Ketiganya adalah hati, otak (akal), dan jasmani. Otak mampu menciptakan
konsep-konsep atau keinginan-keinginan untuk mencapai sesuatu. Otak juga
dapat menciptakan hal-hal yang baru sama sekali, seperti produk-produk iptek
(barang-barng elektronik canggih, bahkan bom/peralatan nuklir). Sedangkan
hati menyaring apa yang patut atau tidak patut dikerjakan. Kalau hati
seseorang baik (bersih) tentu dapat memberi arah apa yang seyogianya otak
ciptakan. Tetapi kalau hatinya tidak bersih (hitam), maka dapat saja otak
tersebut bekerja semaunya, menciptakan apa saja yang tidak dikehendakinya,
tidak peduli apakah baik atau tidak, apakah akan membinasakan atau
menyelamatkan umat manusia. Jelas orang yang seperti ini berbahaya, karena
dapat ia lakukan hal-hal seperti dikemukakan tadi. Yang pokok, keinginannya
tercapai.

Sementara peran jasmani adalah melaksanakan apa yang telah dikehendaki oleh
otak dan hati. Ia bekerja, kalau sudah ada perintah dari otak dan hati.
Jasmani tidak berpikir, ia hanya bekerja setelah menerima petunjuk. Yang
pokok, jasmani perlu dirawat dan dilatih agar senantiasa berada dalam
keadaan sehat sehingga dapat berfungsi. Bahkan unsur jasmani ini turut
menentukan, karena meskipun otak dan hati telah melahirkan suatu gagasan
yang cukup ideal, namun tidak akan dapat direalisasikan apabila jasmani
tidak berdaya.

Di sinilah betapa besar peran ibadah puasa dalam pembentukan pribadi.
Perannya ialah berusaha menyehatkan ketiga unsur tadi sekaligus. Ia
membersihkan hati melalui peningkatan ibadah (di samping berpuasa, juga
salat, termasuk salat tarawih, dan berlatih diri menahan hawa nafsu yang
cenderung ke perbuatan-perbuatan tercela) yang akhirnya berpengaruh pula
pada cara berpikir. Orang yang beriman (bertakwa) dan yang bersih hatinya,
biasanya pemikirannya pun jernih dan selalu berusaha menghindari perbuatan
maksiat.

Sedangkan orang yang berpuasa, akan terawat (terpelihara) kesehatannya,
karena sesuai dengan keterangan para dokter, puasa dapat menyembuhkan,
setidak-tidaknya mengurangi penyakit tekanan darah tinggi, jantung, lambung,
dan lain-lain. Jadi, puasa sekaligus berusaha menyehatkan rohani, pemikiran
dan jasmani sehingga gagasan-gagasan yang diciptakan oleh orang yang
berpuasa selalu jernih dan selalu pula memperhatikan kepentingan umat (orang
banyak). Oleh karena itu, puasa sangat bermanfaat bagi para pemimpin

Wassalam,

 

Salam Penuh Syukur

Emma Juragan Training

www.ihyaanco.com

 

 

 


.
===============================================
The content of this message may contain the private views and opinions of
the sender and does not constitute a formal view and/or opinion of the
company unless specifically stated.

The contents of this email and any attachments may contain confidential
and/or proprietary information, and is intended only for the person/entity
to whom it was originally addressed. Any dissemination, distribution or
copying of this communication is strictly prohibited.

If you have received this email in error please notify the sender
immediately by return e-mail and delete this message and any attachments
from your system.

Please refer to http://www.newmont.com/en/disclaimer for other language
versions of this disclaimer.
================================================



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke