Artikel: Apa Yang Akan Terjadi Setelah Ini?
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Ada kalanya kita berharap untuk bisa mengetahui apa yang akan terjadi dimasa
mendatang. Namun, bahkan seorang peramal terbaikpun tidak benar-benar tahu apa
yang akan terjadi esok. Yang bisa kita ketahui hanyalah sederetan kemungkinan.
Alasan mengapa semua itu disebut kemungkinan adalah karena hal itu mungkin
terjadi, mungkin juga tidak.
Ada sebuah kisah tentang seorang karyawan yang bekerja lembur hingga larut
malam dikantornya. Tiba-tiba, ada pesan aneh dilayar monitor komputernya.
Sebelum mengklik pesan itu, sempat terlintas dipikirannya;”jangan-jangan pesan
aneh ini mengandung virus....” Tetapi, tampilan yang menarik mengalahkan
kewaspadaannya. ”Ah, mumpung tidak ada orang lain dikantor,” pikirnya. Tetapi,
begitu dia meng-klik pop-up itu, serta merta saja isi komputernya diacak-acak
virus. Dan karena komputernya terhubung ke jaringan kantor, maka seluruh sistem
dikantornya terinfeksi. Setelah semua kekacauan itu, dilayar komputernya muncul
sebuah gambar mahluk bertanduk merah dan berekor tombak, yang berkata; ”Now,
explain this to your boss!!!”
Rupanya, hidup kita juga kurang lebih demikian. Kita tidak sungguh-sungguh tahu
apa yang akan terjadi sepersekian detik setelah ’saat ini’. Sehingga ketika
menjalani hidup, sesungguhnya kita dihadapkan pada banyak kemungkinan. Mungkin
hidup kita menjadi lebih baik, atau sebaliknya menjadi lebih buruk. Lantas,
bagaimana kita bisa tahu semua itu? Karena sejatinya kita semua ingin agar hari
esok kita senantiasa lebih baik dari hari ini. Tetapi, seperti pesan pop-up
dilayar komputer itu; kita tidak tahu apa yang tersembunyi dibalik setiap
peristiwa, setelah kita meng-klik-nya.
Setiap pakar internet berbagi sebuah gagasan yang sama. Gagasan itu
berbunyi;”Hanya link atau lampiran yang datang dari sumber terpercaya saja yang
patut dibuka.” Dengan value ini, para pakar internet etis bersedia saling
memberi komitment untuk tidak secara sengaja mengirim link yang berbahaya. Oleh
karena itu, ketika kita mendapatkan pesan dari teman kita, kita percaya bahwa
itu baik adanya. Sehingga, setiap kali kita mendapatkan pesan dari teman
terpercaya, kita tidak memiliki sedikitpun keraguan untuk membukanya. Dan
dengan cara itu, kita bisa saling menjaga.
Kelihatannya, prinsip itu berlaku juga dengan hidup kita. Kita akan baik-baik
saja jika tetap konsisten untuk hanya meng-klik link-link yang datangnya dari
sumber-sumber terpercaya. Namun demikian, kita semua percaya bahwa segala
sesuatu yang mutlak bukanlah milik para manusia, sehebat apapun dirinya. Sebab
satu-satunya pemilik kemutlakan adalah dzat yang maha mutlak sendiri.
Sehingga, sejatinya kita memiliki keyakinan yang lebih tinggi untuk mengklik
link yang dikirimkan oleh Tuhan kepada kita. Tanpa harus mengkhawatirkan kemana
link ini akan membawa hidup kita. Bahkan sekalipun kelihatannya itu menuju
sebuah jalan yang berliku.
Bayangkan jika kita bisa menerima apapun yang Tuhan mau kita ’klik’ dalam
komputer kehidupan kita. Kita pasrah saja kepada apa maunya Dia. Kita terima
saja apa yang Dia mau kita terima. Mungkin kita bisa terbebas dari keluh kesah
ini. Mungkin kita bisa merdeka dari risau ini. Mungkin kita bisa keluar dari
ragu ini. Sebab, kita percaya bahwa semua yang datang darinya pastilah hanya
kebaikan saja. Sehingga, ketika Dia mengirimi kita dengan rona-rona indah
kehidupan, kita tidak terlena untuk berbalik lupa kepadaNya. Sebaliknya, ketika
Dia menguji kita dengan awan dan halilintar yang mendebarkan, kita tidak
terlampau takut untuk menjalaninya.
Dia adalah yang terpercaya. Sehingga kita percaya bahwa apapun yang Dia
pilihkan untuk kita, adalah yang terbaik bagi kita. Yang perlu kita lakukan
untuk menyambut kepercayaan itu adalah; mengklik isyarat link nya dengan
sepenuh hati dan segenap potensi. Sebab, jika kita menjalani semuanya dengan
seluruh potensi diri dan daya hidup yang kita miliki, maka kita mempunyai
kesempatan untuk bersiap diri menghadapi segala kemungkinan yang Dia hamparkan
dimasa depan. Dan kita, bisa menghadapinya tanpa keraguan. Jika gagal
sekalipun, mungkin kita bisa memperbaikinya lain kali.
Pertanyaannya adalah;”Bagaimana kita bisa tahu bahwa kita bisa menjalani semua
keputusanNya?” Kita tahu karena kita percaya bahwa Dia menciptakan kita dengan
penuh perhitungan. Dia tahu bahan baku untuk membuat kita. Karakteristiknya,
dan batas kekuatannya. Karenanya, Dia tahu sampai dimana kita bisa menerima
tempaan dariNya. Dia sudah memperhitungkan beban seperti apa yang bisa kita
terima. Sehingga, Dia hanya akan membebani kita sesuai dengan kemampuan kita.
Tantangannya adalah; sudahkah kita menggunakan seluruh daya hidup yang kita
miliki untuk menjalaninya?
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator
http://www.dadangkadarusman.com/
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta
Catatan Kaki:
Kadang kita meragukan kebenaran bahwa Tuhan hanya memberi cobaan sesuai dengan
kemampuan kita. Padahal, kita tidak bisa memastikan apakah kita sudah
menggunakan seluruh kemampuan kita untuk menjalaninya atau tidak.
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul
”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara
GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan
perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo
atau gmail) lalu kirim ke [email protected]
[Non-text portions of this message have been removed]