Makna Ikhlas

By: agussyafii

Sore hari udara segar berhembus, seorang pemuda telah menunaikan sholat Ashar 
di masjid Al-Hikmah. Pandangannya menyapu jalanan. Tidak banyak orang berlalu 
lalang di jalan. Terlihat kakek sedang beristirahat keletihan. Sepeda dengan 
sekarung besar rumput tergeletak disebelahnya. Wajahnya terlihat hitam terbakar 
oleh matahari. Seharian kakek mencari rumput untuk makang kambingnya. Beberapa 
kali kakek itu mendirikan sepeda tuanya tetapi terjatuh. Tak kuasa tubuhnya 
rapuh menahan beban berat. Wajah kakek meringis menahan kesakitan, mengiba 
seperti hendak minta pertolongan.

Melihat pemandangan seperti itu, pemuda yang dari tadi memperhatikan merasa 
terpanggil. Segera berlari menolong sang kakek, dengan sekuat tenaga dia 
mendirikan sepeda tuanya. Sekarung rumput diikatkan dibelakangnya. Setelah 
sepeda berdiri pemuda itu menuntunnya. Bercucuran keringat dipelipisnya. 
Tergopoh-gopoh pemuda membantu kakek menaiki sepedanya.  Semangatnya berbuat 
baik telah mengalahkan semua keletihan yang dirasakan. Awalnya dia mengira  
akan melihat kakek tua itu tersenyum dan mengucapkan 'terima kasih ya nak..'  
Ternyata setengah merebut sepeda, kakek itu mengucapkan kata-kata yang tidak 
enak didengar telinga. Wajahnya bermuka masam tak sedap untuk dipandang.

Pemuda itu terperanjat melihat sikap sang kakek, berkali-kali dirinya 
beristighfar. Wajahnya terlihat memerah, berdiri mematung. Sikap kakek yang 
kasar telah membuatnya syok, kaget dan terkejut. 'Apakah ada yang salah dari 
perbuatan saya?' tanya pemuda itu dalam hati. pemuda itu membisu dan bersedih 
menyaksikan kakek yang pergi meninggalkan dirinnya dengan berlalu begitu saja. 
Pemuda itu mencari makna. 'barangkali inilah makna ikhlas,' ucapnya lirih. 

Dengan langkah gontai menuju Rumah Amalia. Sesampainya di Rumah Amalia, pemuda 
itu bercerita pada saya, apa saja yang telah dialaminya. Saya katakan padanya, 
Dalam Surat At-Thuur ayat 21, Alloh SWT berfirman, '..dan Kami tidak mengurangi 
sedikitpun dari pahala amal mereka, Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang 
dikerjakannya.' 

'Jadi jangan pernah berharap apapun atau balasan dari perbuatan baik yang telah 
kita lakukan. Walaupun sekedar ucapan terima kasih maupun senyuman dari orang 
yang telah kita tolong. Lakukanlah semata-mata karena Alloh SWT itulah makna 
ikhlas.' tutur saya padanya. 

Malam temaram telah menyelemuti. Hatinya melihat secercah mutiara hikmah yang 
ditemukan pada hari ini. Wajahnya berhiaskan senyum. 'Subhanallah..'Ucapnya 
berkali-kali. Mutiara hikmah bukan hanya ditemukan untuk pemuda itu saja namun 
juga buat saya. Makna ikhlas begitu teramat dalam. Sebuah perbuatan baik yang 
kita lakukan tidaklah berharap untuk mendapatkan pujian atau balasan dari orang 
lain sekalipun perbuatan baik itu kita lakukan kepada pasangan hidup kita dan 
juga anak kita sendiri sekalipun sebab Alloh SWT memuliakan kita dari perbuatan 
baik yang telah kita lakukan.

--
Dalam Surat At-Thuur ayat 21, Alloh SWT berfirman, '..dan Kami tidak mengurangi 
sedikitpun dari pahala amal mereka, Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang 
dikerjakannya.' 

Wassalam,
agussyafii

--
Mari tebarkan cinta kasih dan kebaikan untuk sesama, 'Berbuat baiklah karena 
Sesungguhnya Alloh mencintai orang-orang yang berbuat baik (QS, al-Baqarah: 
195). Dalam Rangka kampanye, 'Cinta Amalia' Kirimkan dukungan dan komentar anda 
di http://agussyafii.blogspot.com atau http://www.facebook.com/agussyafii atau 
sms di 087 8777 12 431



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke