Ketika Api Cinta Meredup

By: agussyafii

Siang panas terik saya menerima sms teman mengajak ngopi bareng di Citos. 
Bertemu teman-teman lama ngomongin banyak hal menjadi obat rindu. Perkembangan 
dunia politik sampai dunia pendidikan yang memprihatinkan juga menjadi bagian 
perbincangan yang menarik buat kami. Topik pembicaraan menjadi serius ketika 
salah seorang teman sempat bertanya, 'sebelum menikah, dipelupuk mata saya, 
wajah yang tercantik adalah istri saya, kenapa tiba-tiba sekarang berubah ya 
mas?' Mendengar apa yang dikatakannya tanpa sabar kami tertawa. 'Wah, yang 
berubah istrimu atau dirimu..Bud,' Jawab saya.

Andi, diantara kami bertiga, dialah yang paling muda. Wajahnya bersih, 
berkacamata berkata jujur kepada kami. 'Mas, entah kenapa saya suka berjalan 
bareng dengan teman perempuan sekantor.  Hanya teman untuk curhat mas. Sejak 
istriku melahirkan, kami jarang berjalan berdua bahkan ngobrol bareng.' 
tuturnya. Saya katakan padanya, hal itu tidak boleh diteruskan, sekalipun itu 
hanya ngobrol bareng. Bila cinta keluarga meredup harus dicarikan solusinya.

Meredupnya api cinta didalam diri kita berarti 'warning' yang harus disikapi 
secara serius. Tanda-tanda keterakan biduk rumah tangga tidaklah boleh 
dibiarkan.  Menjaga api asmara untuk keluarga yang kita sayangi memanglah tidak 
mudah namun juga bukanlah sesuatu yang tidak mungkin. Paling tidak ada tiga hal 
yang harus dijaga, pertama, gairah. Kedua, keharmonisan. dan ketiga, komitmen. 
Upaya mempertahankan ketiga hal ini menjadi penting dan juga kemampuan untuk 
menjaga dan merawatnya.

Pertama, Di dalam keluarga membiasakan diri untuk sholat berjamaah. Ada satu 
hadis Nabi yang menyebutkan bahwa Alloh merahmati istri yang membangunkan 
suaminya untuk sholat malam. Jika tidak mau maka istrinya memercikkan air 
diwajah suaminya hingga terbangun.  Bahkan kebiasaan Baginda Nabi Muhamad SAW 
mengajak keluarganya untuk melaksanakan sholat malam. Makna dari ibadah sholat 
malam berjamaah adalah mencairkan kondisi di dalam keluarga. Seusai sholat 
alangkah indahnya suami meminta maaf kepada istri tercintanya. atau sebaliknya. 
Disaat meminta maaf, ungkapkan dengan setulus hati apa yang telah membuat anda 
kecewa terhadap pasangan hidup anda dan diakhiri dengan berdoa memohon petunjuk 
Alloh SWT.

Kedua, Ekspresikan perasaan kita dalam ucapan maupun tindakan. Ada seorang 
sahabat Nabi begitu mencintai istrinya. Baginda Nabi memerintahkan untuk 
menyatakan secara lisan kepada pasangan hidupnya (HR. Daud & Tirmidzi), dan 
menurut riwayatnya, Nabi juga terbiasa dengan istrinya dengan mengucapkan 'aku 
cinta padamu.' didalam kesehariannya atau memanggil panggilan kesayangan. 
Panggilan kesayangan akan membuat emosi terjaga. Rasulullah menyapa orang-orang 
yang disayanginya dengan panggilan sayang. 'Seperti memanggil Aisyah dengan 
sebutan Humairah (kemerahan).

Ketiga, Bertutur lembut. Suara mengekspresikan perasaan. Bila memang maksudnya 
baik terlontar dengan nada lembut akan mudah dicerna sebagai wujud kasih 
sayang. Interaksi yang positif didalam keluarga mampu meningkatkan kekebalan 
tubuh dan mengurangi resiko penyakit jantung maupun kolesterol dengan menjaga 
hormon stress tetap rendah. Kata-kata yang lembut dan perasaan hangat dapat 
menjaga pernikahan agar tetap sehat. Dalam sebuah riset kesehatan dampak tutur 
kata mempengaruhi cortisol pada pasangan suami istri. tetapi perempuan sangat 
sensitif dengan kata-kata negatif. Cortisol adalah hormon berkaitan dengan 
stress. Kadar Hormon akan meningkat bila stress terjadi maka bertutur kata yang 
lembut akan mempererat tali cinta dalam keluarga.

Keempat, bagian yang juga tak kalah pentingnya yaitu perbanyaklah sholat malam 
dan berdoa. hanya Allohlah yang memberkahi sebuah keluarga dengan sakinah, 
mawaddah, warahmah di dalam diri kita. Oleh sebab itu untuk melanggengkan 
cinta, tentram dan rahmah di dalam rumah tangga kita adalah dengan sholat dan 
memohon kepadaNya. Bacalah doa yang diajarkan oleh Baginda Nabi Muhamad SAW 
setiap selesai sholat fardhu,

'Robbana hablana min azwajina wa durriyatina qurrota a'yun wa jangalna lil 
muttaqinaa imaman' (Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kami pasangan hidup dan 
keturunan yang menyenangkan hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin orang-orang 
yang bertaqwa).

Dan yang terakhir, ada satu doa yang dipanjatkan mudah2an anda masih ingat 
ketika waktu menjadi pengantin baru. Semoga doa ini menjadikan keberkahan buat 
keluarga kita semua yang membaca doa ini, amin.

'Ya Alloh, berkahilah kedua mempelai ini. Satukan mereka berdua dalam kebaikan 
dunia akherat. Jadikan kehidupan mereka berdua baik dan bahagia. kehidupan 
penuh kasih sayang. Kehidupan Mawaddah wa Rahmah.  Kehidupan yang tenang dan 
sejahtera. kehidupan yang penuh nikmat dan sejahtera. Ya Alloh, jadikanlah 
mereka berdua termasuk hamba-hambaMua yang mukmin, sholeh, muttaqin, yang 
berguna bagi Umat Islam dan Kaum Muslimin. Ya Alloh, curahkanlah rahmatMu untuk 
Baginda Nabi Muhamad SAW, keluarganya dan para sahabatnya. Amin Ya Robbal 
Alamin.

Wassalam,
agussyafii

---
Yuk,Berbagi Nikmat Qurban bersama anak-anak Amalia. Dalam program kegiatan 
'Qurban Untuk Amalia (QUA) pada hari Ahad, 29 November 2009 di Rumah Amalia. 
Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://agussyafii.blogspot.com atau 
http://www.facebook.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431












      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke