BANGKITLAH KAUM MUDA ... RAIH PRESTASI 
Kisah HIDUP M. Zainul Majdi, 36 Tahun Sudah Menjadi Gubernur Di INDONESIA
by : lieagneshendra on 28-10-2008
 
Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru 
Umur M. Zainul Majdi baru 36 tahun. Tapi, karena kiprah dan pengaruhnya di 
masyarakat, dia akhirnya terpilih menjadi gubernur NTB (Nusa Tenggara Barat). 
Pada 17 September lalu, dia dilantik Mendagri. Mungkin, dialah gubernur termuda 
di Indonesia saat ini.
—
Zainul Majdi lahir di Pancor, Lombok Timur, pada 31 Mei 1972. Ketika pilgub di 
NTB, dia berpasangan dengan Badrul Munir, kelahiran Sumbawa 11 Agustus 1954.
 
Nama Majdi mulai populer di kalangan masyarakat NTB ketika dia kembali ke 
daerahnya setelah menempuh program magister Jurusan Tafsir Hadis dan Ilmu 
Alquran Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, pada 1999.
Majdi yang lebih populer dengan nama Tuan Guru Bajang itu lantas masuk ke dunia 
politik. Pada Pemilu 2004, dia berhasil melenggang ke kursi DPR RI melalui 
Partai Bulan Bintang (PBB).
 
Majdi populer di mata masyarakat NTB, salah satunya, karena dia merupakan cucu 
ulama paling karismatis di Lombok, Almagfurullah Syekh TGKH Zainuddin Abdul 
Majid atau yang dikenal dengan sebutan Tuan Guru Pancor.
 
Setelah kakeknya meninggal dunia pada 1997, Majdi diangkat sebagai ketua 
Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PB NW), organisasi massa Islam 
terbesar di NTB yang didirikan Tuan Guru Pancor.
 
Di bawah kepemimpinan Majdi, NW tumbuh dengan pesat. Tidak kurang dari 700 
lembaga pendidikan dan sosial berada di bawah naungan organisasi itu. 
Lembaga-lembaga tersebut tidak hanya tersebar di NTB. Di beberapa daerah lain 
di Indonesia pun ada. Misalnya, DKI, Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan 
Barat (Kalbar), Sulawesi Selatan (Sulsel), Bali, hingga Kepulauan Batam.
 
Sosok Majdi yang seorang ulama memberikan warna tersendiri dalam jajaran 
birokrasi di Pemprov NTB di awal masa kepemimpinannya. Gebrakan pertama yang 
dia lakukan, memperbaiki moral birokrat dengan menerapkan kegiatan imtaq (iman 
dan taqwa) ketika Jumat.
 
Selain itu, setiap duhur, Majdi mengimami sendiri jamaah di masjid lingkungan 
Pemprov NTB. Majdi juga memiliki komitmen yang kuat dalam memberantas korupsi. 
Bahkan, dia menyatakan, pemberantasan korupsi, khususnya di jajaran birokrasi, 
merupakan program prioritas di masa kepemimpinannya. Komitmen itu tidak 
terbatas hanya dalam ucapan. Majdi membuktikannya dengan sejumlah gerakan 
konkret. Salah satunya, memfasilitasi penandatanganan MoU (nota kesepahaman) 
antikorupsi antara BPKP Perwakilan Denpasar, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, dan 
Polda NTB.
 
Majdi juga berkomitmen tidak akan melindungi bawahannya yang terlibat kasus 
korupsi. Ini dia buktikan dengan mencopot salah satu pejabatnya, Hj Bq 
Maghdalena dari jabatan kepala Dikes NTB setelah ditetapkan sebagai tersangka 
kasus korupsi.
 
Pencopotan itu dilakukan Majdi pada mutasi eselon II dan III dua pekan lalu. 
Mutasi ini juga menjadi istimewa karena seluruh pejabat yang dilantik 
diwajibkan lebih dulu menandatangani Pakta Integritas. Salah satu isinya, 
kesiapan pejabat itu untuk langsung mengundurkan diri dari jabatannya jika 
namanya dikait-kaitkan dengan kasus korupsi.
 
“Gubernur tidak akan pernah menjadi benteng para koruptor,” tandas Majdi.
 
Di awal masa kepemimpinannya, suami Hj Rabiatul Adawiyah itu juga menunjukkan 
kesederhanaannya. Hal ini terlihat saat Majdi menolak pengadaan mobil dinas 
baru dan lebih memilih menggunakan mobil lama, sisa dua gubernur sebelumnya. 
Dia bahkan hanya mau menerima sebuah mobil Kijang Innova untuk mendukung 
mobilitasnya turun ke kabupaten atau kota di wilayahnya.
 
Di awal masa kepemimpinannya, Majdi membuat gebrakan dengan mengusulkan 
penganggaran dana pendidikan 20 persen dalam APBD tahun 2009.
 
Dengan APBD NTB yang kurang dari Rp 1 triliun, gebrakan ini dinilai banyak 
kalangan terlalu berani. Namun, Majdi bergeming. Untuk mengatasi minimnya 
anggaran di sektor lain, sejumlah anggaran yang tidak perlu akan dipangkas. 
Terutama anggaran pengadaan barang dan jasa untuk menunjang kegiatan aparatur 
pemerintahan. Bahkan Majdi berkomitmen tidak akan ada lagi pengadaan mobil 
dinas baru, kecuali untuk mengganti mobil dinas yang sudah tidak bisa 
dimanfaatkan.
 
~~~~~~~~
 
Jangan berdiam diri ......... teruslah 
Belajar ..... belajar ..... belajar,  berlatih   dan  berkarya  ...... 
meningkatkan kamampuan diri.


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke