Apartemen Lantai 60
 
Ada satu keluarga yang mengontrak rumah dan akhirnya membeli sebuah apartemen 
di lantai 60. Apartemen itu memakan waktu sangat lama dalam pembuatannya. 
Kemudian, tibalah hari yang dinanti. Apartemen dambaan telah jadi dan selesai 
dengan baik. Dengan semangat dan antusias mereka membawa banyak barang-barang 
untuk mengisi apartemen mereka. Mereka membawa surat kabar, pakaian, mainan, 
makanan, kompor, lemari pakaian, tempat tidur, peralatan makan, televisi, alat 
musik, sabun, teropong, dan banyak sekali barang lain.

"Nanti di atas, kita bisa nonton tv, main video game, masak terus makan masakan 
buatan sendiri, bisa bersantai sambil mendengarkan musik, bisa meneropong jauh, 
bersantai, mandi dulu, pokoknya enak deh..." demikian pikir mereka.

Sesampainya mereka di sana , mereka menemui developer. Ternyata, apartemen itu 
baru setengah jadi dan lift belum terpasang. Mereka sangat kecewa dibuatnya. 
Mereka ingin pulang ke rumah lama mereka, tapi kontrak mereka sudah habis. 
Dengan sangat terpaksa, mereka harus tetap naik ke atas sana dan tinggal di 
dalamnya menggunakan tangga darurat. Mereka naik membawa semua barang mereka 
menggunakan tangga darurat. tangga demi tangga dilalui, mereka terus maju 
dengan semangat membara.

Sesampainya mereka di lantai 25 mereka kelelahan, mereka makan dan minum dengan 
lahapnya. Lalu mereka melihat barang-barang mereka, semuanya utuh. Timbul 
sebuah pikiran untuk mengurangi barang bawaan mereka. Lalu mereka memutuskan 
untuk meninggalkan meja telepon dengan teleponnya. "Toh diatas kita tidak perlu 
telepon atau pesan apa-apa," demikian menurut mereka.

Di lantai 30 mereka tinggalkan baju, mainan dan lemari pakaian mereka. "Toh 
kita masih memakai baju."

Lalu mereka terus melaju ke lantai 35, mereka masih mengeluh dan memutuskan 
untuk meninggalkan barang mereka lagi yaitu televisi dan radio serta compo. 
"Soalnya kita tidak perlu nonton tv, toh acara dan lagu-lagu yang kita punya 
itu-itu saja."

Teruslah mereka melaju sampai lantai 45, rasanya masih berat dan tidak 
menyenangkan. Maka mereka tinggalkan kompor dan bahan makanan yang mereka bawa. 
"Toh tadi masih kenyang makan banyak."

Lalu, di lantai 55 teropong dengan tripod yang sangat besar mereka tinggalkan 
begitu saja. "Toh di atas mau lihat apa, belum jadi semua tower yang lain."

Sesampainya di lantai 60, mereka masuk dan menyadari yang mereka miliki hanya 
sebuah kasur. Tidak ada jalan lain, mereka hanya ingin tidur karena tidak ada 
pilihan lain.

---

Mungkin Anda bingung kenapa perumpamaan ini sangat panjang. Perjalanan itu 
melambangkan kehidupan. Tiap lantai yang ada, melambangkan umur. Dan Anda 
adalah keluarga tersebut. Barang-barang tersebut adalah mimpi Anda, 
barang-barang tersebut adalah perlambang tindakan Anda.

Di umur 25 Anda mulai bekerja dan memutuskan untuk fokus pada pekerjaan Anda, 
tanpa sadar Anda telah mengeliminasi banyak sahabat potensial. Di umur 30 Anda 
sudah tidak memperhatikan penampilan dan melupakan hobi Anda akibat sulitnya 
bersaing. Di umur 35 Anda mulai melupakan kesenangan yang Anda dambakan di hari 
tua akibat kenyataan bahwa tabungan Anda tidak mencukupi. Di umur 45 Anda 
berhenti makan makanan yang Anda sukai akibat terlalu banyak mengkonsumsi 
makanan di usia 25 yang mulai berdampak buruk di usia ini.Di umur 55 Anda 
benar-benar melupakan keinginan menikmati hari tua dengan memandang indahnya 
hidup dengan menikmati apa yang Anda lewati, Anda mulai kuatir dengan masa 
depan anak Anda. Di umur 60, Anda menyesal tidak banyak yang Anda dapat akibat 
tidak ada mimpi yang direalisasikan. Anda hanya ingin cepat tidur selamanya, 
karena Anda sudah tidak bisa lagi makan makanan enak, Anda tidak memiliki 
"achievement" yang bisa dibanggakan, Anda tidak
 punya siapapun yang menjadi sahabat Anda, Anda tidak bisa menikmati hobi Anda 
di masa muda, kesehatan badan mengkuatirkan.

Hidup cuma datang sekali. Jadi pastikan, Anda akan berjuang untuk mencapai 
mimpi-mimpi Anda! Jangan lepaskan, tapi usahakan. Jangan sampai kita kehabisan 
pilihan dalam menjalani hidup. 

Dreaming is a freedom, so free your dreams 
 
sumber : Internet
~~~~~~~~


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke