Orang Miskin

By: agussyafii

Di satu daerah kompleks perumahan seorang anak kecil berlarian sambil berteriak 
pada ibunya, 'Mamah..mamah.'  Mamahnya yang sedang sibuk didapur terkejut 
mendengar teriakan anaknya. 'Ada apa, dek?' tanya mamahnya. 

'Kayaknya tetangga kita, rumah sebelah orang miskin deh..mah.'  kata sang anak.

'Ah, masa sih dek?' tanya mamahnya.

'Iya mah..masa karena anaknya menelan uang logam 500 rupiah aja sudah pada 
ribut.' jelas sang anak pada mamahnya.

Begitulah anak-anak berpikir dengan logikanya sendiri. Bila menelan uang 500 
rupiah nilainya kecil maka dianggapnya sebagai orang miskin, mungkin bila yang 
ditelan uang 50.000 rupiah bisa jadi dianggapnya sebagai orang kaya. Namun 
begitulah kita sering kali kita juga menilai diri kita sendiri dan orang lain 
dari jumlah kekayaan yang dimiliki bukan dari kecukupan dan kebersyukuran.

Saya teringat diwaktu masih SMP memahami makna kecukupan dan kebersyukuran 
melalui penjelasan bapak saya. Bapak saya begitu sangat menghormati penjual 
sayur yang dipandang miskin,  saya pernah bertanya padanya kenapa bapak sangat 
menghormatinya. 

Bapak saya mengatakan, 'Apakah dia masih sholat?'

'Masih pak,' jawab saya.

'Pernahkah kita mendengar kabar dia mengambil milik orang lain?' tanya bapak.

'Tidak pak,' jawab saya.

'Pernahkah kita mendengar dia mengeluh karena kemiskinannya?' tanyanya lagi.

'Tidak pernah pak.' jawab saya.

Bapak saya kemudian menjelaskan, jika ada orang miskin yang tidak pernah 
meninggalkan sholatnya, tidak pernah mengambil hak orang lain dan tidak pernah 
mengeluh kepada orang lain karena kemiskinannya maka kita wajib menghormatinya, 
sebab dari merekalah kita bisa belajar tentang kecukupan dan syukur nikmat atas 
semua karuniaNya.

---
'Dan barangsiapa yang akhirat menjadi keinginannya, niscaya Alloh kumpulkan 
baginya urusan(dunia)-nya dan dijadikan kekayaan di dalam hatinya dan 
didatangkan kepadanya dunia bagaimanapun keadaannya.' (HR Ibnu Majah)



Wassalam,
agussyafii

---
Yuk,Berbagi Nikmat Qurban bersama anak-anak Amalia. Dalam program kegiatan 
'Qurban Untuk Amalia (QUA) pada hari Ahad, 29 November 2009 di Rumah Amalia. 
Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://agussyafii.blogspot.com atau 
http://www.facebook.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431
 





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke