> > Yth mas Wuyanano, >>> >> Terima kasih atas sharing pengalamannya. Manfaat bagi saya pribadi dapat mengurangi stress karena mas Wuryanano sudah mengingatkan bahwa kegagalan adalah rangkaian dalam susunan acara menuju "Kesuksesan". Sekali lagi terima kasih banyak dan saya tunggu sharing berikutnya,
Jarot 2009/12/3 Wuryanano Raden <[email protected]> > > > Salaam... > > Sebagai Entrepreneur, tentu saja saya juga pernah mengalami kerugian bahkan > kegagalan dalam berbisnis. Namun hal itu saya anggap sebagai pembelajaran > yang perlu saya bayar mahal, demi meraih sukses di pengembangan > bisnis-bisnis saya selanjutnya... pengalaman memang bisa menjadi guru > terbaik sekaligus termahal... hehehe... Sebagai Mindset Navigator, tentunya > bagi saya tidak ada istilah gagal... melainkan gagal itu adalah > pembelajaran, bukan gagal dalam arti sebenarnya, jadi GAGAL = BELAJAR... > Asalkan jangan hanya BELAJAR TERUS ya... hahaha... > > Oleh karena itulah, saya ingin berbagi dengan Anda mengenai pembelajaran > bisnis ini, dengan tujuan Anda bisa mempersiapkan diri agar tidak mengalami > kegagalan bisnis, seperti yang dulu pernah terjadi pada saya. Bukankah > belajar lewat pengalaman orang lain itu lebih baik dan menguntungkan serta > tidak perlu bayar mahal, bahkan ini saya sajikan secara GRATIS untuk Anda > simak... khususnya bagi Anda pelaku bisnis di skala usaha kecil dan menengah > (UKM). > > Sebagai seorang Business Coach untuk pebisnis skala UKM, sebelumnya saya > ingin me-review beberapa kendala yang bisa menghambat pertumbuhan dan > pengembangan usaha kecil dan menengah ini. Kendala-kendala yang menghambat > itu adalah: > > Senang berproduksi, namun seringkali tidak ada penjualan yang berarti, > akibat tidak paham cara pemasarannya. > Tidak ada produk baru, karena kurangnya ketrampilan dan kreativitas. > Biaya awal berbisnis yang tinggi, karena tidak ada "business plan", punya > prinsip asal jalan, sehingga tidak memperhitungkan biaya. > Keuntungan yang tidak mencukupi, juga akibat tidak ada "business plan", > sehingga bisa salah hitung biaya-biaya terkait bisnisnya. > Lemahnya akses ke pendanaan, sering terjerat suku bunga tinggi karena ulah > rentenir, akibat kurang mau dekat dengan Bank, atau takut berkonsultasi ke > Bank terkait pendanaan. > Salah memperoleh pemasok yang berbiaya tinggi, sehingga biaya produksi > membengkak. > Birokrasi Pemerintah kadang juga berperan menghambat bisnis, dengan > berbagai macam aturan yang menyebabkan biaya tinggi. > > Beberapa kendala tersebut juga punya pengaruh pada perkembangan bisnis, > jika tidak segera diatasi. Disamping kendala-kendala penghambat bisnis itu, > hal-hal yang secara langsung bisa menyebabkan KEGAGALAN BISNIS dan perlu > disikapi dengan benar adalah berikut ini: > > Tidak Ada Perencanaan Bisnis: Ingatlah! Tidak ada sukses tanpa perencanaan. > Segala hal berkaitan dengan bisnis harus direncanakan sebelumnya. Bisnis > tidak bisa hanya karena sekedar termotivasi berbisnis dengan berani setelah > melihat seminar bisnis motivasi. Berbisnis harus memiliki VISI, SASARAN, dan > ARAH bisnis yang telah direncanakan sebelumnya, dan bersifat dinamis. > Kurang Pengalaman: Tidak punya pengetahuan cukup tentang bisnis yang > digeluti, tidak tahu bagaimana dan dimana membeli, menjual, berinteraksi > dengan pelanggan, dlsb. > Tidak Cukup Modal: Tidak cukup uang untuk menjalankan operasional bisnis > sehari-hari. > Persediaan Produk Tidak Terkendali: Terjadi penumpukan hasil produksi, > akibat lemahnya sistem pemasaran, sehingga produk bisa rusak, tidak > up-to-date, dan tidak terjual. > Pemasaran yang Lemah: Tidak mampu pasang iklan, tidak bisa mendistribusikan > produk/jasa secara benar, dan tidak punya tim pemasar dan penjual yang > andal. > Manajemen yang Buruk: Arsip dan catatan bisnis tidak tertata rapi, sering > tidak tercatat, data-data bisnis tidak valid, tidak up-to-date. > Pegawai Tidak Terkendali: Rekrut pegawai yang tidak sesuai kriteria, tidak > ada "Job Description" pegawai serta lemahnya pengawasan pegawai, dan terlalu > banyak mempekerjakan pegawai. > Pengendalian Kredit yang Buruk: Salah memberikan kredit kepada > orang/perusahaan yang tidak tepat, sehingga piutang bisnis makin membengkak > dan sulit tertagih. > Lokasi Usaha Tidak Tepat: Tempat usaha yang terlalu jauh dari fasilitas > transportasi umum, dan tidak cukup permintaan terhadap produk/jasa di > wilayah itu. > Owner Terlalu Cepat Menarik Uang: Pemilik bisnis ada kecenderungan terlalu > cepat mengambil uang keuntungan bisnisnya, sehingga tidak cukup dana untuk > melakukan ekspansi bisnis. Dana yang tersedia sekedar hanya untuk biaya > operasional bisnis. > > Demikian saya sekedar berbagi pengalaman dan pengetahuan, bukan bermaksud > menggurui. Silakan diambil hal-hal yang bermanfaat menurut Anda sendiri. > Lepas dari semuanya itu, berbisnis sendiri tetaplah merupakan hal yang > sangat menyenangkan, karena penuh tantangan, bikin deg-degan, memacu > adrenalin, sehingga membuat hidup menjadi lebih semarak, lebih hidup! Oleh > sebab itu, bisa dikatakan bahwa Entrepreneur memiliki usia yang lebih > panjang, lebih lama hidup, dibandingkan dengan usia rata-rata mereka yang > bukan Entrepreneur... hehehe... Hidup Entrepreneur Indonesia! > > Salam Luar Biasa Prima! > Wuryanano > http://www.swastikaprima.ac.id/ > > SUMBER BACAAN INSPIRASI : > > WURYANANO --- MOTIVATIONAL BLOG > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > -- Jarot Herawanto [Non-text portions of this message have been removed]
