Air Mata Kerinduan

By: agussyafii

Sore itu kedatangan Pak Liem ke Rumah Amalia sudah direncanakan. Kedatangannya 
sengaja untuk menyisihkan rizkinya untuk anak-anak Amalia. Katanya, 
'menyisihkan rizki untuk anak-anak Amalia rasanya rizki saya kian melimpah,' 
Pak Liem dilahirkan dalam keluarga Tionghoa. Pada usia pertengahan waktu 
mudanya pernah didera rasa kegelisahan setiap harinya. 

Pada malam hari seolah ada suara, 'bila hatimu gelisah, sholat aja,' Dia 
bingung sebab tidak tahu bagaimana cara sholat. 'saya nggak tahu bagaimana cara 
sholat' katanya dalam hati. 'Belajarlah! sholat akan membawa ketentraman dalam 
hatimu.' Kata suara itu. Sejak itulah Pak Liem belajar sholat dari orang lain, 
buku tata cara sholat. Berbekal sajadah dan iman didada dia mempersiapkan diri 
untuk menghadapi apapun resiko yang terjadi. Awalnya sebagai seorang muallaf 
dia menerima ujian dan cobaan dalam setahun usaha bangkrut.

Namun semua itu disyukurinya karena dia telah terbiasa meghadapi pasang surut 
dalam dunia usaha sampai akhirnya menikah dan punya anak.  Ujian terhadap 
imannya belum berakhir pada suatu malam dirinya sedang berbaring antara kondisi 
setengah tertidur dan tersadar, dia melihat dirinya sedang sholat diatas 
sajadah di dalam kamarnya. Disaat mengucapkan takbir, entah kenapa air matanya 
mengalir begitu deras. Sebuah air mata kerinduan. Entah kenapa ada rasa rindu 
seperti sedang rindu pada kekasih yang sudah lama dinantinya seolah sebentar 
lagi dirinya hendak bertemu. 'Mungkin itu kerinduan saya kepada Sang Khaliq' 
ucap Pak Liem sore itu.

Setelah peristiwa malam itu, anak saya sakit. Menurut diagnosis dokter ahli 
harus segera dioperasi. Waktunya kemudian ditentukan. Beberapa hari lagi 
dilakukan operasi. Sepenuhnya saya percaya kepada dokter ahli. 'Hal ini ujian 
terberat cinta saya kepada Alloh SWT,' begitu tutur Pak Liem tak dapat 
menyembunyikan kesedihannya. 'Saya berserah diri kepadaNya dan memohon 
kesembuhan bagi putra saya.' lanjutnya.  Operasinya berjalan dengan baik dan 
anaknya Pak Liem bisa kembali dengan keluarga.

'Alloh SWT memang sedang menguji sekaligus melindungi saya,' Tuturnya pada 
saya. Usaha di Kota kembali berjalan. Rukonya bertambah satu lagi. 'Kini hidup 
saya terasa lebih tentram dan tenang.' Kata Pak Liem tanpa ragu. Setelah itu 
Pak Liem meminum teh hangat yang telah disediakan istri saya, dia menghela 
napas panjang. Matanya seolah menerawang angkasa luas. Raut wajahnya nampak 
guratan-guratan cermin dari air mata yang sering mengalir. 'Saya rindu..entah 
kenapa ada kerinduan. Mungkinkah orang seperti saya layak rindu kepadaNya?' 
Begitulah tutur Pak Liem yang senantiasa meneteskan air mata kerinduan kepada 
Sang Khaliq. Subhanallah..

--
Ya Alloh, Ya Tuhanku, Jika aku menyembahMu karena takut pada api neraka, maka 
masukkan aku di dalamnya! Dan jika aku menyembahMu karena ingin surgaMu, maka 
haramkanlah aku daripadanya! Tetapi jika aku menyembahMu karena 
kecintaanku kepadaMu, maka berilah aku kesempatan untuk melihat wajahMu yang 
Maha Besar dan Maha Mulia itu. (Doa Rabiah al-Adawiyah).


Wassalam,
agussyafii

--
Yuk, sambut tahun baru hijriyah bersama anak-anak Amalia. Dalam program 
kegiatan 'Amalia Cinta Muharram (ACM) pada hari Ahad, 20 Desember 2009 di Rumah 
Amalia. Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://agussyafii.blogspot.com 
atau http://www.facebook.com/agussyafii, http://www.twitter.com/agussyafii atau 
sms di 087 8777 12 431









      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke