UNDANGAN
DISKUSI BUKU
"Membela
Kebebasan Beragama: 
Meninjau
Kembali Sekularisme, Liberalisme, Pluralisme"
 
Pembicara: 
Dr. Budhy
Munawar-Rachman (Mantan Dosen Univ. Paramadina)
 
Indonesia merupakan sebuah negara majemuk.Memiliki aneka ragam suku, bangsa, 
budaya, dan agama. “Bhinneka
Tunggal Ika” (berbeda-beda tapi tetap satu), begitulah negara ini 
mendeskripsikan dirinya. Keanekaragaman
itu bisa menjadi berkah maupun musibah sekaligus. 
 
Berkah seandainya keanekaragaman itu dihargai dan menjadi modal untuk
kemajuan negeri ini. Tapi berbuah musibah jika kemajemukan itu diabaikandan 
dicederai. Konflik yang sering terjadi tak lepas
dari pengabaian keanekaragaman tersebut. 
 
Dalam konteks kebebasan beragama, konflik (baik intra
maupun antaragama) itu
biasanya terjadi lantaran satu kelompok menganggap kelompok lain bermasalah,
menyimpang, bahkan sesat.Namun, hal itu tidak akan terjadi jika tak ada 
pemicunya. 
 
Salah satu daya picu yang cukup kuat adalah fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) 
tentang pengharaman
pluralisme, liberalisme, dan sekularisme. Ditambah lagi dengan pendidikan dan
pemahaman masyarakat yang belum matang dalam menghargai keragaman. 
 
Mengembangkan paham dan nilai-nilai pluralisme, liberalisme, dan
sekularismemutlak diperlukan sebagai payung kebebasan beragama. Begitulah
kesimpulan dari buku yang baru-baru ini diterbitkan “Membela Kebebasan
Beragama: Percakapan tentang Sekularisme, Liberalisme, dan Pluralisme” karya
Budhy Munawar-Rachman (Editor).
 
Tentu kita tak akan menemui pendapat seragam dalam
buku itu. Tapi satu hal yang pasti, 70 cendekiawan lintas agama yang
diwawancarai di buku setebal 1808 (dalam dua jilid) itu sepakat bahwa kebebasan
beragama harus diperjuangkan. Ia bukan hanya dijamin oleh hukum, tapi juga
punya dasar yang kuat dalam setiap agama. 
 
Apa saja landasan hukum negara dan doktrin
agama yang bisa dijadikan sandaran kebebasan beragama? Bagaimana pendapat 70
tokoh itu mengenai sekularisme, liberalisme, dan pluralisme? Apa saja tantangan
dan peluangnya ke depan? Adakah perkembangan menarik seputar ini dua tahun
belakangan? Berbagai pertanyaan itu akan diangkat dalam diskusi yang akan
diadakan Yayasan Paramadina, pada:
 
Hari/Tanggal   : Jumat, 29 Januari 2010
Waktu             :
19.00 - 21.00 WIB
Tempat            :
Aula PARAMADINA
             Pondok Indah Plaza I, Kav. UA
20-21. Jl. Metro Pondok Indah, Jakarta 
             (depan RSPI/belakangMc.Donald)
 
NB: Tempat terbatas. Mohon konfirmasi
terlebih dahulu ke Rahmat (0811 902 581/ [email protected]), Rifki (0852
1613 3584/ [email protected]) 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke