Tim Pemekaran DPD RI akan Turun ke Tanah Karo

Jakarta (SIB)
Terkait dengan pemekaran Brastagi sebagai kota, Tim Pemekaran DPD RI
yang dipimpin Lundu Panjaitan SH, tanggal 25 Februari 08 nanti akan
turun ke daerah Sumut, khususnya Kabupaten Karo, untuk bertemu dengan
stack holder setempat, seperti bupati, DPRD dan masyarakat.

Kunjungan ke lapangan ini merupakan salah satu kesimpulan rapat pleno
PAH I DPD RI yang dipimpin H Kaprawi (Ketua Tim Pemekaran DPD RI) hari
Senin (18/2) di gedung DPD RI, Senayan Jakarta.

Selain keempat anggota DPD RI asal Sumut masing-masing Lundu Panjaitan
SH, Drs Yopie Batubara, Dr Ir Nurdin Tampubolon, dan Parlindungan
Purba SH, rapat pleno tersebut juga dihadiri Panitia Pemekaran Kota
Brastagi, yakni Iwan Sembiring SH (ketua), Raja Bana Purba, Putra
Sembiring dan Drs Alexander Bangun MM.

Anggota DPD RI Parlindungan Purba SH sesuai rapat selama tiga jam
lebih itu menyatakan, sesuai dengan pemaparan panitia pemekaran Kota
Brastagi, kini terdapat banyak kemajuan karena semua persyaratan yang
diperlukan telah terpenuhi. Bahkan, Amanat Presiden (Ampres) tentang
pembentukan Kota Brastagi sudah keluar.

Jadi, kata Parlindungan, semua anggota DPD RI asal Sumut mendukung
penuh pembentukan Kota Brastagi, termasuk beberapa anggota DPD RI dari
daerah lain, di antaranya Adnan, NS dari daerah propinsi Nanggroe Aceh
Darussalam (NAD).

Ketua Panitia Pemekaran Kota Brastagi Iwan Sembiring menambahkan,
selain mengucap syukur atas keluarnya Ampres tentang pembentukan Kota
Brastagi, mereka juga menyambut baik rencana Tim Pemekaran DPD RI yang
akan berkunjung ke Tanah karo.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan Pak Bupati, DPRD dan instansi
terkait lainnya untuk menerima kunjungan Tim Pemekaran DPD RI,” kata
Iwan sembari menyebutkan dengan keluarnya Ampres dan adanya dukungan
PAH I DPD RI merupakan pintu gerbang bagi terealisasinya aspirasi
masyarakat tentang pembentukan Kota Brastagi. Sebab, pemekaran ini
sudah lama dinanti-nantikan masyarakat setempat.
Ia mengakui, perjuangan masyarakat untuk pembentukan Kota Brastagi ini
sudah dimulai sejak tahun 2003 lalu, dan baru sekarang ada tanda-tanda
kemajuan yang cukup berarti.

Parlindungan menyebutkan, hasil kunjungan Tim Pemekaran DPD RI ke
Tanah karo, nantinya akan dibawa ke rapat Paripurna DPD RI untuk
kemudian disampaikan ke DPR RI dengan harapan supaya disetujui dan
disahkan menjadi undang-undang.

Sementara itu, anggota DPD RI dari daerah Propinsi NAD Adnan, NS
berpendapat, sekarang ini Brastagi ibarat gadis cantik yang tanpa
perkawinan. Jadi, sambungnya, pemekaran Brastagi sebagai kota atau
daerah otonom baru, merupakan salah satu alat perjuangan untuk
mencapai kesejahteraan dan kemakmuran masyrakat. (J1/o)

Kirim email ke