Pedagang Buah Berastagi Kembali Datangi DPRD Karo   Kabanjahe, (Analisa)   Di 
saat berlangsungnya rapat kerja antara Komisi A dan B DPRD Karo dengan pihak 
eksekutif yang di wakili Asisten I, II, dan III, Dispenda Kabupaten Karo, Dinas 
Koperasi Pemkab Karo dan camat Berastagi, membahas soal tertundanya 
pembanguanan bale-bale pasar Buah Berastagi, Kamis (17/4) dua kubu pedagang 
pasar Buah Berastagi yang berbeda pandangan kembali datangi gedung dewan untuk 
meminta kejelasan dibangunnya atau tidak pasar buah tersebut.   Kedua kubu 
pedagang pasar buah Berastagi yang berbeda pandangan itu tidak sempat 
menyampaikan uneg-unegnya kepada anggota DPRD Karo, karena agenda rapat yang 
digelar Kamis tersebut (red) dewan tidak ada menjadwalkan rapatnya dengan para 
pedagang pasar buah tersebut, sehingga anggota DPRD melalui wakil ketuanya Adil 
Bangun didampingi ketua komisi A Maju Ginting S.Sos, Ketua Komisi B Drs Joy 
Harlim Sinuhaji, Frans Dante Ginting, Sudarto Sitepu menyarankan kepada
 pedagang agar menunggu hasil rapat kerja dewan dengan eksekutif.   Dalam rapat 
kerja legislatif dengan eksekutif yang dipimpin wakil ketua DPRD Karo Adil 
Bangun, dewan menyarankan kepada Pemkab Karo melalui Dinas terkait agar 
melakukan pendekatan kepada dua kubu pedagang buah antara yang menolak dan yang 
menerima atas pembangunan bale-bale paar buah Berastagi, agar permasalahannya 
tidak berlarut-larut, kata Frans dan Sudarto.   Ketika ditanyakan kepada Ketua 
komisi B Drs Joy Harlim Sinuhaji seputar kelangsungan pembangunan bale-bale 
pasar buah Berastagi dengan tegas dia mengatakan tidak akan di bangun, karena 
anggaran yang diusulkan untuk pembangunan pasar buah tersebut sudah dicoret 
atau tidak tertampung di APBD tahun anggaran 2008.   Sebelumnya pedagang pasar 
buah Vina br Sembiring kapada wartawan mengatakan, “Sangat berharap agar pihak 
Pemkab Karo segera melaksanakan pembangunan bale-bale Pasar Buah Berastagi.”   
Karena selama dia berdagang di tempat penampungan
 sementara (TPS) buah dagangannya tidak laku lagi, karena para konsumen yang 
umumnya wisatawan itu enggan berbelanja kelokasi tempatnya berdagang, sehingga 
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sulit untuk mendapatkannya, keluh ibu 
dua anak ini.   Sementara para pedagang yang menolak pembangunan, 
menggantungkan harapannya kepada wakil rakyat yang ada di DPRD Karo agar 
pembangunan jangan dilakukan.   Karena kata mereka selain limit waktu belum 
sampai, dengan kata lain dari 25 tahun yang ditentukan baru 23 tahun dijalani, 
jadi masih ada tersisa waktu dua tagun lagi, selain itu menyangkut situasi 
perekonomian sekarang, kami sangat terpuruk.   “Karena itu kami sangat berharap 
kepada Bupati Karo Drs Daulat Daniel Sinulingga agar sehabis limit waktu 25 
tahunlah baru dilakukan pembangunan bale-ble pasar buah tersebut,” kata mereka 
penuh harap. (ps)   

       
---------------------------------
Ta semester! - sök efter resor hos Yahoo! Shopping. 
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum: 
http://shopping.yahoo.se/c-169901-resor-biljetter.html

Kirim email ke