Mejuah-juah permilis sirulo, "Kok Tumben Obrolan Liburan Minggu ini Kila Menulis Obrolannya menggunakan bahasa Indonesia, biasanya kan pake bahasa Karo Kila?" nina Alexander. Piga-piga pemikiren mentas ndai bas ukurku. Pertama bahasa sangana anak-anak nai tahun 50-an i Medan, jarang denga kalak Karo, si litna pe la itandai kalak. I rumah ngenca cakap Karo, enda pe ras orang tua si 'kolot' denga nina sanga e. Si enggo 'maju' orang tuana, i rumah pe cakap Melayu/Indonesia, semacam 'mode' atau pertanda kemajuan/perkembangan zaman. Kedua, adi enggo imulai ngukurken sada masalah si lit hubungenna ras budaya ndai (bahasa Melayu/Indonesia) seterusna pe otomatis bas bahasa edi kang. Pernah sekali teman kerja (i Swedia, hanya dikenal bahasa Swedia tiap harinya) nungkun man bangku, kalau kau berpikir dalam bahasa apa, apa dalam bahasa Swedia atau bahasamu? Rukur aku entisik, la ku gejap kepeken tiap persoalen si lit bas pekerjaan, ku ukurken ibas bahasa Swedia, hampir la mungkin bahasa Indonesia kai ka bahasa Karo.
Maka tepat kuakap bagi sikataken uncleiting sg "Bahasa berisi konsep budaya" nina. Bahasa atau expressi pikiran atau tutur bahasa tidak terlepas dari budayanya, atau bahasa itu adalah budaya dalam kata- kata. Teroge aku sada artikel jurnalis kalak Swedia pernah ku Pilipina, nina kalak Pilipina la lit istilah 'selamat pagi' atau 'selamat siang' dsb, kalau ketemu, sebagai gantinya katanya orang Pilipina katakan 'sudah makan?'. Orang Swedia pada ketawa kok tanya masalah pribadi orang apa sudah makan. Tapi ibas adat Karo ntah labo man tawaan hehehe . . . enggo kam man? Budaya ndai lebih dekat. Kudaram-darami ndai cakap Karona kai terjemahen 'selamat berhari libur', "mejuah-jujah wari perre" hehehe . . . Pernah kang kubahan semacam dugaan, 500 tahun lagi semua bahasa dunia akan sama atau jadi satu. Tapi kemudian saya ragu lagi apakah cukup 500 tahun, kemudian saya tambah dengan mengatakan 500-1000 tahun lagi. Encage nginget perkembangan elektronik enda, bisa juga lebih cepat. Eak, enda ka lebe,yah, bahasa gado-gado kupake, ola bangger-bangger bas wari pere, hehehe . . . MUG --- In [email protected], Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mejuah Juah > > Kok Tumben Obrolan Liburan Minggu ini Kila Menulis Obrolannya menggunakan bahasa Indonesia, biasanya kan pake bahasa Karo Kila? > > Selamat Wari Libur Yach, Selamat Ersantai-Santai Man Banta Kerina > > MU Ginting <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Obrolan liburan > > Bermaksud mencari-cari obrolan ringan, liburan dan relax pikirku. Tapi tiba-tiba teringat pula yang saya rasa menarik diobrolkan, soal kultur dan budaya pikiran Sutan Sjahrir kiriman Carlos Patriawan. Pikiran-pikiran Syahrir menurut saya sangat jauh melampau zamannya, bahkan sekarang ini juga, 70 tahun setelah beliau tulis. Disamping itu terpengaruh juga suasana beliau ketika itu, semangat perlawanan yang sangat berapi-api, dibuang, dipenjarakan oleh pemerintah kolonial Belanda. Yang lainnya ialah pengaruh 'way of thinking' orang Minang yang sangat rasionalis. > Only "rationality is powerful enough to rule this world". Pikiran rasionalis ini terdapat juga dalam way of thinking China. Kecepatan maju kedua etnis bangsa ini tidak telepas dari way of thinking mereka. Ah, semakin serius pula ini. Mengapa kita harus ngomong serius hari libur begini hehehe . . . relax. > > Dulu waktu saya masih kecil di Medan sering omongan ngejek keluar dari mulut, "kacang goreng . . . keok" ngejek teman-teman saya dari etnis Minang atau orang Padang kita bilang ketika itu. Banyak juga teman Tjina (Tionghoa istilah resminya, tapi saya tetap bilang Tjina, karena cakap Karo juga gitu, atau dibilang juga 'tokeh' terhadap Tjina dewasa, anak-anaknya "Tjina loleng makan babi satu kaleng". Pandangan stereotyp kita katakan sekarang. Mestinya istilah stereo ini kan baik, dari pengertian multidimensi, setidaknya dua segi atau duan dimensi, kiri dan kanan. Tapi sekarang ini diartikan negatif atau dinegatifkan atau dianggap cuma satu dimensi atau satu arah. > Eh . . . omongan ini semakin ngelantur lagi kayaknya. Kayak bukan liburan pikirku hehehe . . . > > Eh . . . marilah kita liburan, sambil meng "ganyang Malaysia" dan meneriakkan "NASAKOM" hahaha . . . , apa kalian bilang. > > nanti sambung lagi > > Selamat week end > MUG > > > > Best Regarts > > www.dausmedia.cjb.net > >
