Menjelang pertunjukan Pawang Ternalem tanggal 25 Oktober di Taman Ismail 
Marzuki Jakarta nanti, manajemen Teater Aron akan mengadakan beberapa kegiatan 
dalam rangka promo dan perkenalan Pawang Ternalem. Salah satunya adalah 
launcing/tayangan perdana film dokumenter "Mencari Jejak Pawang Ternalem" karya 
Joey Bangun. Oktober lalu, Joey melakukan riset, penelitan, dan membuat film 
dokumenter ini di lokasi cerita seperti kampung Jenggi Kemawar, sekitaran 
Langkat, dan juga Tanah Karo.
"Sebenarnya janji saya film ini akan diluncurkan Januari kemarin. Berhubung 
pementasan Pawang Ternalem diundur Oktober maka peluncuran film ini tertunda. 
Selain itu film ini juga masih tahap proses editing,' kata Joey Bangun. Proses 
editing dilakukan di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail (PPHUI). Seluruh proses 
editing dikerjakan oleh editor film Yudith Adith, asal PPHUI.
"Proses editing film ini agak sedikit lama. Saya harus menambahkan teks bahasa 
Indonesia, karena hampir 90% nara sumber memakai bahasa Karo. Selain itu kita 
juga menambahkan efek sepia dan noir, agar film ini berkesan misteri dan 
bergaya lama," tambah Joey lagi.
Film ini berisi perjalanan riset Joey dalam mencari jejak kebenaran cerita 
Pawang Ternalem. Beberapa orang diwawancara sebagai nara sumber seperti Opon 
Sitepu (Pengulu Jenggi Kemawar), Njalani Tarigan (anak beru kuta Jenggi 
Kemawar), Sayang Bangun (Pelukis Karo yang pernah melukis Pawang Ternalem dan 
menghadiahkannya pada Walikota Medan Abdillah), Anak-anak kuta Jenggi Kemawar, 
Eddy Surbakti (owner Radio Karo Access Global), Ucok Ginting (Tokoh pemuda 
Karo), selain itu film ini ditambahkan dendang lagu io io Lau Binge oleh Sabar 
Sitepu, seniman Jenggi Kemawar. Film ini juga mengambil sebuah pohon Tualang 
yang berpating (bercula) milik Selamat Perangin-angin dari kuta Kurmam Langkat, 
yang merupakan satu-satunya pohon tualang yang ada di Langkat. "Kami tidak 
mungkin mengambil gambar asli Tualang Si Mande Angin seperti cerita Pawang 
Ternalem, karena pohon itu kini sudah jadi Uruk Berteng," tutur Joey Bangun 
lagi.
Menurut rencana, peluncuran film dokumenter ini dilaksanakan pada Agustus nanti 
di sebuah hotel di Jakarta. Pihak Manajemen Teater Aron akan memberikan 
undangan pada Tokoh-Tokoh Karo maupun Pers.. Selain penayangan perdana "Mencari 
Jejak Pawang Ternalem", acara itu juga akan dimeriahkan dengan peluncuran 8 
lagu soundtrack Pawang Ternalem karya Alasen Barus yang akan dinyanyikan oleh 
para aktor yang terlibat. 
Para aktor yang bermain di pertunjukan ini juga akan diperkenalkan ke publik 
berikut semua kru yang terlibat. Acara juga akan diisi dengan sesi tanya jawab 
seputaran konsep dan proses produksi Pawang Ternalem. Lalu ditutup dengan 
pertunjukan singkat beberapa adegan ekstra dari pertunjukan Pawang Ternalem 
Oktober nanti.
"Di acara ini kita minta komitmen dukungan para tokoh Karo. Karena Pawang 
Ternalem bukan hanya milik Teater Aron atau sekelompok orang saja. Pawang 
Ternalem adalah milik kita semua. Tanpa dukungan semua orang, bagaimana mungkin 
kami bisa merealisasikannya, " kata Sutradara alumnus Sinematografi Pusat 
Perfilman H. Usmar Ismail ini.


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke