Cokelat perpisahan...:-) 

Ceritanya dimulai di awal tahun 2008 yl tepatnya di akhir bulan  Januari. Aku
mempunyai sepupu disuatu kota -yang gak perlu aku sebutkan  namanya.
Mungkin sepupuku berniat baik dengan maksud memperkenalkan aku dengan seorang
cowoq.Dia lantas memberikan nomor Hpku ke cowoq itu.Mungkin sepupuku melihat
bahwa cowoq itu cukup layak direkomendasikan menjadi kandidat untuk aku.

Kali pertama dia menelepon ketika aku sedang menyetrika sekitar jam 7  malam
sepulang aku ngantor.  Dia memperkenalkan diri dengan menyebut nama dan 
marganya. Ya,  aku layani saja sebisaku percakapan di telepon itu dan dia
bertanya apakah  aku karena aku menjawab sekenanya saja pertanyaannya di
telepon. ”Kamu sedang sibuk?” tanyanya.Lalu aku jawab:"iya...".Lalu dia bilang
akan menelepon kembali dan sebelum menutup telepon dia menanyakan namaku, tapi
aku  jawab:"nanti aja, aku kasih tau”.

Aku sendiri gaak sangkan dia akan menelpon aku lagi sebab seingat aku,
pembicaraan di telepon aku layani dengan sedikit ketus.Mungkin saat itu aku
sedang tidak mood berkenalan, atau chat dengan seseorang.. Sejak saat itu dia
sering memanggil namaku dengan ”Miss Nanti aja”

Beberapa hari kemudian, ketika aku sedang berada di dalam angkot sepulang les
English di LIA.Henfonku berbunyi, aku lihat nomornya asing, tidak ada tersimpan
dalam memori henfonku. Karena angkot sudah dekat dengan gang rumahku, akhirnya
aku putuskan untuk menerima telepon itu.Sambil mengangkat telepon aku
mengeluarkan ongkos, lalu turun. ”Hallo, selamat malam”,  sapaku kepada orang
di seberang telepon”. ”Selamat malam, masih ingat aku?” ”Maaf ini siapa ya?”
tanyaku balik”.Dia menyebutkan namanya dan marganya, dan mengingatkan bahwa
beberapa hari yang lalu pernah menelpon aku tetapi saat itu aku sedang di
tengah aktivitas menyetrika.Aku langsung ingat, ternyata dia menepati janjinya
untuk menelepon.

Kami mulai pembicaraan dengan basa-basi menanyakan kabar.Kemudian disambung
dengan pembicaraan dengan topik yang lain.Topik yang satu berganti dengan topik
yang lainnya.Dari percakapan di telepon itu ternyata dia orang yang asyik
banget  untuk teman ngobrol. Kesanku dia supel, pandai bergaul, tutur bahasanya
sopan, dewasa dan suaranya enak di dengar.Pokoknya bahasanya itu enak di kuping
dan enak  di  hati...belakangan aku tau dia laki2 yang pintar menyanyi:-)

Perkenalan dan obrolan di telepon pertama itu benar-benar mengena di hati.
Jarang sekali aku menemukan seorang teman ngobrol yang pada awal sudah begitu
menyenangkan.Telepon baru selesai setelah kira-kira 1 jam lebih.  
Setelah hari itu, beberapa hari kemudian dia kembali menelpon aku.  Aku senang
karena mendapatkan teman baru yang sepertinya dia smart dan banyak sekali ilmu
dan motivasi yang tidak pernah aku dapatkan dari orang lain sebelumnya.Aku
banyak mendengarkan tentang pendapatnya mengenai sesuatu hal.”Pandai sekali
orang ini berkomunikasi, pikir aku”.

Aku selalu menghargai orang yang pandai berkomunikasi, siapapun orang itu,
tidak melihat dari segi pendidikan maupun lingkungan atau strata sosialnya. 
Kadang kami ngobrol sampai satu and kadang 1,5 jam...Aku sendiri  nggak ngerti
kenapa betah berlama2 ngobrol dengan dia.Aku memang  suka mendengarkan orang
bercerita.Apalagi itu dengan gaya dan intonasi yang sangat pas di telinga. 
Untungnya  waktu itu  masih ada tarif 0,5 rupiah per detik sehingga acara
telepon-teleponan  kami semakin terdukung oleh fasilitas itu.  Boleh dikatakan
hubungan telepon-teleponan kami cukup intens.Kadang bisa 2 atau 3 kali sehari
bertelepon.

Isi pembicaraannya sangat bervariasi dan membuat aku tidak bosen.Wawasannya
luas dan dia mampu cerita apa saja bahkan tentang hal etika,  pendidikan,
bisnis, politiq, and etc...Pokoknya tema pembicaraanya gak ada yang
 kacangan gitu deh.Anehnya menurut pengakuannya(dan aku percaya itu) dia drop
out  dari SMP, dan kalaupun saat ini dia memiliki ijazah SMA itu hanyalah
ijazah Uper alias ujian Persamaan:-).Sampai saat ini ini aku masih 
terkagum-kagum.Koq bisa ya sesorang seperti dia yang sudah mengalami banyak
masalah dalam kehidupannya dan meski dia  memilih untuk Drop out dari SMP waktu
itu, tapi wawasannya melebihi wawasan  seorang sarjana. 

Dari banyak mengobrol dengan dia di telepon aku pelan2 kagum juga dengan dia. 
Dengan perjuangan hidupnya dari dari yg drop out SMP sehingga  berkarir
disebuah developer dan menjadi orang yang mandiri.Aku tau dia bukan  laki-laki
yang sdh mapan banget, tapi aku kagum dengan semangat juang hidupnya  yang coba
bersaing or mengimbangi orang2 yg nasib pendidikannya lebih baik  ketimbang
dia.

Pertemuan pertama kami terjadi di pertengahan Maret yl di halte busway di 
daerah Cilandak. ..orangnya ganteng meski tingginya masih dibawah aku."Oh ini 
rupanya sosok laki-laki yang begitu mengasyikkan kalau diajak ngobrol di 
telepon itu" begitu yang ada di hati aku ketika itu.Pokoknya gambaran aku
tentang  dia sebelum dan sesudah ketemu muka tidak ada perubahan yang
signifikan.Kami menghabiskan 2 jam pertama ketemuan kami di sebuah Restorant
Seafood di kawasan Cilandak dan sesudah itu kami berpisah.

Sesusah itu kami terus berkomunikasi lewat telepon....
Entah dapat ide dari mana...aku merasa sayang untuk membiarkan begitu saja
obrolan2nya yg penuh makna itu terbuang begitu saja.Aku sangat  menghargai
masukan-masukannya setiap kami ngobrol ditelepon. Dan tiba-tiba saja aku
terpikir untuk merekam pembicaraan kami melalui fasilitas di  HP-ku.  Akhirnya
beberapa percakapan berhasil aku rekam tanpa sepengetahuan dia--seingatku ada
sekitar 7 files:-).

Sesudah berhasil aku rekam...rekaman itu sering aku putar ulang ketika ada
kesempatan.Jujur saja aku ingin sekali lebih mengenal sosok pribadi orang yang
selama beberapa waktu ini mengisi hari-hariku sehingga hidupku menjadi lebih
berwarna.Terkadang aku mendengarkan ketika jam kantor, saat aku mengantuk
sehabis makan siang. Hehehhe.. mendengar percakapan yang ada di henfonku,
ternyata bisa membuatku segar kembali dan terbebas dari kantuk.Sampai saat
inipun kadang kalau aku sedang ingat dia, aku akan memutar kembali file-file
tersebut:-)

Aku menikmati diam-diam setiap rekaman pembicaraan kami.Dan untuk bisa
mendapatkan rekaman perkataan dia yang terbaik aku terkadang memancing
komentarnya ttg suatu hal dan hampir semua komentarnya adalah komentar  yang
bijak dan dewasa:-)

Tapi pada suatu hari ketika kami sedang asyik-asyiknya ngobrol di  telepon
tanpa kuduga tiba-tiba dia bilang:"Raya, kalo pembicaraan kita direkam dari
dulu-dulu mungkin sekarang udah jadi beberapa buku kali yach?".Aku langsung
tertegun ketika itu dan merasa dia benar2 sedang ada di depan aku meski kami
berjarak lebih  dari 150 km.Perkataannya itu benar-benar diluar jangkauan
nalarku.Aku terdiam dan gak bisa ngomong apa-apa lagi...hp ditanganku serasa
mau jatuh.

Di dalam diamku dia bekata lagi:"Gimana kalau kamu rekam aja Raya?"
Aku juga nggak bisa menjawab perkataan dia itu.Perasaanku jadi nggak
enak.Yang ada dihatiku ketika itu:"Koq dia bisa tau yach bahwa aku sudah
merekam pembicaran-pembicaraan kami?"--"I wish I was disappear from this
planet"--"I wish I never been born" begitu yang ada di hati aku ketika
itu.Aku kehilangan mood untuk meneruskan pembicaraan kami.Perasaan ku seperti
pencuri yang sedang tertangkap basah.

Sepertinya dia menyadari bahwa ada yang gak beres dalam percakapan kami
yang tidak seperti biasanya.Lalu dia bertanya: "kamu kenapa?Koq diam saja
dari tadi?".Aku tetap diam dan diapun minta aku gantian yang ngomong.Tapi
karena aku tetap diam akhirnya dia mulai tidak sabaran dan berkata:""ya udah,
kalo  gitu aku matikan saja ya, mungkin km lagi ada masalah".Aku jawab
sekenanya saja:"matikan aja kalo mau dimatikan"

Setelah dia mematikan hp-nya perasaaku seperti mau menangis...Perasaan
ku seperti pencuri yang sedang tertangkap tangan sedang mencuri. 
Aku berpikir pasti dia sudah tau bahwa selama ini pembicaraan kami
sudah ku rekam diam-diam.Tapi dari mana dia tau yach?Kami dipisahkan oleh 2
kota yang berbeda dan aku tidak merasa pernah bercerita kepada siapapun tentang
"aktifitas spionaseku" selama ini dan aku juga gak bermaksud belajar menjadi
anggota KPK yang coba menjebak pelaku korupsi or suap di kejaksaan:-)

Besoknya cowoqku itu menelepon aku beberapa kali tapi aku tak berani
mengangkatnya.Beberapa malam aku tidak bisa tidur memikirkan semua
itu.Aku merasa bersalah dan aku berpikir bahwa aku harus mengatakan yang
sebenarnya kepada dia.Tapi aku tidak berani mengatakan secara langsung, itu
sebabnya aku memutuskan mengirimi dia surat.

Disurat yang memakai tulisan tangan itu aku mengatakan sejujurnya apa
sebenarnya yang sudah terjadi.Diakhir surat itu aku menulis:"Aku yakin
sekali bahwa kamu tidak akan pernah mau mengenali aku lg setelah km tau apa yg
terjadi bahwa aku sudah berbuat lancang selama ini dgn merekam pembicaraan
Qta--anggaplah aku salah satu mimpi burukmu.Aku akan terima apapun
konsekuensinya, dan aku cuma berharap agar kamu bisa memaafkan
perbuatanku.Terima kasih buat semuanya, karena bagaimanapun juga kamu
sudah mengisi hari-hari aku dgn begitu baik beberapa waktu lalu.Selamat
tinggal!!!".Bersama surat itu aku kirimi juga dia coklat sebagai tanda
permintaan maafku dan semua itu aku paketkan lewat DHL.

Sesudah surat itu dia terima lantas dia beberapa kali missed called
tapi aku tidak berani mengangkatnya.Setelah beberapa waktu aku memutuskan
bagaimanapun juga aku harus mengakhiri semua ini dengan baik-baik.Aku
memberanikan diri menerima teleponnya.Dia hanya bilang bahwa dia nggak marah
dan bisa menghargai kejujuranku...Katanya aku ini terlalu sesitif.

Banyak hal yang baik yang aku dapat selama jalan dengan dia...Tapi
belakangan aku sadar dia bukanlah type laki-laki yang aku inginkan untuk
bersamanya aku menjalani hidupku selanjutnya:-)

Bukan apa-apa ...itulah yang bisa aku simpulkan dari banyak mengobrol ditelepon
dengan.Disatu sisi dia adalah teman mengobrol yang menyenangkan.Tetapi dalam
banyak hal aku lihat dia lebih mementingkan karir dan kerjanya ketimbang
hubungan kami termasuk dengan keluarganya sendiri.

Itulah hal yang membuat kami berpisah.  Aku tidak siap untuk menjalani
hari-hari ku dengan seorang yang menurutku teramat workaholic.Meskipun aku tahu
pada dasarnya dia adalah orang yang baik, bertanggungjawab terhadap dirinya dan
perusahaan tempat dia bekerja.Tapi itu tidak cukup untuk aku.Mungkin aku
terlalu egois.Tapi menurut aku yang terpenting dalam menjalin sebuah hubungan
adalah komitmen untuk saling membahagiakan.Sarana untuk mewujudkan hal itu
adalah waktu dan komunikasi yang cukup kita berikan untuk pasangan kita, dan
tentunya kemampuan untuk saling menjaga perasaan.Bahkan untuk hadir saja
menengok Inang/Ibunya yang jauh-jauh datang ke Jakarta, dia sudah tidak dapat
memberikan waktunya,  apalagi untuk aku.Bagaimana jadinya nanti jika dia
menjadi teman hidupku?

Minggu yl aku menelepon dia.Mungkin itu yang terakhir kalinya aku
bertelepon secara serius dengan dia.Kami ngobrol selama 1,5 jam di hari ulang
tahunku itu.Dia menyanyikan sebuah lagu "Portugal" untuk aku sebagai hadiah for
my birth day....Begitu mengesankan...Ini syair lagunya:

Rap hita nadua hasian, manduda baion i
Rap hita nadua hasian.. tu parmahanan i
Laos hugalmit ma ito da hurum mi
Mekkel suping ho tu ahu hasian
Holan ho nama ito
Holan ho nama ito
Bunga diate atehi

Pos do rohami tu ahu ito
Songon i nang ahu tu ho
Songon aek tu na mauas i 
sihol hi tu ho ito
Molo so pajumpang ahu dohot ho
Marsahali sadari
Sai busesaon ahu
Sai busesaon ahu
Alani holong hi tu ho

Reff
Ias do holong mi
Tu ahu ito 
songon bontar ni bajumi
Ndang na hasuhatan 
burju ni lagu mi tu ahu ito
Ingkon ho nama ito
Ingkon ho nama ito
Parumaen ni dainang i


Setalah menyanyikan lagu itu. Tak lama kemudian kami mengakhiri telepon, aku
katakan, “Bang, sudah  pagi nih.  Waktu sudah menunjukkan pukul 00.10 WIB. 
Hari Ulang tahun aku sudah lewat 10 menit, “terima kasih buat lagunya, kamu
istirahat ya, semoga urusanmu semua sukses besok hari”

“Terima kasih Raya.Selamat ulang tahun sekali lagi dan selamat tidur.  Mimpi
indah ya”.“Makasih bang, “Klik!” teleponpun putus.


Itu saja yang bisa aku tuliskan tentang kenanganku bersama orang yang baik
itu...Trims karena sudah mau menemani hari-hariku....
Kamu sudah pernah hadir di hidupku...:-)
Semoga kamu bahagia...

Buat cowok2 lain yang mau dikirimi cokelat, silahkan hubungi nomor
HP-ku ini:0812XXXXXX:-)


by:siregar, erwin
Batam centre 18 Juni 2008
Rabu Pkl.12:17 Wib  


dituliskan untuk seorang boru Mbatak di Jakarta yang selama ini menjadi
pemerhati serius tulisan2 gelandangan Mbatam yang bernama Erwin
Siregar:-)

original publihed by:
erwin siregar and associates sindycates


 



      Yahoo! Toolbar is now powered with Search Assist.Download it now!
http://sg.toolbar.yahoo.com/

Kirim email ke