--- On Thu, 6/19/08, Ulysee <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Ulysee <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [t-net] FW: party-line Arthalyta
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Thursday, June 19, 2008, 12:20 AM

Ngembat di milis tetangga, habisnya gossip Ayin belum nyampe kesini sih.


Buat gue, kasus terbongkarnya kongkalikong urusan suap si Ayin membawa
manfaat tersendiri. 

Ceritanya gini, 
pas kemaren ke catpil tuh, khan ada satu lembar yang kelewat enggak di
cap tuh, jadi gue terpaksa dateng lagi kesana minta cap doank. Satu
bapak yang kita udah kenal sih langsung ketawa ketiwi, biasa lah
sebagaimana kawan akrab aja, dia bilang, sini deh saya yang ambilin cap
nya, sebab Ibu yang bertanggungjawab tampaknya sedang sibuk. 

Setelah Bapak ini dateng, dengan akte yang udah di cap, khan gue bilang
makasih donk. 
Gue bilang "Aduh Pak, makasih berat atas bantuannya nih Pak." Ibu
yang
duduk di depan si Bapak nyeletuk, "Beratnya berapa berat nih?" Gue
dengan gaya Oneng bilang, "Saya sih kira-kira anempulu kilo kali Bu."

Si Ibu nyerocos lagi: "Bukan beratnya situ. Maksudnya makasihnya berapa
berat, tadi khan situ bilang makasih berat." Gue nyahut lagi, "Ooh
itu,
dua kilo aje bu, dua kilo terimakasih ya, kalau terlalu berat nanti
Bapak repot angkutnya." Ibu itu jadi agak jutek waktu bilang, " Lha
mustinya kalau makasih berat itu mbok ya kasih amplop yang tebel gitu."
Gue nyengir aje, No hard Feeling, gue bilang, "Ogah ah Bu, ntar kayak
Ayin, khan berabe."

Dan Bapak petugas pun terbahak-bahak sementara si Ibu cemberut, balik
badan, nggak nengok-nengok lagi. 
Habis itu ya gue pamit lah, sambil dadah-dadah kayak selebritis,
krrrrkkkekekekeke.....

Sekarang kalau ada yang minta suap, tinggal bilang "Ogah Ah, ntar kayak
Ayin!". 
Asyik khan, kata bertuah. 

Ogah ah, ntar kayak Ayin!  


-----Original Message-----
Sent: Wednesday, June 18, 2008 9:25 AM
- - - - -
teman-teman yang baik...

ada beberapa percakapan antara Artalyta (Ayin) dengan beberapa petinggi
Kejaksaan Agung yang ditampilkan di persidangan Pengadilan TIndak Pidana
Korupsi (Tipikor), dalam dugaan kasus suap Rp. 6 miliar untuk
penghentian Korupsi BLBI.

Silahkan disebarluaskan.

---------------
"Ini buat ngamanin Bos kita semua".

Suatu hari setelah Kejagung mengumumkan menghentikan penyelidikan kasus
BLBI Sjamsul Nursalim pada 29 Februari 2008.  Kemas Yahya Rahman (saat
itu
Jampidsus) ternyata saling berkomunikasi dengan Artalyta Suryani.

Artalyta (A)
Kemas (K)

A:Halo.
K:Halo.
A:Ya, siap.
K:Sudah dengar pernyataan saya? Hehehe.
A:Good, very good.
K:Jadi tugas saya sudah selesai.
A:Siap, tinggal...
K:Sudah jelas itu gamblang.  Tidak ada permasalahan lagi. A:Bagus itu.
K:Tapi saya dicaci maki.  Sudah baca Rakyat Merdeka? A:Aaah Rakyat
Merdeka nggak usah dibaca. K:Bukan, saya mau dicopot hahaha. Jadi gitu
ya... A:Sama ini mas, saya mau informasikan. K:Yang mana? A:Masalah si
Joker. K:Ooooo nanti, nanti, nanti. A:Nggak, itu kan saya perlu jelasin,
Bang. K:Nanti, nanti, tenang saja. A:Selasa saya kesitu ya... K:Nggak
usah, gampang itu, nanti, nanti.  Saya sudah bicarakan dan sudah pesan
dari sana. Kita.... A:Iya sudah. K:Sudah sampai itu. A:Tapi begini
Bang... K:Jadi begini, ini sudah telanjur kita umumkan.  Ada alasan
lain, nanti dalam perencanaan.


PERCAKAPAN AYIN DENGAN UNTUNG UDJI SANTOSO
Beberapa jam selesai jaksa Urip Tri Gunawan tertangkap pada 2 Maret
2008. Artalyta Suryani panik dan langsung menelpon Jamdatun Untung Udji
Santoso.

Untung (U)
Artalyta (A)

U:Memang dikasih berapa duit?
A:660 ribu dolar.
U:4 M.
A:6 M.
U:Lailahailallah!
A:Jadi bagaimana ini menyelamatkan itu semua, orang-orang kita? U:Nggak
iso ngelak kalau 6 M.  Gila. A:Jadi gimana? U:Tak pikir enam atus juto
gitu. A:Nggak, itu banyak. Gimana? U:Itu untuk siapa? A:Ah, ya udahlah.
Sekarang kita jalan keluarnya gimana? U:Adu biyung gimana? A:Heh.
U:Sik...sik... Kalau kayak gitu, susah itu. A:Aku kena loh, Mas kayak
gini. U:Lah iya. A:Aku bilang kan ajudanku.
U:Ajudan kok duite samono gede ne. Soko ngendi? Ngarang ae.   Yo wes.
Gimana caranya hubungi Antasari.
A:Ya, coba sampeyan telepon dulu.
U:Udah, mati teleponnya.
A:Mati? Dicari.  Suruh nyari dong.  Feri (Direktur Penuntutan KPK Feri
Wibisono) suruh nyari.
U:Feri juga nggak ngangkat.
A:Jadi gimana? Ini kan mesti ngamanin bos kita semua. U:(terdiam lama).
A:Aku jawabnya apa ya?  Sekarang anakku kan masuk lewat belakang. Dia
pegang juga.  Dia masuk (tiba-tiba terinterupsi, Artalyta seperti
menyuruh seseorang dirumahnya melalkukan sesuatu). U:Usahakan cepat you
keluar.  Nyari Antasari deh. A:Ya, dimana dia rumahnya? U:Di anu, di
BSD.  Waduh, tapi saya tidak tahu juga rumahnya.  Tapi jangan,jangan ke
rumahnya.  Ketemu dimana, di hotel atau dimana gitu deh. A:Ya, aku kan
udah mau dibawa.  Sampeyanlah yang kejar, yang nyari dia, Mas.Kan nggak
kentara kalau sampeyan. U:Ya, iya.  Tapi teleponnya aku nggak ngerti
rumahnya (suara Untung terdengar gelagapan).  Teleponnya gak diangkat,
aku sudah minta Wisnu (Jamintel Wisnu Subroto). A:Sekarang susulin.
U:Tak telepon dulu. A:Sekarang sampeyan susulin, gerilya sama Wisnu.
U:Aku udah telpon Wisnu, demi Allah ini. A:Kata Wisnu apa? U:Aku sudah
dibuka teleponnya.  Aku juga nggak buka.  Kamu punya nomor lainnya
nggak?  Nggak punya, lah gimana? (Untung menirukan perkataan Wisnu
padanya ke Artalyta). A:Sekarang aku kan mau dibawa.  Supaya
keterangannya sama gimana?  Nanti kan kena gimana? Kan jangan sampai
kena semua. U:Kenapa sih kok bingung gini? Aduh, gawean ae. A:Makane.
Makanya, aku dari luar Jakarta, dia (Jaksa Urip) maksa (ambil uang US$
660 ribu) hari ini. U:Uhhh, kacau kabeh.  (menghela nafas).  Saya kira
you di rumah saja.  Nanti you ditangkep kejaksaan. A:Hah? U:Ditangkep
oleh jekso.  Mau diskenariokan gitu loh... A:Hah? Kenapa-kenapa Mas?
U:Mau diskenariokan begitu. Namun , neng endi iki? A:Nggak, udah aman.
Ini nomor lain.  Aku di dalem rumah. U:Nanti biar saja, kamu nanti yang
ngambil kejaksaan. A:Ho..oh U:Si Urip (Jaksa Urip Tri Gunawan) dicekal
KPK.  Awakmu di kejaksaan.  Loh ini kok sudah penyelesaian begini.  Kok
ada uang begini.  Maksudnya apa begini loh kenapa-kenapa? A:Kan saya
bilang, saya tidak ada keterkaitannya juga dengan BLBI dan saya nggak
ada.... U:Jangan ngomong begitu.  Nggak ada keterkaitannya.  Biar saya
saja yang mancing.  Bilang saja ada hubungan dagang sama dia.
Terserahlah. A:Lalu bilang apa?



PERCAKAPAN AYIN DENGAN URIP TRI GUNAWAN

Urip-Artalyta intens melakukan komunikasi.  Salah satu rekamannya,
percakapan 27 Februari 2008, sore hari setelah Kejagung mengumumkan
penutupan penyelidikan kasus BLBI II.

Artalyta (A)
Urip (U)

A:Halo? Sudah beres?
U:Sip. Sudah beres.  Pokoknya nggak ada macam-macam.
A:Pokoknya ini Minggu (2 Maret 2008), aku sudah ada.  Aku sudah siap.
(Inimaksudnya adalah Dana suap sebesar US$ 660 ribu). U:Garuk-garuk ya?
Aku kan garuk-garuk tangan ini. A:Garuk-garuk tangan? U:Ngerti toh? A:Oh
iya.. U:Pokoknya tenang aja, aman sekali pokoknya. A:Ya udah ini jangan
terlalu lama, barang itu di rumahku kelamaan, di brankasku. U:Aku kan
juga mengamankan dokumen-dokumen itu semua nanti ya itu kan.  Yang ex-ex
kemarin itu harus tak amankan semua.  Jangan sampai muncul kemana-mana.
Tapi sesuai aku bilang kemaren nggak ini. A:Yang bilang kemarin berapa?
Kan enam. U:Belum bonusnya ya?  Aku garuk-garuk kepala itu? A:Aku udah
komit, aku udah putus bicara itu sama ibu. U:Gitu ya...tambahi
dikitlah...


2 Maret 2008, atau dua hari setelah Kejagung menghentikan penyelidikan
kasus BLBI.  Kembali keduanya melakukan percakapan ketika hendak
mengambil uang di kediaman Hang Lekir.

U:Jalan apa?
A:Terusan Hang Lekir.  Kawasan Simprug WG9. WG nomor sembilan.  Rumahnya
itu di huk, yang gede tinggi itu. U:Nomor mobil DK 1832.  Halo ibu, saya
sudah di depan rumah ini. A:Ooo  klakson aja klakson.


 

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.4.0/1506 - Release Date:
6/17/2008 4:30 PM

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.4.0/1508 - Release Date:
6/18/2008 9:08 PM
 

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.4.0/1508 - Release Date:
6/18/2008 9:08 PM
 


------------------------------------

# Mohon selalu berbahasa santun dan sopan, kunjungi rumah kita di
http://tionghoa-net.blogspot.com #

Subscribe : [EMAIL PROTECTED], Unsubscribe :
[EMAIL PROTECTED]

Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni Yahoo! Groups Links




      

Kirim email ke