dari milis sebelah
----- Forwarded Message ---- From: iming tesalonika <[email protected]> To: [email protected] Cc: ad ad <[email protected]>; Advokat Indonesia <[email protected]>; [email protected]; po po <[email protected]>; ui ui <[email protected]>; akhi akhi <[email protected]>; [email protected] Sent: Mon, February 8, 2010 9:38:15 AM Subject: [IAAIMI] PREMANISME dan advokat Terimakasih untuk sharingnya Bang Yari. Saya sangat menghargai hal itu, setidaknya itulah wujud kepedulian kita. Advokat kita juga tidak sedikit yang memanfaatkan jasa premanisme FBR lhooo, bukan hanya memanfaatkan jasa oknum kopassus atau TNI AD tatkala timbul upaya pengosongan paksa atau meeting yang ditujukan untuk mengancam pihak lawan. Oh ya, advokat kita juga ahli pat pat gulipat dengan penyidik polda untuk menangkap dan memalak orang tak bersalah, dengan imbalan tips tentunya. Kita mau bikin seminar tentang ini, tentang tugas peradi dan tanggungjawabnya membina advokat seperti ini ? Iming Tesalonika ________________________________ From: Muchyar Yara <[email protected]> To: MILLIS IKA ADVOKAT UI <[email protected]>; MILLIS ALUMNI SMPN-I <[email protected]>; MILLIS FHUI <[email protected]> Sent: Fri, February 5, 2010 8:29:56 PM Subject: [IKA ADVOKAT UI] PREMANISME Baru saja di Metro TV ada tayangan mengenai bentrok antara Forum Betawi Rempug(FBR) dengann petugas keamanan dari Delta Spa,lokasi di Jl.Gatot Subroto,Jakarta. Bentrokan itu terjadi karena pihak FBR mendesak manejemen Delta Spa untuk menerima anggota FBR bekerja di perusahaan tersebut.Kejadian seperti ini sudah berlangsung berkali-kali, misalnya pada bulan Desember 2009 di Kebon Jeruk Jakarta Barat juga FBR melakukan tindakan serupa.Tindakan sejenis juga di lakukan beberapa ormas lainnya, baik yg berlatar suku,daerah, dan agama. Di beritakan, ada beberapa orang terluka, dan 2 orang petugas keamanan Delta Spa di amankan kepolisian,karena memukul warga FBR. Hebat nggak Polisi. Yang menyerbu siapa yang ditangkap siapa. Kejadian diatas sebenarnya merupakan cerminan dari wajah dan kondisi bangsa kita saat ini. Premanisme tidak saja merajalela di jalanan, tetapi juga di dalam gedung-2 instansi resmi baik instansi eksekutif, legislatif ataupun yudikatif. Bukankah Makelar Kasus (Markas) juga merupakan bentuk lain dari premanisme didalam kehidupan masyarakat kita ini. Tetapi ketika dilakukan upaya pemberantasan premanisme yang berlangsung di jalanan melalui program Petrus (Penembak Misterius), maka upaya itu rame2 dituduh sebagai pelanggaran/ pelecehan terhadap HAM. Sementara jika premanisme dibiarkan (khususnya yang di jalanan), maka yang di injak2 adalah HAM nya rakyat banyak. Kehidupan masyarakat kita dewasa ini tidak lebih dan tidak kurang layak kehidupan di hutan belantara, dimana siapa yang kuat maka dialah yang menguasai yang lemah. Oleh karena itu disarankan agar masing2 dari kita memperkuat diri kita masing2 untuk menjalani kehidupan nyata ditengah masyarakat. Salam Yari
