MJJ:
Dengan kepala dingin, barangkali kita akan memeriksa apakah kejadian ini adalah 
rangkaian yang sistemik atau sistematis, terencana atau hanya kejadian tanpa 
sengaja?
Sentabi,
Bp Nona Sampaguita





________________________________
From: gintingmu <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, March 1, 2010 3:09:15 PM
Subject: [komunitaskaro] Re: Tor Tor atau Landek Karo ?

  
'ethnicgroups self-assertion and struggling for power' berlaku 
terus dan dimana saja. Bentuk dan caranyapun akan selalu berkembang dan berubah 
dan bertambah. Istilah mana yang dipakai oleh siapa, 
dan menguntungkan grup siapa. 
Kegigihan menguntungkan siapa, dan kelengahan menguntungkan siapa adalah bagian 
dari perjuangan itu, dan masih akan terus. 
Perjuangan ini kita akui dan terima (tak ada jalan lain dalam 
cita-cita kedamaian multi-etnis negeri kita, kedamaian mana akan 
jadi basis utama perkembangan Indonesia sebagai satu nation), 
dan hadapi dengan menambah pengetahuan kita soal perjuangan abadi antar-etnis 
ini. 
'Tampil Beda' (make it different) adalah salah satu cara, bagi Karo perlu 
berkembang terus, dan sudah banyak tercapai dibandingkan yang lalu-lalu, 
terlihat juga disini dalam perhatian teman-teman milis ke topic ini. 

Bujur ras mejuah-juah 
MUG

-- In komunitaskaro@ yahoogroups. com, kontan tarigan <kontan_tarigan@ ...> 
wrote:
Re: [komunitaskaro] Tor Tor atau Landek Karo ? 

Saya kira hal ini tidakah sampai pada pembodohan berencana, namun lebih kepada 
kurangnya promosi karo. Jalan pintas memperkenalkan karo, orang karo mesti ada 
di mana-mana dan banyak seperti orang tapanuli. Bidang kegiatan pun pada bidang 
yang sering kelihatanan, seperti tambal ban, sopir, pedagang, dokter, 
pengacara, direktur bank, menteri, dll. 

Sering sekali kita mendengar orang tidak bisa membedakan Batak Karo dan Batak 
Tapanuli. Yang orang tahu batak itu sama saja, mungkin termasuk orang yang 
memberi keterangan gambar itu (kalau pun tidak disengaja oleh Ronal 
he...he...). Di sisi lain, orang Tapanuli setiap kali memperkenalkan diri 
selalu mengatakan "halak hita" kepada sesama batak, termasuk kepada orang karo 
sekali pun. Kepada orang di luar batak mereka katakan kami orang batak titik, 
tidak ada embel-embel tapanuli. Kelihatannya, bagi mereka tidak ada masalah 
batak karo dan batak tapanuli dipandang sama saja. 
Sentabi!
Bang KT

--- On Mon, 3/1/10, haryanto bode <edob...@... > wrote:

From: haryanto bode <edob...@... >
Subject: Re: [komunitaskaro] Tor Tor atau Landek Karo ?
To: komunitaskaro@ yahoogroups. com
Date: Monday, March 1, 2010, 12:10 AM

Enda gelarna pembodohan berencana, banyak orang yang tidak memilki nurani lagi 
atau juga banyak orang yang menghalalkan segala cara. Melihat hal seperti ini 
seharusnya institusi adat karo protes agar ada gaung perbedaan antara karo yang 
kaya adat budaya dengan tapanuli yang main sosor saja.

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
From: Ronal Tarigan <rtari...@.. .>
To: komunitaskaro@ yahoogroups. com
Sent: Mon, March 1, 2010 12:51:25 PM
Subject: [komunitaskaro] Tor Tor atau Landek Karo ?

POLWAN TOR-TOR: Sejumlah anggota polisi wanita (polwan) dari Polres Singkawang 
membawakan Tari Tor-Tor khas Tapanuli, pada pembukaan Festival Cap Go Meh 
Singkawang 2010 di Stadion Kridasana, Singkawang, Kalbar, Sabtu (27/2) malam. 
Acara yang merupakan rangkaian perayaan Cap Go Meh tersebut, bagian dari 
program Visit Kalbar 2010. (Foto Ant/Jessica Wuysang)

Komentar:

Dari gambar diatas kelihtaannya itu bukan “tor â€" tor “ tapi “landek 
Karo� ??


 


      

Kirim email ke