Perlu adanya lembaga pengawas yang terdiri dari desa-desa (dalam satu komando) 
yang dilalui oleh jalan itu, yang bertugas memantau pra, sedang dan pasca 
perbaikan jalan itu. Masyarakat memantau daerah desa masing-masing. Manakala 
jalan masih rusak kecil maka masyarakat sudah bertanya kepada bupati, melaui 
lembaga desa-desa itu.  Apa perlu gotong royong, atau turun ke jalan?

Sentabi,

Bang KT



--- On Mon, 4/12/10, MU Ginting <[email protected]> wrote:

From: MU Ginting <[email protected]>
Subject: [tanahkaro] 81 M dikucurkan APBN 2010
To: [email protected], [email protected], 
[email protected]
Date: Monday, April 12, 2010, 3:35 AM







 



  


    
      
      
      Anggota DPRD Karo dan DPRD Sumut Harapkan : Rp81 Milyar Perbaikan Jalan 
Negara Jurusan Medan -Tanah Karo-Dairi-NAD 2010 Perlu Pengawasan Ketat 
 April 12th, 2010  
  
*Perbaikan Jalan Kabanjahe-Merek- Dairi dan Medan-Tanah Karo Perlu 
Dipertanyakan…..
T Karo (SIB)
Perbaikan jalan negara jurusan Medan-Kabanjahe- Merek-Dairi- Kabanjahe- 
Kutabuluh- Laupakam sampai batas NAD dan sekitarnya bernilai sekitar Rp81 
milyar dari APBN 2010 yang saat ini sudah dimulai pelaksanaannya perlu 
pengawasan ketat dari masyarakat dan seluruh pihak terkait. Selain plank setiap 
proyek harus dipasang, pelaksanaan proyek diharapkan tidak dimanipulasi. Kalau 
memang proyek ditetapkan pembuatan drainase, harus dibuat drainase dan jangan 
hanya sekedar membersihkan drainase. Kalau memang ditetapkan pelebaran jalan, 
jangan hanya membersihkan tebing-tebing jalan. Kalau memang pengaspalan jangan 
hanya disisip pada ruas-ruas jalan yang berlobang-lobang. Tapi diharapkan dapat 
dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Hal
 ini ditegaskan Wakil Sekretaris Fraksi P Golkar DPRD Sumut Richard Edy M 
Lingga SE dan anggota DPRD Karo Masdin DT Ginting, Gilbert Ginting dan Marthin 
Luther Sinulingga kepada SIB, Sabtu (10/4) di Medan.
Menurut Richard saat pihaknya memantau pelaksanaan proyek milyaran rupiah 
jurusan Medan-Tanah Karo dan jurusan Kabanjahe-Merek dan Dairi baru-baru ini 
bahwa, beberapa bagian proyek terkesan hanya dimake-up dan plank proyek tidak 
satu pun dilihatnya. Pengikisan tebing-tebing di perbatasan Karo-Dairi juga 
diduga asal dikerjakan, termasuk pembersihan jalur drainase-drainase jurusan 
Pancurbatu-Bandarba ru sampai batas Deli Serdang-Tanah Karo.
“Sewajarnya, lokasi yang paling rawan dilalui sampai saat ini yang perlu 
diprioritaskan, bukan sebaliknya. Karenanya, sekali lagi saya harapkan kepada 
masyarakat dan seluruh pihak terkait melakukan pengawasan proyek ini sehingga 
walaupun tidak 100 persen proyek tersebut masing-masing dapat dilaksanakan, 75
 persen sampai 80 persen saja pun sudah cukup memuaskan dan dipastikan kualitas 
proyek akan lebih terjamin dan tidak seperti selama ini,” harap Richard.
Demikian juga harapan Masdin DT Ginting, Gilbert Ginting dan Marthin Luher 
Sinulingga dari Fraksi PDI P DPRD Karo ini. Pihaknya mengharap ada koordinasi 
pihak instansi Satuan Kerja (Satker) Dinas Jalan dan Jembatan (JJ) Pemprovsu 
dengan DPRD Karo untuk lebih menjamin kualitas proyek dan mengantisipasi tidak 
terjadinya hal-hal yang tidak diiinginkan masyarakat luas. Sebab kondisi jalan 
negara jurusan Kabanjahe-Tigabinan ga-Kutabuluh- Laupakam- batas NAD saat ini 
nyaris pada umumnya rawan dilintasi. Bahkan kereta lembu atau kereta kerbau 
saja sukar melintasinya.
“Jadi pihak kami pun sangat mengharapkan pihak penegak hukum senantiasa 
mengawasi pelaksanaan proyek ini dengan harapan anggaran Rp81 milyar itu 
benar-benar dapat bermanfaat bagi masyarakat luas dan bukan hanya bagi 
oknum-oknum tertentu,”
 ujar ketiga anggota dewan ini mengharap.
Kepala Satker Preservasi Jalan dan Jembatan Propinsi Sumut, Bambang Pardede 
yang dicoba dikonfirmasi SIB, Sabtu (10/4) prihal penjelasan para anggota 
legislatif ini, tidak berhasil, sebab tidak diketahui kantor perwakilannya di 
Tanah Karo.
Sebelumnya, Bambang Pardede dalam penjelasannya ketika mendampingi anggota DPR 
RI, Ali Wongso Sinaga dan anggota Komisi B DPRD Sumut Richard Edy M Lingga SE 
dalam kunjungan kerjanya, 20 Pebruari 2010 silam ke jalan negara ini 
menjelaskan bahwa, APBN 2010 kucurkan anggaran Rp81 milyar untuk perbaikan 
jalan negara jurusan Kabanjahe-Kutabuluh sebesar Rp25 milyar. Jurusan 
Kutabuluh-Laupakam (batas Karo-Propinsi NAD-red) Rp15 milyar. Jurusan 
Sidikalang-Kutabulu h Rp5 milyar. Simpang Merek (Karo)–batas Dairi Rp15 milyar. 
Batas Karo-Simpang Panji Rp11 milyar. Simpang Panji-Sidikalang Rp6 milyar dan 
perbaikan di kota Sidikalang, Dairi Rp4 milyar atau total Rp81 milyar.
 (M37


    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke