Mejuah juah.....

Ku ukuri sitek ibas pusuhku.........labo ate lang.......

Lalu apakah ada ngaruh dan untung nya bagi orang karo kalau beliau jadi marga 
sembiring ???????
Sebegitu gampangkah orang Karo memberi marga kepada orang lain ??????
Telah banyak marga Karo di berikan kepada orang lain dari suku KARO......namun 
apakah mereka semua yg telah di beri marga tersebut "masih ingat" dengan KARO 
?????????

Pemberian marga/beru kepada seseorang sesungguhnya di mulai dari "perjabun" , 
ketika pasangan suku Karo tersebut bukan berasal dari Karo, maka untuk 
"meletakkan" pasangan Karo tersebut pada tatanan adat Karo maka di berilah 
marga/beru kepada beliau.
Pemberian tersebut oleh dan hanya dikarenakan ada nya"PERJABUN/KAWIN" yang 
berarti adanya sebuah IKATAN yg tidak akan pernah "lepas" SELAMANYA.

Dipahami bahwa pemberian marga/beru tidaklah sama dengan pemberian gelar 
PAHLAWAN yg mana telah didahului oleh "pengabdian".
Janganlah pemberian marga/beru hanya di karenakan oleh "kerena" ada maunya.
"Andingen" bagi singuda nguda ras anak perana........anak perana kute kepar si 
reh ku jabunta erkiteken singuda nguda ibas jabunta.......tantangna reh "mis 
nge" si bereken mergana ??????? ntah kurung ntah labang, ntah surung ntah lang .

Mejuah juah dan sukses.



    

--- On Wed, 4/14/10, Alexander Firdaust <[email protected]> wrote:

From: Alexander Firdaust <[email protected]>
Subject: [tanahkaro] Maulana Pohan Jadi Marga Sembiring?
To: [email protected], [email protected], 
[email protected]
Date: Wednesday, April 14, 2010, 11:36 PM







 



  


    
      
      
      Masyarakat Karo Tabalkan Marga Sembiring kepada Maulana Pohan             
        
                                
                                
                                
                
                                
                                
                                        








Medan,  (Analisa)                 Sebagai
dukungan atas pencalonan pasangan Ir H Maulana Pohan MM dan Ahmad Arif
SE MM, Sabtu (10/4) malam masyarakat Karo Kota Medan memberikan marga
Sembiring terhadap Maulana Pohan dan drg Hj Sri Hartati Tanai, isteri
Maulana Pohan. 

Penabalan  marga ini dilakukan dalam pesta adat yang dihadari  lebih dari 2 
ribu  warga Karo di kota ini.                 Pesta
Adat bertajuk Gendang Guro-guro Aron ‘Mburo Ate Tedeh’ Masyarakat Karo
se-Kota Medan berlangsung di Wisma Tamsaka Jalan Jamin Ginting Medan.
Terdiri atas beberapa aktivitas adat yang berlangsung berupa, adat
penentuan orangtua dari Ir H Maulana Pohan MM dan drg Hj Sri Hartati
Tani. Dilanjutkan dengan penabalan marga sekaligus pengesahan sebagai
pemegang marga dan diakhiri dengan acara adat pembayaran utang adat
Karo Singalo Elu Emas.                 Ketua
Panitia pesta adat, Bangkit Sitepu menyatakan, kegiatan penabalan nama
yang berlangsung hingga dini hari ini, dilakukan sebagai bentuk
dukungan masyarakat Karo khususnya yang berasal dari marga Sembiring
dan Ginting, terhadap pencalonan Maulana Pohan-Ahmad Arif pada Pilkada
Kota Medan.                 "Kami sadar, hanya
dengan orang berpengalaman dan jujurlah Kota Medan ke depan dapat
menjadi lebih baik. Untuk membangun kedekatan itu pula kami menabalkan
nama terhadap Maulana Pohan," kata Bangkit Sitepu.                 Pesta Adat   
              Sebagai
wujud dukungan masyarakat Karo Kota Medan terhadap pencalonan pasangan
nomor urut 8 ini, pesta adat tersebut juga ikut dihadiri oleh tokoh
masyarakat Karo Kota Medan maupun tokoh masyarakat Karo nasional. Di
antara mereka terlihat hadir, Derom Bangun dan Budi Derita Sinulingga
juga sempat menjabat sebagai birokrat di Pemko Medan.                 Tokoh
masyarakat Karo Kota Medan, Budi Derita Sinulingga mengatakan dengan
pengalaman yang dimiliki Maulana Pohan-Ahmad Arif dalam pemerintahan
dan legislatif, Medan ke depan dipastikan akan lebih baik di bawah
kepemimpinan keduanya. Sehingga wajar bila masyarakat Karo mendukung
pencalonan mereka.                 "Saya kenal
Maulana Pohan selama 30 tahun sejak beliau masih baru menjadi PNS.
Beliau sosok birokrat yang pintar dan jujur dalam menjalankan
tugasnya," tegas Budi Derita Sinulingga yang pernah menjabat sebagai
Kepala Dinas PU dan Kepala Bappeda Kota Medan itu.                  Dalam
pesta adat tersebut pula, calon Wakil Walikota Medan Ahmad Arif yang
hadir bersama isteri, Hj Zulmawati SE juga diangkat sebagai tokoh
masyarakat Karo yang berasal dari non suku Karo. Dalam kesempatan itu
pula, kedua pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Medan periode
2010-2015 menarikan tarian adat Karo. (sug)
Sumber:http://www.analisad aily.com/ index.php? option=com_ 
content&view=article&id=51150:masyarakat -karo-tabalkan- marga-sembiring- 
kepada-maulana- pohan&catid=31:umum&Itemid=143

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke