Mejuah2 Mama MUG ras permilis...

A collective is a group of entities that share or are motivated by at least one 
common issue or interest, or work together on a specific project(s) to achieve 
a common objective. Collectives are also characterised by attempts to share and 
exercise political and social power and to make decisions on a consensus-driven 
and egalitarian basis. Collectives differ from cooperatives in that they are 
not necessarily focused upon an economic benefit or saving (but can be that as 
well). ->
 Wikipedia

Dibandingkan dg Toba, Minang dan Tionghoa bangsa Karo, menjadi urutan terakhir 
dr segi kemajuan bidang ekonomi, sosial dan politik???

Apakah kolektif-egaliter hanya sebuah utopia??? 

Kalau tidak di mana letak salahnya??

Mulai runtuhnya Kerajaan Aru (genosida jilid 1), dilanjutkan dengan pengalaman 
perang ketiga Panglima kesatuan (intelektual)  perang di Karo [seri, la 
siganjangen (Mama SSG)], akhirnya kita nilai sebagai kesalahan sejarah??? 
Termasuk pemberangusan Kebayakan (genosida jilid 2) hingga terjadi pembalasan 
(genosida jilid 3) terhadap jelata di tahun '65  dan hingga saat ini??? 
(Bandingkan kisah sama di Jawa)

"Labo teman sebaleng man cianen....", bage me nina ukurku. Amina gia labo usur 
sada arihta ras teman sebaleng. 


Primus Inter Pares ???

Primus inter pares (Latin) – 'the first among equals' or 'first among peers' – 
is a phrase which indicates that a person is the most senior of a group of 
people sharing the same rank or office.[1] When not used in reference to a 
specific title, it may indicate that the person so described is technically 
equal, but looked upon as an authority of special importance by their peers. In 
some cases it may also be used to indicate that while the person described 
appears to be an equal, they actually are the group's unofficial or hidden 
leader. 

http://en.wikipedia.org/wiki/Primus_inter_pares

Bagem lebe tambahenna, ibas kurang lebihna sintabi man kerina permilis.

B 16 AN

-----Original Message-----
From: "gintingmu" <[email protected]>
Date: Tue, 20 Apr 2010 06:38:32 
To: <[email protected]>
Subject: [tanahkaro] Re: Lolo??

Mejuah-juah kerina permilis sirulo.

'mbiar turah dukut maka la erjuma', sada kesatuan ibas pertentangan, proses 
dialektis hehehe . . .  Enggo ka bagi sibiasa tercakapken bas milista enda. 
Mencari 'balance' nina secara internasional, atau ndarami 'jerusalem simbaru' 
atau equillibrium nina Shodan Purba . Kita bas perdalanen, atau 'Karo belum 
selesai' (JRG), atau 'lolo' (Kikin Tarigan).  Kuja kin kedungen perdalanen enda 
ndai? Equillibrium adah ndai, balance. Janah enda labo ndekah, detik-detikan 
atau lebih lama sedikit, langsung berubah ka perdalanen equibrillium simbaru 
atau Jerusalem Simbaru. Megati kang bas tradisi aron Karo terjadi sekalak aron 
si lenga dung tegunna, encage kari idungina nimai pagina mulai ka tegun baru, 
bageme terus. Gundari kita bas 'posisi menanjak di kurva sigmoid', sedang 
nangkih.

Indigenous Cultural Psychology, bas konferensi internasional (Henndy Ginting). 
Enda seh ka nge kuakap pentingna bas 'kurva' perdalanen Karo enda ndai. 
Indigenous sideban misalna enggo lit terbahan kesimpulen kharakterna misalna 
bagi si enggo itulisken sekdaprovsu DR RE Nainggolan soal kalak Batak: "Orang 
Batak di bawah sadarnya menghayati kehidupan bagaikan perlombaan atau 
pertandingan, dan dia menginginkan kemenangan".  Enda 'dibawah sadar' nina 
Nainggolan, ertina labo kesedaran biasa, tapi subconscious, ertina punya 
kekuatan tersendiri yang menentukan perjalanan dan perkembangan tiap indigenous 
people yang kebanyakan tanpa disedari. Atau 'the unconscious thoughts that can 
only be recognized by its effects'  (Wikipedia). Adi sinehen arahna, jelas 
jenda `keluar'.  Salah sada dasar utama extroversi. 'Kemenangan' disini jelas 
bagi yang memperjuangkan, perjuangan keluar, terlihat memihak. 
Uga indigenous Karo? `Sikuning-kuningen radu megersing, siageng-agengen radu 
mbiring' nina. Jelas jenda arahna, 'kedalam' sebagai ciri dasar introversi, dan 
yang lebih menakjubkan lagi ialah sifat ini mengandung arti 'kemenangan' 
bersama artinya tidak memihak. 
Adi iperluas, indigenous Karo adalah masyarakat kolektif-egaliter, ibandingken 
indigenous Batak yang kolektif-hierarkis, atau kalak China yang 
individualis-hierarkis atau Minang yang individualis-egaliter. Nasib dan 
perkembangan semua etnis ini erat hubungannya dengan sifat-sifat 'subconscious' 
masing-masing. Banci siperdiateken kerina enda bas kehidupan sehari-hari.
Enda ka sitik tambahenku.
Bujur ras mejuah-juah
MUG

--- In [email protected], "Kikin Tarigan" <kikintari...@...> wrote:
Kongres Sarjana dan Cendekiawan Karo

Mejuah-juah Permilis

Lit ka sitek je bual2 arah YM ras impal Moshes Sitepu, ugamenda sibahan melala 
kel lolo dahintae.. Lit ka masalah pelestarian situs budaya, rumah, etnik, 
aksara, lit masalah gelar2 ras perang Karo encage obat2an tradisional ras si 
terakhir emekap ras psikologi Karo.

Meriah me tuhu adi melala gagasan bas jamburtae. Eme tandana kita nggo 'mulai' 
berkembang. Memang perbahan si IT me maka banci bangenda. Arah Mardingding nari 
pe nggo banci erdilo man kam si kuta kepar.

Amina gia lenga 'rulih' sada pe siding tae, enggo me teridah bayang2na. Lanai 
bo banci kuja.

Uga me ninta ngalatkenca dahin enda, adina lenga bo ita siidahen. Deba2 enggo 
me sibetehen, salingkata Abang Juara ginting paling2 tertolih2 ise ka nge 
sekale nimbaksa.... He he...payo meriah me siakap. 'Silent mayority' pe cirem2 
kang ngidah perlandek permilis e kerina. Si la ia tahan tah kappil kapna minter 
iya
ndarat. Saling kata impal Hendra Kaban demokrasi. Payo, kritik enda me anak 
kandung demokrasi enda ndai.

Tapi sampai kapan kita akan bertahan dalam situasi seperti ini?? Dahin muat 
lalana..., daging muat tauanna, penginget enggo terbatas.

Gundari, lit nge sada momentum kebangkitan, pada saat harapan dan percaya diri 
berada pada posisi menanjak di kurva sigmoid.

Saatnya mentransformasi gagasan ke dalam jalur2 program yg terukur dan 
terencana dalam pelembagaan.

Hukum alam, percepatan gagasan ini akan berangsur pelan, stagnan dan akhirnya 
terjun bebas seturut hitungan waktu.

Memang situasinya akan menimbulkan kecurigaan dan kekhatiran adanya politisasi 
dr gerakan ini. Tapi saling kata Iting mbarenda, "ula ban mbiar turah dukut 
maka la kam erjuma kempu....mberat kam kari..."


|
_||_ ®
\/\/



Kirim email ke