Setahun
Menjelang Berakhirnya Jabatan Bupati Karo Kantor-kantor Sepi, Disiplin
Melorot, Kalangan PNS Cari “Titik-aman” Isu mutasi besar-besaran Mei
2010 membuat kalangan PNS resahby Redaksi on April 23rd, 2010 
                
                                
        Kabanjahe (SIB)

Suasana lengang di lingkungan kantor bupati Karo Jalan Jamin Ginting,
Kabanjahe dan sejumlah kantor dinas, badan dan instansi lainnya milik
Pemkab Karo akhir-akhir ini terjadi. Hal serupa juga terjadi saat apel
gabungan setiap hari Senin di halaman kantor bupati yang biasanya
dihadiri ratusan pegawai, kini terhitung puluhan staf saja. Bahkan
bupati Karo pun terakhir ini disinyalemen jarang masuk kantor tidak
seperti tahun-tahun permulaan menjabat bupati.

Apakah karena masa jabatan bupati Karo Drs Daulat Daniel Sinulingga
yang akan berakhir tahun ini membuat sikap bupati atau kalangan pegawai
ini malas dan banyak “bolos” ini belum dapat dipastikan. Namun yang
pasti, kedisiplinan para pegawai dan kepala SKPD, Badan, Kantor dan
sejenisnya berubah total. Bahkan kalau bupati tidak masuk, jarang
terlihat mobil-mobil berplat “merah” di halaman kantor megah itu. Masih
segar dalam ingatan masyarakat dan khususnya kalangan PNS di lingkungan
kantor bupati Karo saat pertama kali Bupati Karo, 27 Desember 2005
silam seusai pelantikannya menjadi bupati bahwa, pejabat eselon II dan
III harus tinggal di Karo, hanya bertahan beberapa bulan saja dan
akhirnya (sampai kini-red) banyak pulang-pergi dari Medan-Kabanjahe.
Demikian juga bupati yang dulunya sebelum apel tiap hari sudah tiba di
kantor, kini sudah berubah.

Sejumlah pejabat eselon II, III dan IV yang dicoba dikonfirmasi SIB
beberapa hari terakhir ini, “no comment”. Paling tidak kami mencari
“titik aman” sehingga siapa pun nanti bupati terpilih tidak tergusur
jauh. Paling-paling berupaya untuk bersikap netral,” ujar sejumlah
pejabat ini berkomentar.

Resah

Di sisi lain, timbulnya suasana lengang pada jam-jam kerja di
lingkungan kantor bupati Karo ini diakui sejumlah pegawai karena rumor
adanya mutasi “besar-besaran” Mei 2010 mendatang dan rumor sejumlah
proyek “raksasa” termasuk pembangunan kantor bupati Karo yang
pembangunannya total berkisar Rp34 miliar dalam waktu dekat akan mulai
diusut pihak penegak hukum.

“Kalau memang ada mutasi silakan saja. Tapi jangan seperti memancing
ikan sebakut (lele-red). Gembur-gemburi lebe emaka kawili
(dikeruh-keruhkan dulu airnya baru dipancing-red). Kalau memang seorang
pejabat eselon atau kepala sekolah mau dimutasi, jangan dibuat-buat
permasalahan sebagai alasan perpindahan. Lagi pula mutasi atau
pergantian hal yang wajar terjadi dalam penyegaran tugas dalam instansi
mana pun,” ujar seorang pejabat eselon III dan beberapa guru di
lingkungan Diknas Karo. (M37/u)

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke