Minggu, 02/05/2010 13:22 WIB
Peringati Hardiknas, Mahasiswa Yogya Tolak Pendidikan Model AS
Bagus Kurniawan – detikNewsYogyakarta - Ratusan mahasiswa Yogyakarta dari 
berbagai elemen menggelar aksi memperingati Hari Pendidikan Nasional 
(Hardiknas) 2 Mei. Mereka menolak pendidikan model Amerika Serikat (AS) dan 
menuntut dikembalikannya pendidikan model Ki Hadjar Dewantara.

Aksi tersebut diantaranya dilakukan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas 
Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) 
Yogyakarta, Aliansi BEM Jogja (ABJ) dan Front Oposisi Rakyat (FOR) Indonesia.

Aksi KBM UST dimulai dari kampus di Jalan Kusumanegara menuju pendapa Taman 
Siswa di Jalan Taman Siswa Yogyakarta. Aksi FPPI di gelar di Bundaran Kampus 
Universitas Gadjah Mada. Sedang massa ABJ dan FOR Indonesia di depan Monumen 
Serangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949.

Dalam aksi itu massa mengangkat berbagai isu pendidikan seperti menolak 
komersialisasi dan liberalisasi pendidikan, dihapuskannya UU Sisdiknas 2003, 
dihapuskannya sistem ujian nasional (UN) dan pendidikan murah untuk rakyat.

Di halaman pendopo Taman Siswa dan di depan patung tokoh pendidikan nasional Ki 
Hadjar Dewantara, massa KBM UST sempat menggelar orasi dan menyanyikan lagu 
kebangsaan Indonesia Raya. Para peserta aksi mengkritik berbagai masalah 
mengenai pendidikan Indonesia terutama biaya pendidikan yang mahal sehingga 
tidak mampu dijangkau oleh rakyat kecil.

Salah seorang koordinator aksi, Bona, dalam orasinya menyatakan pendidikan
Indonesia sudah melenceng jauh dari harapan dan cita-cita bapak pendidikan
nasional Ki Hadjar Dewantara. Pendidikan Indonesia harus kembali pada model
pendidikan yang dikembangkan oleh Ki Hadjar yakni pendidikan yang bisa 
dinikmati oleh semua rakyat.

"Bukan pendidikan mahal yang hanya dinikmati oleh orang kaya. Pendidikan
sekarang ini sudah merupkan bentuk komersialisasi dan liberalisasi pendidikan," 
katanya.

Menurut dia, pihaknya juga mendukung dihapusnya UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) 
serta menolak adanya pengganti UU BHP. Selain itu pihaknya juga menolak sistem 
ujian nasional (UN) sebagai ukuran keberhasilan anak didik. 

"Tolak UN. Tolak semua pendidikan model Amerika, ganti pendidikan nasional 
dengan model Taman Siswa," ungkap Bona.

Usai menggelar aksi tersebut massa KBM UST melanjutkan aksinya menuju simpang 
Empat Kantor Pos Besar Yogyakarta untuk bergabung dengan peserta aksi lainnya.

Sementara itu, di kompleks Makam Wijaya Brata, Celeban Umbulharjo Yogyakarta, 
Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperingati Hardiknas dengan 
menggelar upacara dan tabur bunga di pusara makam Ki Hadjar Dewantara dan Nyi 
Hadjar Dewantara serta tokoh-tokoh Taman Siswa lainnya.

(bgs/fay) 



Kirim email ke