erga rimo uga gundari arah ena???????????? regards, bestman
________________________________ Dari: Alexander Firdaust <[email protected]> Kepada: [email protected]; [email protected]; [email protected] Terkirim: Kam, 22 Juli, 2010 01:15:22 Judul: [tanahkaro] Sayur Turun, Bahan Pokok Naik Sejak sepekan terakhir, harga sayur-mayur di sejumlah sentra pengumpul hasil pertanian Tanah Karo dan Pasar Berastagi mengalami penurunan. Hal itu dibenarkan seorang pedagang yang setiap hari mengirim sayur-mayur ke Brandan, Andi Ginting, kepada Global di Pasar Berastagi, Selasa (20/7). Menurutnya, harga cabai merah yang semula berkisar Rp 40.000 per kg, turun menjadi Rp 28.000 per kg. Begitu juga tomat, dari Rp 4.000 per kg menjadi Rp 3.000 per kg, wartel menjadi Rp 3.000 dari Rp 4.000 per kg, kol Rp 1.500 dari Rp 2.000 per kg, dan buncis Rp 2.000 dari Rp 2.800 per kg. "Hanya cabai rawit yang masih naik. Sekarang harganya mencapai Rp 25 Ribu per kilogram daris ebelumnya berkisar Rp 20.000 per kilogram," sebutnya. Ia menyatakan, penurunan harga tersebut akibat meningkatnya pasokan sayur-mayur di sentra penampungan, seperti di Pasar Berastagi. Selain itu, para petani sudah banyak kembali beraktivitas di ladang, setelah sempat disibukkan keperluan mengurus pendidikan anak-anaknya. Berbeda dengan sayur-mayur, harga bahan kebutuhan pokok, seperti beras, gula, dan minyak goreng, justru melambung. Seorang pengurus Koperasi Pujakesuma Berastagi, Edy, mengimbau instansi terkait, khususnya Dinas Perdagangan Karo, berperan aktif melalui pemantauan harga di berbagai pasar tradisional. Di Langkat, reporter Global, M Arfan Lubis, melaporkan, harga bahan pokok, sayur-mayur dan bahan bangunan di Pusat Pasar Stabat dan Tanjungpura, relatif stabil. Harga cabai merah yang sepekan lalu mencapai Rp 49 ribu per kg, kini hanya berkisar Rp 30 ribuan. Kadis Perindustrian dan Perdagangan Langkat, Drs T Nilfan Shahari, membenarkan terjadinya fluktuasi harga tersebut. "Ini akibat tidak seimbangnya permintaan dengan persediaan. Tapi, kenaikan masih dalam batas kewajaran," ungkapnya. Berdasarkan monitoring yang dilakukan pihaknya, Senin (19/7), diketahui harga beras ramos turun menjadi Rp 7.500 dari Rp 7.800 per kg, jenis IR mengalami kenaikan menjadi Rp 6.500 dari Rp 6.300 per kg, gula pasir Rp 10 ribu per kg, minyak goreng kemasan Rp 12 ribu, minyak goreng curah Rp 8.500 per kg, daging sapi Rp 60 ribu per kg, ayam ras Rp 18 ribu per kg, ayam kampung Rp 32 ribu per kg, telur ayam ras Rp 900 per butir, serta bawang merah naik menjadi Rp 20 ribu per kg dari sebelumnya berkisar Rp 15 ribu per kg. Ia mengaku akan melakukan operasi pasar bila kenaikan harga telah melampaui batas. Pihaknya juga akan meminimalisir kemungkinan adanya penimbunan dari para grosir maupun oknum spekulan. Sumber: http://www.harian- global.com/ index.php? option=com_ content&view=article&id=40867:sayur- turun-bahan- pokok-naik&catid=27:bisnis&Itemid=59 Salam Mejuah Juah Karo Cyber Community
