17/08/2010 07:35
Liputan6.com, Tanah Karo: Letak
Desa Namosuro sekitar 50 kilometer dari ibu kota Tanah Karo, Kabanjahe,
Sumatra Utara. Lokasinya berada di kaki bukit yang langsung berbatasan
dengan hutan register. Jumlah penduduknya sekitar 40 kepala keluarga
atau sekitar 200 jiwa.
Meski telah hidup di era teknologi maju, warga desa ini bisa dibilang
belum bisa merasakan kemajuan teknologi. Hingga kini, fasilitas yang
mereka dapatkan dari pemerintah sangat minim sekali. Listrik, misalnya,
sesuatu yang di kota besar merupakan kemudahan tapi di desa ini belum
masuk. Warga pun hanya bisa mengandalkan tenaga surya yang amat
terbatas. "Di kampung kami (listrik) belum masuk. Bahkan, rumah sakit
pun belum ada," kata Ndia Sembiring, Senin (16/8).
Sarana tranportasi jalan yang menghubungkan desa tersebut ke daerah lain
adalah potret kekurangan lainya. Jalan sangat sulit dilalui, apalagi
saat hujan yang bisa membuat mereka sama sekali tak bisa keluar dari
desanya. Padahal untuk mendapat sarana kesehatan dan sekolah, mereka
harus keluar dari desanya. Keadaan ini yang sering membuat pembangunan
di semua sektor menjadi terhambat.
Sentra perekonomian warga Namosuro adalah bertani. Namun, akibat sarana
transportasi tidak memadai, mereka sulit memasarkan hasil bumi karena
memakan waktu dan biaya yang tinggi. Akses perekonomian yang sulit,
memicu penambahan tingkat kemiskinan. "Beginilah keadaan kampungk kami
ini. Walaupun merdeka, tapi kayaknya belum merasakan kemerdekaan ini,"
ucap Rasmi Ginting.
Melihat kondisi yang masih dialami warga Namosuro diharapkan ditanggapi
serius pemerintah. Apa yang mereka keluhkah sangat menyentuh, khususnya
bagi sebagian orang di kota besar. Di hari ulang tahun kemerdekaan
Indonesia ke 65, selayaknya rasa merdeka sudah dimiliki setiap warganya
dimana pun mereka berada.(BOG)
sumber:
http://berita.liputan6.com/daerah/201008/291677/Desa.Namosuro.Masih.Tertinggal
Salam Mejuah Juah
Karo Cyber Community