Tanpa harus menyertakan sentiment pribadi dengan kata penjajah

Saya kira sangat wajar kita mengganti nama terung belanda atau terung jepan
menjadi terung berastagi.

 

Dalam bahasa inggris, biasanya aku terjemahkan terung berastagi sebagai
sweet eggplant. walaupun sebenarnya rasanya sering tidak manis.

Apa ad ide terjemahan terung berastagi ini dalam bahasa inggris juga?
Sehingga kita sepakat juga mendapat terjemahannya ke dalam bahasa inggris.

 

Sejak beberapa minggu lalu saya juga punya kebiasaan di kabanjahe menyebut
aqua sebagai juice Daulu. Kalau ini hanya canda-canda saja. tapi saya kira
bagus juga kalau ada sebutan nama lain dari aqua.

 

Salam,

Jusup penggemar juice daulu

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of [email protected]
Sent: Tuesday, August 24, 2010 8:40 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [tanahkaro] Re: Jangan Lagi Sebut Terong Belanda

 

  

Mengubah nama terung jepan atau terung belanda menjadi terung brastagi atau
terung karo, buat spanduk atau sticker / pamflet dan bagikan ke pedagang
terung "karo" .

Selamat


Salam,
Antoni Ginting

MyPhoneR

  _____  

From: "gintingmu" <[email protected]> 

Sender: [email protected] 

Date: Mon, 23 Aug 2010 19:42:27 -0000

To: <[email protected]>

ReplyTo: [email protected] 

Subject: [tanahkaro] Re: Jangan Lagi Sebut Terong Belanda

 

  


Sangat setuju dengan Ibu LT Djamin Ginting, mari kita rame-rame mengganti
nama 'terong penjajah' itu dengan nama Terong Berastagi. Patutnya memang
harus kita juga yang memulai, terutama orang-orang Karo yang tinggal di luar
Berastagi atau diluar Karo. 
Nama-nama buah lainnya juga perlu disertakan untuk diubah, seperti jeruk
Berastagi, markisah Berastagi dan juga sayur-sayurannya. 
Penggantian nama ini berpengaruh besar juga terhadap perkembangan industri
turism di Karo dan Sumut dan bahkan terhadap Indonesia umumnya, dan semakin
populer semakin tinggi juga harganya. 
Bujur
MUG

--- In [email protected] <mailto:tanahkaro%40yahoogroups.com> ,
Alexander Firdaust <daustco...@...> wrote:
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Di usianya yang kini 86 tahun, istri pejuang
kemerdekaan yang menentang Pemerintah Hindia Belanda di Tanah Karo, Ny LT
Djamin Ginting masih menyimpan rasa kekecewaan dan masih tersirat di dalam
hatinya. 

Kekecewaan itu terkait dengan penyebutan nama hasil tanaman dari Kabupaten
Karo yang dinilainya tidak cocok. Yakni, Terong Berastagi yang di pasaran
akrab disebut Terong Belanda.

Unik memang, tapi jika dicermati lebih dalam masuk akal juga apa yang selama
ini dikeluhkan istri mantan Pangdam I Bukit Barisan, Letjen Djamin Ginting
itu. Waktu itu, Ny.LT Djamin Ginting bersama keluarga makan di sebuah
restoran. Seorang pelayan datang menghampiri dan menanyakan menu apa yang
hendak dipesan. Setelah memesan makanan, pelayan itu pun menawarkan berbagai
aneka minuman juice buah-buahan kepadanya. Pelayan itu menawarkan jus Terong
Belanda kepadanya.

Wanita yang pernah menjadi anggota MPR RI dua periode dari Partai Golkar
(1978-1983, 1983-1988) itu pun terkejut mendengarnya, lalu tersirat dalam
hatinya, mengapa buah yang dihasilkan dari dataran tinggi Karo tersebut
diberi nama terong Penjajah, yaitu Terong Belanda dan Terong Jepang.

"Buah itu kan dihasilkan dari Tanah Karo, mengapa tidak diberi nama Terong
Tanah karo atau Terong Berastagi. Mengapa harus Terong penjajah
(Belanda-Jepang red)," ucapnya kepada Tribun Medan.

Seorang wanita pejuang yang berangkat dari pribadi guru sederhana itu kini
berharap agar masyarakat jangan lagi menyebut Terong Belanda maupun Terong
Jepang. Tambahnya lagi, perusahaan yang memproduksi buah tersebut menjadi
aneka minuman segar agar kiranya mulai mempopulerkannya dengan nama Terong
Berastagi atau Terong Tanah Karo.

Terong Berastagi adalah buah yang banyak ditemukan di dataran tinggi yang
dingin. Buah ini banyak ditemukan di Sumut, terutama Kota Berastagi,
Kabupaten Karo. Bentuknya oval sebesar telur ayam. Waktu muda warnanya
kuning, saat matang warnanya berubah menjadi keunguan. Rasanya asam,
biasanya dibuat jus, namun bisa juga dikonsumsi langsung sebagai buah segar.

Selain kaya akan air, buah tersebut mengandung provitamin A yang bagus untuk
kesehatan mata dan Vitamin C untuk mengobati sariawan dan meningkatkan daya
tahan tubuh. Di pasar buah Kota Berastagi, buah tersebut banyak dijual,
harganya juga beraneka macam, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 15 ribu. Jika
Anda sedang bertandang ke daerah dataran tinggi Karo, tepatnya Berastagi,
jangan lupa singgah dan cicipi Terong Berastagi. (*)

Sumber:
http://www.tribunnews.com/2010/08/23/jangan-lagi-sebut-terong-belanda

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



<<image001.jpg>>

<<image002.jpg>>

Kirim email ke