Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum wr.wb.
Betapa merusaknya dongeng tentang Haruut dan Maaruut telah ditunjukkan
oleh Dr. Hamka dalam Tafsirnya "Tafsir Al-Azhar" juzu I halaman 229-235
tahun 1967. Tetapi dalam Tafsir itu tidak diceritakan bagaimana
kejadian yang sebenarnya . Berikut ini adalah pembahasan ruhaniyah yang
dikemukakan oleh Imam Jemaat Ahmadiyah Khalifatul Masih II, Hazrat
Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad tentang siapa sebenarnya Haruut dan
Maaruut itu.
Cuplikan dari "The Holly Qur'an with English Translation and
Commentary" , Volume I, (part I) , page 156-160, Second Edition,
Oriental and Religion Publishing Corporation Ltd, Rabwah, 1964.
2/2] SIAPA HARUUT DAN MAARUT ? [ lanjutan]
Dengan sendirinya ketika kaum Yahudi melihat bahwa segala usaha mereka
untuk membendung kemajuan Islam telah gagal sama sekali, mereka
berusaha dengan berbagai cara untuk membangkitkan permusuhan para
pembesar Persia terhadap Rasulullah SAW dan sebagai hasilnya maka
Chosrus II mengirim surat kepada Gubernur Yaman dengan perintah untuk
menangkap dan mengirimkan orang Arab yang mengaku Nabi dan Rasul itu
kepadanya.
Tetapi ketika utusan itu Gubernur itu datang kepada Rasulullah SAW,
maka beliau meminta mereka datang lagi pada keesokan harinya. Ketika
itulah Rasulullah SAW mengatakan kepada mereka bahwa Tuhan telah
mengabarkan kepada beliau, bahwa Dia telah membunuh raja mereka.
Dengan kabar itu mereka kembali ke Yaman dan menceritakan kepada
Gubernur tentang peristiwa yang mereka alami. Beberapa hari kemudian ,
Gubernur menerima surat dari Cyrus putera Chosrus II itu, yang
menrangkan bahwa ia telah membunuh ayahnya karena kekejamannya yang
sewenang-wenang dan kepada Gubernur itu ia memerintahkan berikut semua
kepala-kepala pemerintahan di Yaman harus memperbarui sumpah kesetiaan
kepadanya dan bahwa perintah ayahnya mengenai seorang Arab itu harus
dianggap telah dibatalkan (Tabari, III, 1573-1574).
Beberapa ahli sejarah, termasuk Tabari sendiri beranggapan bahwa adalah
surat Rasulullah SAW kepada Raja Persia dengan seruan kepadanya untuk
masuk Islam yang menyebabkan adanya perintah untuk menangkap Rasulullah
SAW. Tetapi dengan memperbandingkan tanggal-tanggal kejadian tersebut
diatas maka terbukti bahwa anggapan itu keliru. Sebab seperti bisa
dibaca dalam "Zurqani" (II, 211-212) surat yang bersangkutan dikirimkan
dari Medinah pada tanggal 1 Muharram tahun ke 7 Hijrah, bertepatan
dengan 12 April 628 Masehi (Lane dibawah kata "hijrah"), sedangkan
Chosrus II yang mengirim surat perintah penangkapan Rasulullah SAW itu
telah dibunuh pada tanggal 29 Februari 628 Masehi (Historian's History
of the World, VIII, page 95).
Jadi anggapan bahwa surat Rasulullah SAW menjadi penyebab perintah
Chosrus II itu tidak dapat diterima . Adapun kemungkinan sebab satu-
satunya dari perintah keji Kisra itu ialah bahwa pendengarannya telah
diracuni oleh berita-berita khianat , dimana kenyataan itu diakui oleh
Sir William Muir (life of Muhammad, page 370).
Usaha-usaha dari orang-orang Yahudi itulah yang dimaksudkan oleh Al-
Qur'an Suci dalam ayat yang sedang dibahas. Juga ayat itu menujukkan
bahwa kaum Yahudi itu sangat bodoh kalau beranggapan bahwa dengan cara
itu mereka akan berhasil. Perhatian mereka ditarik kepada kenyataan,
bahwa mereka telah bertanggung jawab terhadap dua komplotan mereka.
Yang pertama, adalah komplotan terhadap Nabi Sulaiman a.s. ketika
beberapa anggota masyarakat Yahudi memberontak, melancarkan komplotan-
komplotan dan membangkitkan kebencian terhadap beliau dengan menuduh
beliau kafir, sedangkan orang-orang kafir adalah yang menentang beliau
dengan mendirikan perserikatan-perserikatan rahasia dimana diajarkan
tanda-tanda dan perlambang rahasia. Tetapi orang-orang Yahudi itu
menuai sendiri buah dan hasil buruk dari rencana-rencana kotor mereka .
Kekuasaan mereka hancur lebur dan akhirnya mereka menjadi begitu lemah,
sehingga mereka menjaditawanan dan buangan dipengasingan Babylonia.
Riwayat tentang persekutuan-persekutuan rahasia orang-orang Yahudi ini
dan tanda-tanda serta perlambang-perlambang khianat seperti disinggung
dalam ayat ini, dikuatkan juga oleh Bibel (I Raja-raja 11:1-6) ,
dimana bisa kita baca bahwa serangan penyembah berhala dilancarkan
meluas terhadap Nabi Sulaiman a.s. Penuturan mengenai musuh-musuh
beliau terdapat dalam Bibel (I Raja-raja 11:14, 23,26 ) dan
singgungan tentang komplotan rahasia dapat dijumpai dalam II Tawarikh
10:2-4, dimana kita diberi tahu bahwa orang-orang Yahudi mendatangkan
Yerobeam, musuh besar Nabi Sulaiman a.s. segera sesudah beliau wafat
dan telah memaksa putera Nabi Sulaiman a.s. untuk menyetujui beberapa
tuntutan mereka, termasuk tuduhan-tuduhan terhadap Nabi Sulaiman a.s.
sebelum ia menaiki singasana kerajaan. Kita mengetahui tanda-tanda
rahasia itu dari I Raja-raja 11:29-32, dimana kesepuluh suku Bani
Israel diumpamakan 10 potong pakaian dan kepada Yerobeam dikatakan
bahwa kesepuluh suku itu memihaknya melawan Nabi Sulaiman a.s. Dan hal
ini terbukti sebab pada waktu beliau wafat ,kesepuluh suku itu
mengangkat Yerobeam sebagai raja mereka (I Raja-raja 12:20).
Demikian pula keterangan Al-Qur'an Suci tentang kekafiran musuh-musuh
Nabi Sulaiman a.s. dikuatkan pula oleh II Tawarikh 11:15, dari mana
kita dapat mengetahui bahwa musuh-musuh beliau itulah yang dengan palsu
menuduh beliau telah menjadi kafir dan mereka itu sendirilah yang
menjadi penyembah berhala, ketika mereka memperoleh kekuasaan.
Disamping kesaksian Bibel, juga ada bukti lain yang memperlihatkan
bahwa pada masa Nabi Sulaiman a.s. ada perkumpulan rahasia yang
berusaha melawan beliau. Suatu riwayat lama yang beredar dizaman
pertengahan mengatakan bahwa diantara anggota-anggota perkumpulan
rahasia menunjukkan Nabi Sulaiman a.s. merasa kesal terhadap
kecerdasan yang ulung dari Hiram , seorang arsitek kepala yang
mendirikan bangunan kuil di Yerusalem. Diriwayatkan bahwa beliau
berusaha untuk membunuh pemahat ulung itu dengan melemparkannya ke
dalam pasu pengodokan cairan kuningan , tetapi ia diselamatkan oleh ruh
moyangnya, Cain, yang meramalkan bahwa akhirnya kaumnya akan
mengungguli musuhnya. Tetapi akhirnya menurut riwayat, Nabi Sulaiman
berhasil juga membunuhnya. Diriwayatkan bahwa ia telah menetapkan tanda-
tanda rahasia tertentu yang merupakan keghaiban yang hanya diketahui
oleh dia sendiri dan sekutu-sekutunya (Secret Societies of the World,
jilid II, hal 1-8). Karena buku aslinya tidak dapat diperoleh,
penunjukan itu ialah kepada terjemahananya dalam bahasa Urdu.
Diketahui pula dari kitab itu bahwa sebelum masa pemahat-pemahat resmi,
tanda-tanda yang dipergunakan disemua cabang perkumpulan itu sudah
umum diantara pemahat-pemahat dizaman Nabi Sulaiman a.s. (hal 11) dan
bahwa pada pentahbisan , peristiwa Hiram itu dituturkan kepada anggota-
anggota baru (hal. 29-30). Sekalipun tak dapat dipercayai seluruhnya
dongengan itu, sedikitnya membawa kita kepada kesimpulan bahwa dengan
satu atau lain cara perkumpulan-perkumpulan itu bertalian dengan
pemerintahan Nabi Sulaiman dan sangat populer dizaman beliau.
Kejadian kedua, dimana menurut Al-Qur'an Suci kaum Bani Israel
membentuk perkumpulan-perkumpulan rahasia ialah pada masa mereka hidup
sebagai tawanan perang Babylon. Tetapi pada saat itu mereka tidak
bertindak melawan seorang Nabi, malahan sebaliknya mereka sedang
berusaha dibawah pimpinan dua orang, yang dengan mentaati perintah
Ilahi berdaya upaya melaksanakan pembebasan kaum Bani Israel. Tugas dua
orang itu ialah "menyobek dan menghancurkan" kerajaan musuh Bani
Israel. Orang-orang suci itu menerangkan kepada para anggota baru
pada saat pentahbisan bahwa mereka berdua adalah semacam percobaan atau
ujian dari Tuhan untuk memisahkan yangh baik dari yang buruk , dan
bahwa kaum Bani Israel hendaknya jangan menolak untuk mempercayai apa
yang mereka katakan berdua, sebab sikap demikian akan membawa kepada
kekafiran.
Dalam ajaran mereka dibuat perbedaan antara pria dan wanita dan mereka
hanya menerima pria saja sebagai anggota (hal ini adalah kebiasaan
lama yang terdapat pada perkumpulan rahasia). Demikian pula dikatakan
bahwa para anggota pengikut dua orang suci itu melancarkan gerakannya
hanya terhadap mereka yang yang dihukum dimana Tuhan telah
memerintahkan kepada anggota-anggota itu.
Dalam riwayat ini Al-Qur'an merefer kepada masa ketika Raja
Nebukadnezar membawa orang-orang Yahudi sebagai tawanan ke Babylon dan
menyekap mereka disana untuk beberapa waktu lamanya. Orang suci yang
dimaksud dalam ayat yang sedang dibahas adalah Nabi Haggai a.s. dan
Zakaria , putera Iddo (Ezra 5:1). Ketika Cyrus, raja Media dan Persia
memegang kekuasaan, orang-orang Bani Israel mengadakan persetujuan
rahasia dengannya dan memberikan bantuan yang sangat memudahkannya
menaklukkan Babylon. Sebagai imbalan atas jasa itu bukan ia
mengizinkan mereka kembali ke negara mereka, bahkan membantu mereka
mendirikan kuil mereka kembali (Historian's History of the World, II,
126).
Sesudah mengatakan bahwa orang-orang Yahudi dizaman Rasulullah SAW
mengikuti cara-cara yang sama seperti yang dilancarkan para pemberontak
pada zaman Nabi Sulaiman a.s. dan yang kemudian dijalankan oleh orang-
orang Yahudi dibawah pimpinan dua orang suci di Babylon , maka dengan
sendirinya harus dinyatakan disini hasil akhir dari usaha mereka
terhadap Rasulullah SAW, sebab dalam dua kejadian dahulu itu mereka
mendapatkan hasil yang sangat berbeda. Pada kejadian pertama, karena
tujuan kaum Bani Israel dilancarkan terhadap seorang Nabi Allah , maka
usaha mereka berakhir dengan kehilangan kebesaran mereka dan akhirnya
mereka diangkut sebagai tawanan dan buangan ke Babylon. Pada kejadian
yang kedua mereka menyelenggarakan usaha yang sama dibawah pimpinan dua
orang suci yang mendapat petunjuk dari Allah SWT dan mereka mencapai
kemenangan. Maka itu untuk menunjukkan apakah usaha orang-orang Yahudi
terhadap Rasulullah SAW akan menjumpai kegagalan seperti yang telah
mereka alami di zaman Nabi Sulaiman a.s. atau akan berakhir dengan
kemenangan seperti di Babylon, Al-Quran Suci berkata: "mereka ini
belajar yang mendatangkan mudharat kepada mereka dan tidak bermanfaat
bagi mereka" yang mengisyaratkan bahwa mereka tidak akan memperoleh
kemenangan seperti di Babylon.
Sesuai dengan itu, akibat dari usaha jahat mereka terhadap
Rasulullah SAW, bahwa Kisra Persia-satu-satunya pendukung mereka-
menjumpai kematiannya ditangan anaknya sendiri dan mereka sendiri
diusir dari Arabia dimasa Hazrat Khalifah Umar r.a. Pada bagian
penutup dari ayat itu, Tuhan menambahkan: " dan sesungguhnya mereka
mengetahui , bahwa barangsiapa berdagang dengan "cara" ini , tiada
kebaikan diakhirat", yang berarti bahwa komplotan jahat tak pernah
berhasil pada akhirnya. Ungkapan terakhir "sekiranya mereka
mengetahui", memberi keterangan yang jelas bahwa alangkah kerasnya
Tuhan menginginkan agar makhluknya senantiasa menempuh jalan yang lurus
dan tidak disesatkan oleh orang-orang yang jahat. (Dikutip dari Majalah
Sinar Islam, Fatah 1354 HS, Desember 1975).
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin
Jalan Rambutan B-32,
Telp. (+62-0765) 93072 Duri 28884
Riau Daratan INDONESIA
-----------------------------------------------------------------------
[EMAIL PROTECTED]
-----------------------------------------------------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER.
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE.....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come.....
For further detail contact Ahmadiyya Mission over the world.
-----------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]