[Abah Hilmy wrote:]
>Adalah berbeda orang yang mau sekolah dengan yang tidak mau sekolah.
>Tetapi kalau setelah dia mau sekolah kemudian tidak lulus ujian,
>dia tidak disebut TIDAK MAU SEKOLAH tetapi ia disebut TIDAK
>LULUS UJIAN dalam sekolah.
>
>Demikian juga berbeda antara orang yang mau menjadi hamba dari hawa nafsu
>dengan orang yang tidak mau berhamba dengan hawa nafsu, namun dalam
>perjalanannya
>tidak disadarinya +ACI-kepeleset+ACI- jadi mengikuti hawa nafsu.

Assalaamu 'alaikum wr. wb.

Biarin kang Abah dikeroyok untuk menjelaskan definisi Kafir & Syirik
sekaligus. :-)

Menarik sekali analogi nggak mau sekolah (= Syirik = menghamba kepada
hawa nafsu), dengan nggak lulus ujian (kadang kepleset menuruti hawa
nafsu).
Jadi ketika kadang saya bertindak menuruti hawa nafsu jangan sebut saya
syirik donk... bener kan?

Ya, udah kalau pengertian perbuatan syirik itu untuk orang yang
menghamba kepada hawa nafsu dan bukannya perbuatan orang yang kadang
kepleset menuruti hawa nafsu maka saya akan terima pengertian syirik
yang begini ini..... Karena jelas-jelas di AlQuran syirik itu tak
terampuni.

Dengan definisi yang diperketat begini barangkali bahkan sedikit sekali
orang yang bisa disebut syirik. Kebanyakan orang kan cuman terpeleset
saja (nggak lulus salah satu ujian) -- meski kadang keseringan kepleset
dari nggak keplesetnya maka tidak bakalan jatuh pada perbuatan syirik
kan? Jadi masih bisa minta ampun kan !!!

>Wassalaamu 'alaikum wr. wb.

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke