At 09:57 AM 21-04-1999 +0700, you wrote: >Kisah yang menarik.... > >> -----Original Message----- >> >> From: [EMAIL PROTECTED] [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] >> Sent: Friday, April 16, 1999 2:39 PM >> To: [EMAIL PROTECTED] >> Subject: RE: [balita-anda] telinga balita >> >> KITA SEMUA ADALAH TEMPAYAN RETAK >> Seorang tukang air di India memiliki dua tempayan besar; masing-masing >> tergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawanya menyilang >> pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang >> satunya lagi tidak. >> >> Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air >> penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, >> tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh. Selama dua >> tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa >> satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan >> yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat >> menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang >> malang itu merasa malu sekali akan ketudaksempurnaannya dan merasa >> sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang >> seharusnya dapat diberikannya. >> >> Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan >> retak itu berkata kepada si tukang air, "Saya sungguh malu pada diri >> saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu." >> >> "Kenapa?" tanya si tukang air. "Kenapa kamu merasa malu?" "Saya >> hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari >> yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya >> telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah >> majikan kita. Karena cacadku itu, saya telah membuatmu rugi," kata >> tempayan itu. >> >> Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam >> belas kasihannya, ia berkata, "Jika kita kembali ke rumah majikan >> besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang >> jalan." >> >> Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak >> memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di >> sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada >> akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya >> telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si >> tukang air atas kegagalannya. >> >> Si tukang air berkata kepada tempayan itu, "Apakah kamu >> memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tapi >> tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang >> tidak retak itu? Itu karena aku selalu menyadari akan cacadmu dan aku >> memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang >> jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata >> air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah >> dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. >> Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias >> rumahnya seindah sekarang." >> >> Setiap dari kita memiliki cacad dan kekurangan. Kita semua >> adalah tempayan retak. Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang >> terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah >> kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. >> Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita. >> > > > >------------------------------------------------------------------------ >@Backup - #1 Online Backup Service Free for 30 days >INSTALL now and win a Palm Pilot V! >http://clickhere.egroups.com/click/137 > > >eGroup home: http://www.eGroups.com/list/pk-timur >Free Web-based e-mail groups by eGroups.com > --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
