----- Original Message -----
From: Ummu Ja'far - <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, April 22, 1999 04:23 �
Subject: [Sabil] Solo2


>
> > Kepada Yth:
> > IKHWAN FILLAH
> > DI TEMPAT
> >
> >
> > Assalamual'aikum wr. wb.
> >
> > LPPI juga menerima hal yang sama dengan saudara Agung Supriyanto,
> > mengenai "SIDANG TERTUTUP PARA TOKOH KRISTEN DI SMK SIMO BOYOLALI
> > (Sebuah kesaksian)" bahkan LPPI sudah pula mendapatkan konfirmasi
> dari
> > denny<[EMAIL PROTECTED]> yang isinya menyatakan kebenaran surat
> > pengakuan tersebut, sebagaimana kami Forwad disini.
> >
> > Bahkan menurut salah satu sumber kami, salah seorang lulusan ngruki
> > juga sudah melakukan re-chek ke Solo, dan hasilnya mendukung
> kebenaran
> > pengakuan tersebut.
> >
> > Jumat ini 16 April 1999 di Solo akan dilakukan Tabligh Akbar setelah
> > salat Jumat, sehubungan dengan kasus Simo tersebut. Rencana Solo
> akan
> > dijadikan Ambon kedua memang bukan sekedar basa-basi. Hanya
> kekuasaan
> > dan kekuatan Allah-lah yang membuat rencana itu "tertunda".
> >
> > Oleh karena itu umat Islam itu umat Islam harus tetap waspada,
> > terutama mereka yang tinggal dikawasan 'seimbing' seperi : Ambon,
> Solo,
> > dan sebagainya. Sebab bila di suatu komunitas jumlah penduduk
> Islamnya
> > lebih banyak (mayoritas) pembantian seperti di Ambon dan Tual tidak
> > akan terjadi.
> >
> > Wassalam
> >
> > LPPI JAKARTA
> >
> >
> > Kepada
> > Bapak : Amien Jamaluddin
> > Di LPPI Jakarta
> >
> >
> > Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh..
> >
> > Surat konfirmasi antum via E-mail sudah saya terima.
> > Saya termasuk saksi dalam proses persaksian tersebut.
> > Secara hukum (Indonesia) barang kali banyak kekurangan (cacat),
> karena
> > kurangnya bukti, saksi dan sejenisnya. Akan tetapi itu menurut saya
> wajar,
> > karena memang ikutnya saksi dalam pertemuan tersebut tidak
> direncanakan
> > sejak awal, melainkan sebuah kebetulan karena keteledoran penjaga
> rapat
> > pertemuan. Disamping  saksi tersebut yang tidak memahami ilmu
> inteljen
> > menjadikan ia kurang peka terhadap hal-hal lain seperti mencatat
> nomor
> > plat
> > mobil, nama pastor/pendeta dll.
> > Berikut kronologinya :
> > Bahwa pada hari/tanggal : Selasa, 30 Maret 1999 saya menjumpai salah
> > seorang anggota keluarga saya di Simo Boyolali,  kemudian
> menyelesaikan
> > sebuah urusan, Ketika selesai dengan urusan tersebut, saya merasa
> harus
> > buang air kecil. Maka segera saya berjalan kesana-kemari untuk
> mencari MCK
> > disekitar pasar Simo Boyolali. Kebetulan tempat tersebut sangat
> sepi,
> > waktu
> > itu menunjukkan pukul 13.00 WIB. Ketika saya dapatkan seorang Bapak
> > penyapu
> > pasar sedang bekerja, saya bertanya kepadanya ; "Pak, apakah disini
> ada WC
> > umum ?", Bapak tersebut menjawab sambil menunjukkan kearah belakang
> pasar,
> > sehingga sayapun segera pergi kearah tempat yang dimaksud. Ketika
> tiba
> > ditempat dimaksud, saya menjadi kaget dan heran sebab ditempat
> tersebut
> > ternyata lokasi pendidikan Kristen SMK Simo dan dilokasi yang sunyi
> > tersebut kiranya banyak mobil yang di parkir (sedan, jib, kijang).
> > Ditengah
> > keheranan tersebut, saya didekati oleh tiga pemuda berambut gondrong
> dan
> > berkalung salib -rupanya mereka pengawal depan sebuah acara
> pertemuan
> > penting-  dan bertanya kepada saya ; "Lho mas, kok datang
> terlambat"?
> > secara spontan saya menjawab : "Soalnya saya tadi ada acara".
> > Tanpa curiga sedikitpun, saya diantarkan masuk kesebuah ruangan
> pertemuan
> > didua kelas yang bersambung disekolah tersebut. Semula saya sangka
> ada
> > sebuah pengajian Islam, karena beberapa kali terdengar kata-kata
> Islam....
> > Dari kronologi tersebut, dapat kita simpulkan bahwa : Saksi secara
> tidak
> > sengaja mengikuti acara tersebut sehingga tidak ada
> persiapan-persiapan
> > -ala inteljen- sebelumnya.
> >
> > Sampai sekarang saya meyakini atas akurasi berita tersebut. Ada
> beberarapa
> > alasan :
> > 1. Dia (saksi) telah bersumpah atas nama Allah.
> > 2. Dia (saksi) pernah menjadi murid saya di sebuah Pesantren.
> > 3. Dia (saksi) telah sekitar 6 tahun belajar di pesantren.
> > Ringkasnya, bahwa jaminan akurasi dari berita tersebut adalah
> kepercayaan
> > (kredibilitas). Jika diperlukan kami berani untuk mempertemukan
> antum
> > dengan saksi, tapi dengan syarat ; Ada jaminan dari antum dengan
> nama
> > Allah
> > untuk menjaga keamanan fihak saksi, mengingat resiko bagi saksi
> cukup
> > besar. Disamping lembaga pendidikan (tempat ia belajar) yang tidak
> ingin
> > menjadi fokus perhatian.
> >
> > Disamping itu ada juga data-data pendukung yang selama ini
> berkembang di
> > Solo, seperti ; Didatanginya PP. Isy Kariman Tawangmangu oleh
> beberapa
> > orang bermobil dengan menunjukkan senjata -kejadian ini terjadi dua
> kali
> > dan diantara mereka ada yang mengenakan jilbab kemudian dilepas
> ditempat
> > tersebut. Lebih jelasnya silahkan konfirmasi ke Ustadz Wahyuddin di
> PP. Al
> > Mukmin Ngruki Solo-. Juga informasi tentang orang-orang Kristen yang
> > latihan militer di Tawangmangu. Dan masih banyak informasi lain yang
> kami
> > masih terus tabayyun. Yang jelas data-data tersebut sedang digali
> oleh
> > ikhwan-ikhwan di FPIS (Front Pemuda Islam Surakarta). Isu
> > sepotong-sepotong
> > yang banyak beredar di Solo selama ini menjadi semakin jelas, utuh
> dan ada
> > korelasi dengan substansi yang tertulis dalam kesaksian tersebut.
> Pada
> > tanggal 1 April 1999 Emha juga mengatakan didepan ribuan pengajian
> Padang
> > mBulan bahwa menurut informasi yang ia dapatkan yang kemungkinan
> meletus
> > kerusuhan adalah : jalur Yogya, Solo, Ngawi, Madiun kemudian Kuala
> Kapuas
> > dan Banjarmasin.
> >
> > Bapak Amien... Saya berharap dari Jakarta ada lembaga yang melakukan
> > investigasi terhadap isu yang berkembang di Solo. Barangkali bisa
> lewat
> > jalur FPIS, syukur kalau hasil investigasi tersebut dapat disiarkan
> di
> > media massa (Abadi atau yang lainya) mengingat sebagian Ummat Islam
> di
> > Surakarta -bahkan tokohnya- menyangsikan informasi berharga ini
> bahkan
> > menuduh isu dari provokator yang pengusutannya mereka serahkan ke
> aparat.
> > Namun demikian, ada hikmah dibalik selebaran ini, Ummat Islam
> Surakarta
> > jadi bersiap-siap untuk menghadapi segala kemungkinan dan harapan
> kita,
> > fihak Nasranipun menggagalkan rencana-nya di Surakarta, karena sudah
> > tercium oleh Ummat Islam. Yang masih saya sedihkan adalah
> ikhwan-ikhwan di
> > Madiun yang saya belum tahu apakah mereka mengetahui bahwa daerah
> mereka
> > juga rawan provokator. Yang pasti sejarah PKI yang gagal hendak
> > memberontak
> > di Solo beralih ke Madiun.
> >
> > Sekian, apa yang dapat saya sampaikan mudah-mudahan Allah selalu
> > melindungi
> > kita. Jika ada hal yang penting silahkan hubungi lagi dan salam saya
> buat
> > Ustadz Farid Ahmad Okbah.
> >
> > Solo, 7 April 1999
> >
> >
>
>
> ______________________________________________________
>
> ------------------------------------------------------------------------
> V-Tech Computer For Kids! Challenge your kids with activities in math,
> trivia, vocabulary, spelling, grammer!  Looks just like your PC! No-
> Hassle Returns*Satisfaction Guaranteed*Only $90.00 Free Freight in US
> http://clickhere.egroups.com/click/144
>
> eGroup home: http://www.eGroups.com/group/sabili
> http://www.eGroups.com - Simplifying group communications
>
>
>



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke