Assal�mu 'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.

LATIHAN KESEPULUH

Kita sudah mendekati akhir rangkaian latihan karena seri ini akan
berakhir pada Latihan ke-12. Latihan terdahulu difokuskan pada
pembentukan kemampuan pemusatan pikiran. Mulai latihan ke-9 yang lalu
kita sudah mulai menerapkannya pada shalat meskipun baru sebatas
visualisasi tulisan. 

Kini kita mencoba memusatkan perhatian pada aspek-aspek lain.
Sesungguhnya banyak hal dalam shalat yang dapat kita jadikan sasaran
pemusatan perhatian. Kali ini, mari kita mencoba memusatkan perhatian
pada bunyi bacaan shalat. Untuk sementara, abaikan saja arti setiap
bacaan karena minggu depan kita baru akan melatihnya. Sejak awal
sampai akhir shalat, curahkan sepenuh perhatian pada bunyi setiap
bacaan. 

Bunyi apa yang dimaksud? Sementara imam melantunkan bacaan shalat,
baik imam itu orang lain maupun kita sendiri, perhatian kita curahkan
kepada suara imam.  Kalau imam membaca dalam hati, atau kita shalat
sendirian, timbulkan bunyi perlahan dan curahkan perhatian pada bunyi
yang kita buat sendiri itu. Dalam berjamaah, jangan menimbulkan bunyi
yang terlalu keras sehingga mengganggu orang lain. Bunyi dapat
dihasilkan dengan berbisik mendesah perlahan, atau berbicara perlahan
hingga menimbulkan getaran di dalam dada. Meskipun perlahan dan tak
terdengar oleh orang di sebelah kita, jika kemampuan konsentrasi kita
telah terbentuk, bunyi itu dapat terdengar bagaikan keluar dari
pengeras suara dengan volume penuh. Kalau perlu, kita tidak usah
mengeluarkan bunyi apapun, tetapi kita membayangkan sedang mengucapkan
bacaan itu dengan keras.

Titik penekanan dalam latihan ini ialah pemusatan sepenuh perhatian
pada bunyi setiap bacaan TANPA ADA BAGIAN YANG TERLEWATKAN DARI
PERHATIAN.

Setelah shalat, kita melakukan latihan improvisasi dengan menggunakan
daya sugesti. Sesudah membaca doa, tetaplah duduk, dan baca Al
Fatihah. Bayangkan, bunyi bacaan anda menggelegar ke angkasa dan
terdengar oleh Sang Pencipta seluruh makhluknya. Segala pujian dan
permohonan dalam surat itu sampai kepada Allah dan disaksikan oleh
semua makhluk termasuk para malaikat. Bayangkan, sebagai respons
terhadap bacaan kita itu, berkas cahaya terang memancar dari segala
penjuru, menerangi diri anda. Cahaya itu adalah cahaya petunjuk dari
Allah. Cahaya itu menebus tubuh kita dan tubuh kita menjadi bercahaya
karenanya. 

Bayangkan, dengan tubuh bercahaya itu kita berjalan-jalan; ketika
bertemu orang yang menderita dan perlu pertolongan, dengan cahaya itu
kita hapus penderitaannya; ketika menemui orang yang sedih, dengan
cahaya itu kita buat ia tersenyum bahagia; ketika bertemu orang
miskin, dengan cahaya itu kita buat orang itu berpenghasilan cukup;
ketika bertemu dengan orang sakit, dengan cahaya itu kita buat ia
segar-bugar. 
Kalau anda tidak puas dengan titik yang saya pasang pada kalimat
terakhir ini, anda boleh mengubahnya menjadi koma dan menyambungnya
dengan kebajikan-kebajikan lain yang mendatangkan ridha Allah yang
ingin anda lakukan. Jangan lepas dari visualisasi itu sebelum anda
puas dengan segala kebajikan yang ingin anda lakukan.

Akhiri latihan dengan membaca shalawat Nabi dan hamdalah.

Wassal�mu 'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh. 
RS


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke