Assal�mu 'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
LATIHAN KESEBELAS
Kini kita akan berlatih shalat dengan memusatkan sepenuh perhatian
pada arti bacaan shalat. Banyak orang meyakini bahwa bacaan-bacaan
shalat dirancang untuk membangkitkan medan gaya tertentu apabila
dibaca dengan sepenuh keyakinan. Salah satu pendekatan ke arah itu
adalah dengan memahami arti bacaan-bacaan itu sebagaimana telah banyak
ditulis di dalam buku-buku. Namun di sini saya sampaikan sesuatu
penafsiran yang berbeda: bacaan-bacaan itu menuntun kita untuk
membangkitkan medan gaya sugesti secara berganti-ganti sesuai dengan
isi bacaan shalat.
Saya tidak akan mencakup semua bacaan, namun hanya akan memberi contoh
bagaimana kita melakukan impovisasi dengan menerapkan visualisasi atas
kalimat yang kita baca.
Ketika membaca Iftitah: --- "Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan
dan dosa, sejauh timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari
kesalahan dan dosa, seperti bersihnya kain putih dari kotoran. Ya
Allah, sucikanlah aku dari kesalahan, dengan air salju nan sejuk." ---
kita boleh membayangkan bahwa kita membasuh diri kita dengan salju nan
sejuk, salju itu melepaskan semua kotoran [dosa] pada diri kita
sehingga menjadi putih tanpa noda bak kain putih, dan kotoran itu
menjauh dari kita, sangat jauh. Jangan sekali-sekali berpikir untuk
memvisualisasikan Allah sedang membasuh kita, karena Allah tak
berwujud. Pahami saja tangan kita membasuh karena Allah yang
menggerakkan dari jauh; batasi visualisiasi pada tangan yang bergerak
atas kehendak Allah, tidak usah memasukkan Allah itu sendiri dalam
bidang visualisasi.
Ketika membaca Al Fatihah, visualisasikan bahwa cahaya putih yang
berasal dari Allah memancar dari segala penjuru menerangi diri kita;
dengan pemahaman dan keyakinan bahwa cahaya itu menuntun kita ke jalan
yang lurus, jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalan
orang-orang yang dimurkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat.
Visualisasikan cahayanya saja tanpa perlu memasukkan sumber cahaya;
pokoknya kita tahu bahwa cahaya itu berasal dari Allah.
Dengan kedua contoh di atas, kiranya kita dapat dengan mudah
merumuskan sendiri visualisasi apa yang cocok ketika kita membaca
bacaan yang lain-lain. Mungkin saja di sini kita mengalami hambatan
karena sebagian bacaan shalat tidak kita pahami, terutama pada saat
imam membaca suatu surat di luar hafalan kita setelah Al Fatihah,
apabila kita tidak atau kurang memahami bahasa Arab. Ketika kita
menghadapi hal demikian, saya sarankan agar selama periode ini kita
memusatkan perhatian pada bunyi bacaan atau melakukan visualisasi
seperti ketika membaca Al Fatihah.
Wassal�mu 'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
RS
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)