Assal�mu 'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.

Semua latihan dalam rangkaian ini mengambil satu jalur yang tegas,
yaitu memusatkan pikiran melalui visualisasi. Kemampuan pemusatan
perhatian yang dilakukan dari Latihan-1 hingga Latihan-7 kemudian
diterapkan di dalam shalat. Latihan-9 hingga Latihan-11 memberi contoh
bagaimana kita memvisualisasikan doa-doa kita. Contoh yang diberikan
bukanlah belenggu terhadap kebebasan kita; kebebasan masih kita miliki
untuk melakukan visualisasi dalam bentuk-bentuk lain. 

Kita tahu dari pengalaman selama latihan, bahwa kemampuan untuk
memusatkan perhatian perlu dibentuk perlahan-lahan dengan tekun.
Mula-mula diwarnai dengan banyak kegagalan dalam proses itu, tetapi
makin lama, kegagalan ini makin menipis dan pada akhirnya lenyap.
Begitu pula dalam mengaplikasikannya di dalam shalat, mula-mula kita
dapat gagal dalam memusatkan perhatian, namun seiring dengan
berlanjutnya latihan-latihan , pada akhirnya kita akan mampu
mencurahkan sepenuh perhatian selama shalat.

Visualisasi semacam ini bukan hanya dapat diterapkan dalam shalat
ritual, tetapi dapat juga diterapkan dalam doa-doa dan dalam dzikir
yang efektif. Misalnya, sebagai alternatif dan/atau pelengkap dari doa
dalam rangkaian perkataan agar seseorang yang sakit diberi kesembuhan,
kita dapat memvisualisasikan seberkas cahaya putih [yang berasal dari
Allah] menyinari orang itu; cahaya itu mengusir penyakit yang
bersarang, lalu menggantikannya dengan daya pertahanan tubuh terhadap
penyakit. Ketika citra itu terbentuk, kita mohon kepada Allah agar
citra yang kita gambarkan itu terjadi atas ridha-Nya.

Seperti dalam cara-cara shalat dan cara berdoa yang lain, rahasia
keberhasilan dalam visualisasi adalah adanya KEYAKINAN yang kuat bahwa
Allah akan mengabulkan permohonan kita yang kita sugestikan dalam
citra selama melakukan visualisasi. Makin sering kita melihat bukti
nyata atas dikabulkanannya doa kita, makin kuat keyakinan kita bahwa
Allah itu tak jauh dari kita.

Bagaimana dengan wudhu? Wudhu itu merupakan perbuatan yang tak masuk
akal jika kita membatasinya pada perbuatan fisik semata. Bagaimana
mungkin air itu dapat menyucikan jiwa kita? Wudhu dapat lebih efektif
apabila sambil melakukannya, kita membayangkan bahwa dengan air itu
Allah melenyapkan kotoran [dosa] kita dari bagian-bagian yang kita
basuh. Setelah selesai wudhu [atau selama wudhu], bayangkan bahwa
mula-mula bagian yang kita basuh, kemudian seluruh tubuh kita,
terbebas dari dosa, artinya tidak lagi berkecenderungan melakukan dosa
baru [mirip dengan Latihan-7 tentang penyucian dengan debu atau
tayammum]. 

Demikianlah, rangkaian latihan ini saya tutup meskipun sebenarnya
banyak sekali contoh-contoh visualisasi yang dapat saya sampaikan.
Mudah-mudahan latihan ini membuka satu lagi cakrawala baru tentang
cara praktis bagaimana kita dapat khusyu' dalam shalat, doa dan
dzikir, meskipun teknik ini sebenarnya merupakan teknik kuno.

Wassal�mu 'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh. 
RS



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke