Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh. Sesekali, saya ajak anda melihat-lihat negeri orang, kali ini negeri Theosofi, sebuah aliran mengenai konsep Tuhan dan alam semesta menurut pandangan mistikal yang berakar dari budaya India. Kalau dalam tulisan yang saya lampirkan ini terdapat peristilahan dan pandangan yang asing, ya memang begitu. Tulisan itu didakwa sebagai sebuah hasil observasi mistikal, dan bukan pandangan sesuatu agama atau mitos. Saya harapkan, kita dapat memanfaatkan tulisan ini sebagai bahan pembanding dari apa yang selama ini telah kita pelajari dalam Tasawuf Islam. Kalau terdapat sesuatu yang aneh misalnya tentang konsep reinkarnasi, mari kita diskusikan bersama. Tulisan ini terdiri dari 3 seri untuk disatukan. Pada bagian akhir terdapat footnote. Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh. RS
MANUSIA DAN TUBUHNYA Oleh: Annie Besant Terjemahan: R Sunarman PENDAHULUAN Orang sering bingung mengenai kesadaran dan kendaraannya, manusia dan pakaian yang dikenakannya. Kita telah mencapai tahapan belajar di mana hal-hal yang sebelumnya gelap kini telah menjadi terang, yang sebelumnya kabur menjadi jelas dan pasti, yang sebelumnya hanya diterima sebagai teori kini menjadi pengetahuan utama. Karena itu kita dapat menyusun fakta-fakta dalam urutan yang jelas, fakta yang dapat diamati dan diamati kembali oleh pelajar sejalan dengan perkembangan kemampuannya, dan menyatakannya dengan kepastian yang serupa dengan kepastian ahli fisika yang mengamati fenomena fisika. Sebagaimana para ahli fisika, ahli metafisika pun dapat keliru, tetapi begitu pengetahuan meluas, pandangan baru muncul di atas fakta-fakta lama, kaitan mereka makin jelas terlihat, dan penampakan mereka berubah - seringkali karena pandangan baru itu menunjukkan bahwa apa yang dahulu merupakan keseluruhan, kini hanya merupakan fragmen saja. Tiada otoritas di sini; pandangan itu dikomunikasikan antar pelajar sebagai upaya untuk mereproduksi apa yang telah diajarkan tetapi tidak diterima secara sempurna, bersama dengan hasil-hasil pengamatan para pelajar itu dalam kemampuannya yang terbatas. Pada awal studi, kita perlu mengubah kebiasaan lama dan perlu membedakan antara manusia dan tubuh-tubuh yang ditinggalinya. Kita terbiasa dengan mengidentifikasi diri sebagai pakaian luar yang kita kenakan, terlalu cenderung untuk menganggap diri sendiri adalah tubuh kita. Bila kita ingin memahami konsepsi yang benar, kita perlu meninggalkan identifikasi bahwa kita adalah wadah yang kita tempati atau pakaian yang kita kenakan yang pada akhirnya akan kita tinggalkan dan akan diganti dengan yang baru bila kita inginkan. Mengidentifikasi diri dengan tubuh-tubuh yang hanya merupakan eksistensi sementara ini merupakan kebodohan dan tidak masuk akal sebagaimana mengidentifikasi diri kita dengan pakaian kita. Kita tidak tergantung dari pakaian itu, yang nilainya hanyalah sebesar manfaatnya. Kekeliruan selalu dilakukan dalam mengidentifikasi kesadaran, yaitu Diri kita sendiri, dengan kendaraan yang hanya berfungsi untuk sementara. Kekeliruan ini dapat dimaklumi karena kesadaran terbangun dan kesadaran mimpi, hidup dan bekerja dalam tubuh, dan tidak dianggap terpisah oleh orang awam. Namun pemahaman intelektual atas kenyataan sesungguhnya dapat diperoleh. Kita dapat melatih diri kita untuk menganggap Diri sebagai pemilik kendaraan itu. Dengan pengalaman, hal itu akan berubah menjadi fakta yang pasti ketika kita belajar memisahkan Diri dari tubuh-tubuh kita, melangkah keluar dari kendaraan itu. Kita akan tahu bahwa kita ADA dalam kesadaran yang lebih penuh ketika di luar daripada ketika di dalam kendaraan itu, bahwa kita sama sekali tak tergantung darinya. Ketika keadaan ini tercapai, identifikasi Diri lebih lanjut dengan tubuh kita sudah tidak mungkin lagi, kita tak lagi keliru menganggap bahwa kita adalah pakaian yang kita kenakan. Pemahaman intelektual itu sekurang-kurangnya dapat kita miliki, dan kita dapat melatih diri sendiri dengan kebiasaan membedakan antara Diri [manusia] dan tubuh-tubuhnya. Untuk melakukan ini pun kita perlu melangkah keluar dari ilusi yang menyelubungi kebanyakan orang, dan perlu mengubah seluruh kebiasaan kita ke arah kehidupan dan ke arah dunia, mengangkat kita ke wilayah yang lebih tinggi dari "perubahan dan peluang dalam kehidupan dunia," menempatkan kita di atas masalah-masalah remeh sehari-hari yang menyelubungi kesadaran, melihat proporsi yang benar antara yang senantiasa berubah dan yang ralatif permanen, dan membuat kita merasakan perbedaan antara orang yang tenggelam dipermainkan ombak dengan orang yang kakinya berpijak di atas batu karang yang tak goyah oleh gempuran ombak. Manusia adalah dia yang hidup, yang sadar, Diri yang berpikir, individu. Tubuh adalah berbagai wadah atau kendaraan yang ditempati Diri. Tiap wadah memungkinkan Diri untuk berfungsi dalam wilayah tertentu dalam alam semesta. Sebagaimana orang yang dapat menggunakan kereta di darat, kapal di laut, dan pesawat terbang di udara untuk bepergian dari suatu tempat ke tempat lain, namun di mana pun ia tetap dirinya sendiri - begitu pula Diri, si Manusia Sejati, ia tetap dirinya sendiri dalam tubuh apapun ia bekerja. Jika kereta, kapal dan pesawat udara terbuat dari bahan yang berbeda dengan rancangan menurut bahan dan fungsi dan tempat bergeraknya, maka tiap tubuh bervariasi menurut lingkungan di mana ia akan berfungsi. Tubuh yang satu lebih kasar dari tubuh yang lain, mempunyai kemampuan yang tidak sama satu sama lain; tetapi semua mempunyai kesamaan: bagi manusia, semuanya sementara, instrumen, pelayan (hamba), dapat aus dan diperbarui menurut sifatnya, dan diadaptasikan untuk keperluan yang bervariasi menurut perkembangan dayanya. Kita akan mempelajari tubuh-tubuh itu satu persatu mulai dari yang paling rendah tingkatannya. I. TUBUH FISIK Dalam istilah tubuh fisik tercakup dua unsur bawah manusia. Karena berfungsi dalam dataran fisik, keduanya terdiri dari bahan fisik yang dibentuk untuk satu masa kehidupan fisik, berakhir pada saat kematian, dan mengalami disintegrasi ke dalam alam fisik jika ia kembali ke alam astral. Keduanya merupakan bagian dari dataran fisik karena bahannya, dan tidak dapat lolos keluar dari dataran itu. Kesadaran yang bekerja di dalamnya terikat oleh batasan fisik, dan tunduk kepada hukum ruang dan waktu yang biasa. Meskipun dapat dipisahkan sebagian, keduanya jarang dipisahkan dalam kehidupan di dunia dan pemisahan semacam ini tidak dianjurkan, atau merupakan tanda-tanda adanya penyakit. Kedua hal itu dibedakan dari bahannya: tubuh kasar dan tubuh halus atau kembaran ether. Yang terakhir ini adalah duplikat dari tubuh yang tampak, partikel demi partikel, dan merupakan medium yang menghantarkan aliran arus listrik dan arus hidup. Kepada arus-arus itulah aktivitas tubuh bergantung. Nama kembaran ether mengacu kepada sifat dan bahan dari bagian halus tubuh fisik; 'ether' karena ia memang terbuat dari ether, dan 'kembaran' karena merupakan duplikat yang persis sama dengan tubuh kasar, bayangannya. Bahan fisik terbagi menjadi 7 macam yang dapat dibedakan satu sama lain, masing-masing menunjukkan keragaman yang luas dalam batas-batasnya sendiri. Ke-7 bagian itu adalah: padatan, cairan, gas, dan ether yang mempunyai 4 keadaan yang berbeda satu sama lain. Setiap bagian dari bahan itu dapat berubah menjadi bahan lain, meskipun pada suhu dan tekanan normal cenderung untuk menunjukkan suatu keadaan yang permanen, misalnya emas itu normalnya padat, air itu normalnya cairan, dan klor itu normalnya gas. Tubuh fisik manusia terdiri dari ke-7 macam benda tersebut. Tubuh kasar terdiri dari padatan, cairan dan gas; sedangkan kembaran ether terdiri dari ke-4 tingkatan ether, masing-masing Ether I, Ether II, Ether III, dan Ether IV. Bila kebenaran ini disuguhkan kepada manusia, mereka mengeluh terlalu banyak kekaburan, dan bertanya: "Dari mana kita harus mulai jika kita ingin belajar sendiri untuk membuktikannya? Apa yang harus kita lakukan; kita hidup di dunia ini untuk memahami dan meneliti hal itu, bukan sekedar mempercayai mereka yang berkata bahwa mereka tahu?" Pertanyaan ini akan dijawab pada bab berikut, agar anda yang benar-benar ingin, dapat mengetahui langkah-langkah awal yang nyata. Diketahui bahwa langkah-langkah itu milik kehidupan. Sisi moral, intelektual dan spiritual merupakan sasaran dari latihan. Tiada perbuatan fisik semata-mata yang dapat menjadikan orang menjadi suci dan 'melihat'; tetapi memang benar bahwa tubuh merupakan instrumen yang kita pakai. Perlakuan tertentu terhadap tubuh diperlukan untuk mengarahkan langkah kita; sementara mengolah tubuh semata-mata tidak akan membawa kita ke ketinggian yang kita inginkan. Tubuh-tubuh tempat kita hidup dan berkarya adalah instrumen manusia. Yang mula-mula harus kita sadari adalah: bahwa tubuh itu ada untuk kita, bukan kita untuk tubuh; tubuh ini adalah milik kita untuk kita pergunakan, kita bukanlah milik tubuh, maka kita bukanlah alat untuk dipergunakan oleh tubuh. Tubuh merupakan instrumen yang harus dibina, diperbaiki, disempurnakan, dilatih, dibentuk dan dibuat dari bahan-bahan yang sesuai sebagai instrumen dalam dataran fisik bagi tujuan mulia manusia. Segala sesuatu yang cenderung ke arah itu perlu didukung dan dipupuk; segala sesuatu yang berlawanan harus dihindarkan. Apapun yang dikehendaki tubuh, kebiasaan apapun yang ada di masa lalu, tubuh ini adalah milik kita, hamba kita, untuk kita pekerjakan menurut kehendak kita. Ketika tubuh itu menguasai kita dan mendakwa diri menjadi pembimbing bagi kita [bukan ia yang harus dipimpin oleh kita] maka pada saat itu seluruh tujuan hidup kita hancur, dan setiap jenis perkembangan menjadi tidak mungkin lagi. Dari titik inilah kita harus mulai. Merupakan sifat dasar dari tubuh fisik, ia secara relatif mudah diubah menjadi hamba atau instrumen. Ia mempunyai sifat khas yang membantu kita dalam melatihnya, membimbingnya dan membentuknya. Salah satu keistimewaannya adalah ketika sudah terbiasa bekerja pada garis tertentu, ia mudah sekali mengikuti garis itu atas kehendaknya sendiri, dan dengan senang melakukannya. Bila mempunyai kebiasaan buruk, tubuh sangat kuat melawan terhadap perubahan kebiasaan; tetapi bila dipaksa untuk berubah, bila penghalang yang dipasangnya disingkirkan. Jika dipaksa untuk melakukan apa yang kita kehendaki, maka dalam waktu singkat tubuh itu dengan sukarela akan mengulang kebiasaan baru yang semula kita paksakan, dengan sukarela mengikuti metode baru sebagaimana ia mengikuti metode lama. Mari kita tinjau tubuh kasar yang merupakan bagian yang tampak dari tubuh fisik, meskipun bahan gas tidak terlihat oleh mata fisik yang tak terlatih. Ini merupakan pakaian terluar manusia, manifestasinya yang terendah, ekspresi diri yang paling terbatas dan paling tak sempurna. A. TUBUH KASAR Terlebih dulu kita perlu menelaah bahan dari tubuh agar kita tahu bagaimana kita menanganinya, memurnikannya dan melatihnya. Kita perlu menengok pada serangkaian kegiatan yang berada di luar kendali kehendak, dan yang berada dalam kendali kehendak. Keduanya bekerja melalui sistem syaraf yang berbeda jenis. Orang menjalankan semua kegiatan tubuh dalam memelihara kehidupan normal: kontraksi paru-paru, denyut jantung, gerakan sistem pencernaan. Ini dilakukan oleh sistem syaraf yang umumnya disebut "sympathetic system." Semula, dalam awal perkembangan fisik tubuh, sistem ini terkendali oleh sistem yang dimiliki hewan, namun kemudian secara bertahap bekerja secara otomatis; tidak lagi bekerja berdasarkan kehendak, tetapi bekerja hampir bebas dan menjalankan semua kegiatan vital normal dari tubuh. Orang yang sehat tidak memperhatikan kegiatan ini; ia tahu bahwa ia bernapas bila pernapasannya terganggu atau diperiksa, ia tahu bahwa jantungnya berdenyut jika denyutnya kasar atau tak teratur, tetapi jika semuanya baik, semuanya tak dihiraukan. Namun dapat pula sistem syaraf sympathetic itu dikendalikan oleh kehendak melalui latihan-latihan yang sulit dan panjang. Kelompok Yogi di India yang disebut golongan Hatha Yoga, mengembangkan kemampuan ini untuk merangsang sistem kejiwaan bawah. Kemampuan itu dapat dicapai melalui perbuatan fisik langsung (dengan mengabaikan perkembangan spiritual, moral atau intelektual). Kaum Hatha Yogi belajar mengendalikan napasnya dengan memperlambat sampai demikian panjang agar dapat mengendalikan denyut jantungnya, mempercepat atau memperlambat aliran darah di bawah kehendak, dan dengan itu mendorong tubuh fisik ke dalam trance dan membebaskan tubuh halus. Metode ini bukanlah metode yang diikuti dan baru dalam taraf dipelajari di Barat (yang cenderung untuk menganggap tubuh sebagai bersifat esensial) untuk mengetahui seberapa jauh seseorang dalam penguasaannya dapat menjalani proses fisik otomatik ini, dan untuk menyadari bahwa ribuan orang memaksakan diri sendiri untuk menjalani disiplin yang keras ini untuk membebaskan diri dari penjara tubuh fisiknya, dan untuk mengetahui bahwa mereka hidup ketika aktivitas tubuh dihentikan sementara. Sekurang-kurangnya mereka ingin, dan tidak lagi menjadi budak logika semata-mata. Selanjutnya, kita mempunyai sistem syaraf sukarela, yang lebih penting bagi tujuan mental kita. Pikiran merupakan instrumen penting; dengan itu kita merasakan dan bergerak pada dataran fisik. Pikiran terdiri dari poros cerebro-spinal [otak], dan syaraf tulang belakang, tempat bermuara semua bagian jaringan syaraf tubuh, syaraf indera dan syaraf motorik - syaraf yang kita pergunakan untuk melakukan gerakan tubuh. Jaringan syaraf tubuh berhubungan dengan semua bagian tubuh, bergabung satu sama lain membentuk kelompok-kelompok yang pada akhirnya tersambung ke tulang belakang dalam bentuk substansi berserat, menuju ke atas dan kemudian dibagi-bagi di dalam otak, pusat dari semua indera dan gerakan bertujuan, yang dikendalikan oleh kehendak. Itulah sistem yang dipakai manusia untuk mengekspresikan kehendak dan kesadarannya, dan ini dapat disebut berkedudukan di dalam otak. Orang tak dapat melakukan apapun di dataran fisik kecuali melalui otak dan sistem syaraf. Jika keduanya rusak, ia tidak dapat lagi mengekspresikan dirinya dengan benar. Inilah fakta yang mendasari materialisme yang puas dengan gagasan bahwa pikiran dan kegiatan otak bersama-sama; hanya berkaitan dengan dataran fisik saja. Memang keduanya bekerja-sama, tetapi perlu didatangkan gaya dari dataran lain [astral] untuk menunjukkan bahwa pikiran bukanlah hasil dari kerja syaraf. Jika otak dipengaruhi oleh obat-obatan, oleh penyakit atau oleh luka, pikiran orang yang memiliki otak itu tidak dapat menghasilkan ekspresi yang benar. Kaum materialis juga menyebut bahwa jika seseorang menderita penyakit tertentu, pikiran akan terpengaruh. Penyakit yang langka, aphasia, merusak jaringan tertentu dalam otak di dekat telinga dan diikuti oleh hilangnya ingatan secara total [dalam batas perkataan]. Jika orang yang sakit seperti itu ditanyai, ia tak akan dapat menjawab; jika ditanya namanya, ia tidak dapat menjawab; tetapi jika kita sebut namanya ia akan menunjukkan tanda-tanda pengenalan, jika kita bacakan pernyataan-pernyataan ia dapat menunjukkan setuju atau menolak; ia mampu berpikir tetapi tidak mampu bicara. Rupanya, bagian otak yang lumpuh adalah yang berkaitan dengan ingatan mengenai kata-kata, sehingga ia disebut bisu, sementara ia tetap memiliki pikiran, dapat menyetujui dan menolak. Argumen kaum materialis patah bila orang itu dibebaskan dari ketak-sempurnaan instrumennya. Inti permasalahannya bukan terletak pada berlaku atau tidaknya pandangan materialistik, tetapi dalam fakta bahwa manusia terbatas dalam kemampuannya berekspresi dalam dataran fisik oleh kemampuan perangkat fisiknya, dan bahwa perangkat ini tunduk pada hukum fisika; jika dapat dirusak, tentu dapat pula diperbaiki - sebuah pertimbangan yang sangat penting bagi kita. Sistem syaraf ini, seperti halnya bagian tubuh yang lain, terdiri dari sel-sel, tubuh kecil berbatas dengan dinding dan isinya, tampak di bawah mikroskop, dan bervariasi menurut fungsinya. Sel-sel bergerombol membentuk molekul kecil, dan ini pun merupakan atom-atom secara kimia, tiap atom merupakan partikel kimia yang tak dapat dibagi. Atom-atom kimia ini menggabung satu sama lain dengan berbagai cara untuk membentuk gas, cairan dan padatan dari tubuh kasar kita. Bagi ahli Theosofi, tiap atom kimia merupakan sesuatu yang hidup yang mampu menjalankan kehidupan bebas, dan tiap gabungan atom membentuk kehidupan pula. Tiap sel memiliki kehidupannya sendiri; semua atom, molekul dan sel bergabung membentuk suatu kesatuan organik, suatu tubuh, hingga berfungsi sebagai kendaraan dari kesadaran yang lebih tinggi dari pada kehidupan unsur-unsur pembentuknya. Partikel pembentuk tubuh kasar itu selalu datang dan pergi. Partikel-partikel itu merupakan gabungan atom-atom kimia yang sangat kecil dan tak tampak dengan mata biasa, tetapi sebagian dapat tampak di bawah mikroskop. Jika setetes darah diletakkan di bawah lensa mikroskop, kita dapat melihat tubuh-tubuh hidup yang bergerak di dalamnya, merah dan putih; yang putih sangat mirip dengan struktur dan kegiatan amoeba. Dalam berbagai penyakit, ditemukan jasad-jasad renik, baksil dari berbagai jenis. Para ilmuwan berkata bahwa di dalam tubuh kita terdapat jasad-jasad renik yang bersahabat dan tak bersahabat, sebagian bermanfaat, sebagian merugikan. Beberapa jasad renik datang dari luar tubuh untuk merusak atau menimbulkan penyakit, yang lain membantu memelihara kesehatan tubuh; keduanya menunjukkan dinamika kelangsungan perubahan tubuh kasar, mereka datang dan tinggal untuk beberapa waktu, lalu pergi dari bagian tubuh tertentu; suatu perubahan dan permainan yang terus berlanjut. Kebanyakan manusia hanya tahu sedikit atau bahkan tak peduli dengan hal ini, namun pada mereka terdapat kemungkinan permurnian tubuh kasar agar menjadi kendaraan yang lebih baik bagi orang yang tinggal di dalam tubuh kasar itu. Orang awam membiarkan tubuhnya terbentuk sendiri dari bahan-bahan yang dimakannya tanpa memperhatikan sifatnya. Ia hanya peduli dengan rasa dan kesesuaian dengan selera. Ia tidak peduli apakah makanan itu sesuai atau tidak sesuai untuk memurnikan dan memuliakan tempat tinggal bagi dirinya, Diri Sejati yang senantiasa hidup. Orang itu tidak memperhatikan partikel-partikel yang datang dan pergi, tidak memilih, tidak menolak, membiarkan segalanya berlangsung, ibarat orang yang memungut sembarang bahan dari tempat sampah untuk membangun rumahnya. Pemurnian tubuh kasar terdiri dari proses pemilihan bahan yang akan dijadikan pengganti tubuh yang rusak. Ia harus memilih bahan yang paling murni dan menolak bahan yang tidak murni. Secara alami partikel yang kita masukkan ke dalam tubuh, secara bertahap [paling lama dalam 7 tahun] akan lenyap melalui proses yang dapat dipercepat, dan ia secara tak sadar memasukkan bahan yang kotor untuk menggantikannya. Namun bila ia meningkatkan pemasukan bahan yang murni, ia membangun di dalam tubuhnya sepasukan tentara penjaga yang menghancurkan partikel buruk dari luar yang mungkin masuk di luar kesadarannya. Lebih lanjut ia melindungi dengan kehendak aktif bahwa bahan itu harus murni, yang bekerja secara magnetik, secara berlanjut mengusir semua bahan yang kotor dari lingkungannya hingga tidak memasuki tubuhnya, dan dengan demikian ia memblokir semua jalan masuk, sementara ia hidup di dalam lingkungan yang penuh dengan ketidak-murnian dari berbagai jenis. Jika orang telah memutuskan untuk memurnikan tubuh dan menjadikannya instrumen yang sesuai bagi Diri untuk bekerja, ia telah mengambil langkah pertama, langkah yang harus diambil sebelum ia secara bersungguh-sungguh mempertanyakan "Bagaimana aku dapat melihat kebenaran?" Segala verifikasi pribadi dari fakta fisik tergantung dari tubuh fisik pemiliknya; ia tak dapat melakukannya selama ia terpenjara oleh tubuh atau selama tubuh itu tidak murni. Biarpun seseorang telah mencapai tingkatan yang tinggi, bila kemudian tubuhnya dibiarkan menjadi tidak murni; kemampuannya akan tumpul. Seseorang telah memutuskan untuk memiliki tubuh yang murni, dan bahwa hal itu akan dicapainya dalam 7 tahun, atau ia memilih proses yang lebih cepat tetapi lebih sulit. Apapun pilihannya, ia dengan seketika harus mulai memilih bahan-bahan yang baik bagi tubuh barunya, dan ini berarti ia menetapkan diet. Ia mulai menolak segala jenis minuman yang mengandung alkohol karena mengandung jasad renik dan hasil-hasil dekomposisi yang berpengaruh buruk. Demikian pula dengan daging hewan menyusui, unggas, hewan melata dan ikan, termasuk udang-udangan dan moluska pemakan bangkai. Tubuh yang terbentuk dari bahan-bahan itu tak dapat dijadikan murni, peka, berimbang namun sehat, dengan ketangguhan dan kemurnian baja yang ditempa. Perhatikan jagal dan penjual daging, dan pertimbangkan apakah tubuh mereka ideal bagi pemikiran tinggi bertema spiritual. Mereka hanyalah produk akhir dari gaya-gaya yang bekerja secara proporsional dari unsur-unsur tak murni yang disuplai ke dalam tubuh. Memang, tiada perhatian yang diberikan kepada tubuh fisik yang tenggelam dalam kehidupan spiritual, tetapi mengapa membiarkan diri memiliki tubuh yang tidak murni? Mengapa ia membiarkan kekuatan-kekuatannya, besar atau kecil, untuk dibatasi, ditekan, dikerdilkan dalam upaya mereka untuk berekspresi dengan instrumen yang tidak sempurna? Namun, ada satu kesulitan yang tak dapat diabaikan; kita mungkin mengalami banyak kesulitan dengan tubuh dan mungkin tidak ingin mengotorinya, tetapi kita hidup di antara manusia yang tak peduli dan yang tak banyak tahu tentang fakta alam. Di kota, kita tak dapat berjalan tanpa gangguan pada setiap tikungan; makin kita mensucikan tubuh, makin peka tubuh kita, dan makin banyak menderita dalam peradaban yang makin kasar. Di jalan kita lebih sering melihat pajangan minuman keras dan kita tak dapat menghindar dari bau bir. Jalan-jalan telah tercemar oleh bau bir. Kita pun melewati rumah jagal dan penjual daging. Tentu kita tahu bahwa ketika peradaban lebih maju, penataan yang lebih baik dilakukan, dan sesuatu akan diperoleh bila benda-benda kotor ini dikumpulkan pada suatu sudut agar lebih cepat laku. Sementara itu partikel-partikel dari tempat itu jatuh ke tubuh kita, dan kita menghirupnya melalui udara. Tetapi tubuh yang sehat tidak memberi kesempatan kepada jasad renik penyebab penyakit untuk berkembang; tubuh yang bersih tak memberi tempat kepada partikel tak murni untuk tumbuh. Selain itu, ada tentara dari jasad hidup yang selalu menjaga agar darah kita tetap murni; pasukan ini akan melenyapkan setiap partikel beracun yang memasuki tubuh yang murni. Kita tinggal memilih apakah kita menginginkan tentara pelindung itu di dalam darah kita, atau kita memelihara perompak yang melenyapkan kebaikan. Makin keras kita menolak unsur tak murni agar tak memasuki tubuh, kita makin terlindung dari serangan yang berasal dari luar. Kita telah menyebut otomatisasi tubuh, bahwa ia merupakan produk dari kebiasaan, dan sifat ini dapat kita manfaatkan. Pelajar Yoga dinasihati: "Engkau harus mulai dari memurnikan tubuhmu, dan ini harus mendahului berlatih Yoga; karena Yoga yang sejati berbahaya bagi tubuh yang tak murni dan tak terlatih, bagaikan api dan bubuk mesiu". Maksudnya, kesehatan akan memburuk jika latihan itu dilakukan. Sebenarnya tubuh tidak peduli dengan apapun yang kita makan, asalkan memberi sesuatu yang memelihara kesehatannya. Tubuh akan menyesuaikan diri dalam waktu singkat terhadap makanan yang kita makan. Karena merupakan makhluk otomatik, ia akan berhenti menuntut sesuatu yang secara pasti tidak diberikan kepadanya. Jika kita mengabaikan tuntutannya, ia akan segera terbiasa tidak menyukainya. Seseorang yang biasa makan berbagai makanan yang tidak murni, tubuhnya akan selalu menuntut yang demikian dengan keras, dan ia cenderung untuk memenuhinya. Namun bila ia tidak mempedulikannya, tidak mendengarkan tuntutan tubuh, ia akan mendapati bahwa ternyata tubuh itu segera mengenali tuannya, dan menyesuaikan diri dengan perintah tuannya. Akhirnya ia akan mulai menyukai apa-apa yang diberikan tuannya dan tidak lagi menyukai apa-apa yang tidak diberikan kepadanya. Kebiasaan dapat digunakan untuk membantu dan mencegah, tubuh akan patuh ketika ia mengenal bahwa anda adalah tuannya, dan bahwa anda tidak ingin dikuasai oleh sesuatu yang merupakan instrumen anda. Sebenarnya bukanlah tubuh yang sepenuhnya salah, tetapi Kama, keinginan. Tubuh orang dewasa terbiasa menuntut sesuatu yang tertentu, tetapi tubuh anak-anak tidak menuntut apa-apa yang biasa dimakan orang dewasa. Tubuh anak-anak, kecuali ia mewarisi sifat fisik yang buruk, menolak daging dan alkohol. Orang dewasa-lah yang memaksa mereka untuk memakannya. Orang tua meminta anaknya untuk mencicipi arak sambik membujuk, "Biar cepat dewasa," sampai anak itu meniru kebiasaan buruk orang tuanya. Selera yang buruk ditanamkan kepada anak-anak, hingga tubuh mulai terbiasa dan menuntut. Meskipun hal ini telah terjadi, ubahlah. Ketika anda terbebas dari partikel kotor, anda akan merasakan tubuh anda berubah kebiasaan dan mulai tidak menyukai bau yang semula anda nikmati. Kesulitan terbesar dalam reformasi ini terletak pada Kama, bukan pada tubuh. Kita tidak akan pernah maju jika kita tidak berupaya menghidupkan yang terbaik menurut kemampuan kita, bila kita membiarkan nafsu-kehendak mengganggu perkembangan kita. Kita sangat ingin memiliki pandangan astral, dan berkelana dalam dunia astral, tetapi ketika sampai, kita lebih menyukai makanan yang 'enak'. Seandainya hadiah atas meninggalkan makanan yang tak murni itu berupa uang milyaran rupiah, kesulitan-kesulitan itu dengan mudah dilenyapkan dan banyak cara akan ditemukan untuk membuat tubuh ini hidup tanpa daging dan alkohol! Tetapi karena hanya 'harta tak bernilai berupa kehidupan yang lebih tinggi' yang ada sebagai hadiahnya, kesulitan-kesulitan itu menjadi tak mudah diatasi. Kalau kita benar-benar menginginkan sesuatu, jalan keluar pasti lebih cepat kita temukan. Namun mereka menipu diri sendiri dalam gagasan bahwa mereka sangat berkeinginan, dan mereka datang kehidupan demi kehidupan dalam tingkatan yang sama selama ribuan tahun; dan dengan cara tertentu mereka heran mengapa tidak mengalami kemajuan, dan mengapa orang lain begitu maju sementara mereka sendiri tidak. Orang yang bersungguh-sungguh, yang dengan tetap dan pasti bergerak, tidak angin-anginan, dapat mencapai kemajuan yang diinginkannya; sementara yang lain hanya berputar-putar B. KEMBARAN ETHER Ilmu fisika modern menemukan bahwa semua perubahan tubuh [di dalam otot, sel-sel, atau syaraf], diikuti oleh kegiatan listrik, termasuk proses-proses kimiawi yang secara bersinambung terus berlangsung. Bukti yang cukup mengenai hal ini telah dikumpulkan melalui pengamatan yang cermat dengan menggunakan galvanometer yang sangat peka. Ketika kegiatan listrik terjadi, ether selalu ada, sehingga keberadaan arus listrik itu merupakan bukti adanya ether, yang saling menindih dengan yang lain, mengelilingi semuanya. Tiada partikel fisik yang menyentuh partikel lain, tetapi masing-masing berayun di dalam medan ether.1 Ini merupakan pengamatan yang dapat diverifikasi, karena ether itu dapat dilihat sebagaimana meja atau kursi, namun memerlukan suatu alat pandang yang berbeda dari mata fisik. Seperti telah disebut, ether ada dalam 4 tingkatan, yang terhalus merupakan atom fisik yang mutlak, bukan atom dalam istilah kimia yang masih mempunyai unsur yang kompleks; mutlak, karena ia menghasilkan benda astral ketika terpecah. Kembaran ether tersusun dari keempat tingkatan ether yang saling berimpit [menenmpati ruang yang sama] dengan unsur-unsur padatan, cairan dan gas yang membentuk tubuh kasar, menyelimuti setiap partikel dengan selubung ether, sehingga membentuk duplikat dari bentuk kasar. Kembaran ether dapat dilihat oleh mata yang terlatih, warnanya ungu keabu-abuan, bertekstur kasar atau halus sebagaimana tubuh kasar. Keempat jenis ether bercampur membentuk tubuh halus dengan cara yang sama dengan padatan, cairan dan gas membentuk tubuh kasar. Perlu diperhatikan bahwa tubuh kasar dan kembaran ethernya bervariasi menurut mutunya, hingga kita dapat dengan sadar memperbaiki tubuh kasar, sedangkan kembaran ethernya mengikuti perubahan itu tanpa perlu upaya apa-apa.[2] Dengan kembaran ether, Pr�na (daya hidup) mengalir di sepanjang syaraf tubuh dan dengan demikian memungkinkannya untuk bertindak sebagai pengangkut daya gerak dan kepekaan ke sisi luar. Daya pikir, daya gerak dan daya indera tidak tinggal di dalam benda fisik atau syaraf ether; melainkan merupakan kegiatan Ego yang bekerja di tubuh dalam. Ekspresi mereka pada dataran fisik dimungkinkan oleh napas-hidup ketika ia mengalir di sepanjang benang-benang syaraf dan di sekeliling sel-sel syaraf. Pr�na atau napas hidup, adalah energi aktif dari Diri. Fungsi kembaran ether adalah sebagai medium fisik bagi energi itu, dan karena itu disebut pula "kendaraan Pr�na". Mungkin perlu diketahui bahwa kembaran ether mudah terpengaruh oleh bahan yang menguap seperti minuman keras. C. FENOMENA BERKAITAN DENGAN TUBUH FISIK Jika orang pergi tidur, Ego-nya keluar dari tubuh fisik dan membiarkannya beristirahat untuk menyegarkan kembali tenaga yang diperlukan untuk bekerja keesokan harinya. Tubuh kasar dan kembaran ethernya ditinggalkan atas kendali mereka sendiri, dan dipermainkan oleh pengaruh yang mereka tarik menurut kebiasaan. Aliran bentuk-bentuk pikiran dari dunia astral beriringan dengan bentuk-bentuk pikiran untuk diciptakan atau dipegang oleh Ego dalam kehidupan sehari-hari, keluar dan masuk ke otak kasar dan otak ether, bersamaan dengan pengulangan otomatis dari getaran-getaran yang dibuat dengan sadar oleh Ego, menyebabkan mimpi-mimpi yang dikenal banyak orang. Potongan citra-citra dalam mimpi ini menunjukkan kerja tubuh fisik jika ia ditinggalkan sendirian. Ia hanya mampu mereproduksi fragmen-fragmen getaran masa lalu tanpa urutan yang rasional. Dalam tidur, Ego pemikir keluar dari kedua tubuh [atau dari satu tubuh yang terdiri dari yang tampak dan yang tidak tampak]. Pada kematian, keluarnya Ego dari tubuh itu dengan membawa serta kembaran ether yang dipisahkan dari tubuh kasar, sehingga tidak memungkinkan lagi pengaliran napas-hidup pada tubuh itu sebagai suatu kesatuan organik. Ego dengan cepat membuyarkan kembaran ether yang tidak dapat masuk ke dalam dataran astral, dan membiarkannya mengalami disintegrasi dengan pasangan hidupnya. Kadang-kadang kembaran ether itu segera menampakkan diri kepada kerabat atau sahabat yang tidak jauh dari letak mayat, tetapi hanya menunjukkan sangat sedikit kesadaran, tidak berbicara atau melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar memanifestasikan [menampakkan] diri. Ia relatif mudah untuk dilihat karena bersifat fisik; sedikit tegangan pada sistem syaraf sudah cukup untuk menimbulkan kemampuan untuk melihatnya. Kembaran ether itulah yang sering dikatakan orang "hantu" karena ia muncul dari kubur tempat pasangannya berbaring, dan ia lebih mudah dilihat dari pada tubuh astral. Jadi, dalam kematian pun keduanya tidak terpisah lebih dari beberapa meter. Bagi orang awam, pemisahan itu hanya terjadi pada kematian, tetapi bagi beberapa orang, pemisahan itu dapat terjadi ketika masih hidup, suatu abnormalitas yang berbahaya dan jarang terjadi, yang membebani dan mengganggu syaraf. Bila kembaran ether dipisahkan, kembaran itu sendiri membentuk kembaran; yang tidak dapat dipisahkan kesemuanya dari tubuh kasar tanpa menyebabkan kematian, karena arus-arus napas-hidup memerlukan kehadirannya untuk mengalir. Pemisahan sebagian inipun menurunkan tingkat aktivitas/kesigapan tubuh, dan kegiatan-kegiatan vital hampir tidak berfungsi untuk sementara. Kelelahan yang amat sangat terjadi dalam penyatuan kembali bagian yang dipisahkan itu. Selama masa transisi dalam penyatuan kembali itu, tubuh fisik terancam bahaya. Sejumlah besar fenomena yang terjadi dalam keberadaan medium tidak berkaitan dengan pemisahan kembaran ether, tetapi beberapa orang mampu menunjukkan materialisasi hingga orang lain dapat memeriksanya. Seseorang mampu menjalani pemisahan fisik ini dengan sangat mengagumkan dan langka, kembaran ethernya dapat terlihat bangkit dari sisi kirinya sementara tubuh kasarnya menghilang secara perlahan. Pada kasus lain, tubuh kasarnya mengecil. Tubuhnya suatu ketika mengecil dan ujud materialnya dapat diraba. Ini adalah salah satu kasus langka bahwa baik medium maupun bentuk meteri terlihat bersama-sama dan dapat diperiksa. Pengecilan medium rupanya terjadi karena beberapa bahan tubuh tertentu dilepaskan, mungkin sekali sebagian bahan cair, namun ini masih merupakan dugaan. Yang pasti, pelepasan sebagian kembaran ether menyebabkan gangguan syaraf, hingga tidak boleh dipraktekkan oleh sembarang orang. Kita telah mempelajari tubuh fisik [kasar dan ether], pakaian yang harus dikenakan Ego agar dapat bekerja pada dataran fisik, tempat yang dapat menjadi 'kantor' yang nyaman untuk melakukan pekerjaan fisik, atau rumah penjara yang kuncinya hanya dipegang oleh kematian. Kita dapat melihat apa yang harus kita miliki atau yang dapat kita buat secara bertahap: tubuh yang benar-benar sehat dan kuat, yang ditata dan dimurnikan. Kesehatan merupakan keharusan; segala sesuatu yang tidak sehat di dalam tubuh akan menjadikannya alat yang tidak baik dari Ego; ia cenderung untuk membiaskan kesan yang datang dan sinyal yang dikirim ke luar. Kegiatan Ego terganggu jika instrumen ini dikotori oleh kesehatan yang buruk. Tubuh yang sehat, ditata dengan cermat, dimurnikan, peka, secara otomatis menolak pengaruh buruk, secara otomatis menerima kebaikan - adalah tubuh yang harus dengan sadar kita bentuk dengan memilih bahan yang baik dari segala sesuatu di sekitar kita yang mendukung ke arah itu, dengan memahami bahwa pekerjaan ini hanya dapat dilakukan secara bertahap, dengan sabar tetapi pasti. Kita akan tahu ketika kita mulai berhasil meskipun baru sangat sedikit, karena kita akan menemui terbukanya segala jenis daya persepsi yang sebelumnya tidak kita miliki. Kita akan menemukan diri kita menjadi lebih peka terhadap suara dan pandangan; kita menemukan harmoni yang lebih penuh dan lebih lembut, kita menemukan warna yang lebih menarik dan lebih indah. Seperti pelukis yang melatih matanya untuk melihat kelembutan warna yang orang awam buta kepadanya; seperti pemusik yang melatih telinganya untuk mendengarkan nada yang orang awam tuli terhadapnya, begitulah kita melatih tubuh kita untuk mampu menangkap getaran hidup yang lebih lembut yang diabaikan orang awam. Memang, beberapa perasaan yang tidak menyenangkan akan terjadi, karena dunia tempat kita hidup ini dibuat kasar bagi penghuninya: tetapi di samping itu, keindahan akan menampakkan dirinya sebagai upah yang seratus kali lebih bernilai dari kesulitan yang kita alami. Ini bukanlah untuk kita miliki demi tujuan pribadi berupa kesombongan atau kenikmatan, tetapi agar kita menggunakannya untuk tujuan yang lebih luas, untuk melayani umat manusia. Ia akan menjadi alat untuk lebih efisien untuk membantu perkembangan umat manusia. Meskipun kita baru menelaah dataran fisik, kita mungkin sudah menyadari bahwa hal ini bukan tidak penting, dan bahwa kendaraan paling hina dari kesadaran ini memerlukan perhatian dan akan membalas kebaikan kita. II. TUBUH ASTRAL ATAU KEHENDAK ...
--------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
