Assalamu'alaikum Tasawuf Positif M.T. Ja'fari Tasawuf positif adalah pengembangan dan penguasaan jiwa manusia atas dunia wujud, yang disebabkan oleh terserapnya jiwa ke dalam kesempurnaan mutlak, dan akhirnya adalah perjumpaan dengan Tuhan. Tasawuf positif adalah tasawuf yang sejati: pergerakan ini dimulai dengan membangunkan manusia dari mimpi kehidupan dunia yang sebenarnya hanya khayalan belaka, dan mengingatkan pada kenyataan bahwa dalam tujuan inti penciptaan dunia wujud, telah digariskan bahwa diri selalu bergerak dalam arah kebaikan dan penyempurnaan. Jalan tasawuf ini adalah melalui "kehidupan yang nyata", tujuannya adalah keterserapan ke dalam kesempurnaan mutlak, dan puncaknya adalah perjumpaan dengan Tuhan. Tasawuf positif seperti ini sama sekali tak mengabaikan dunia wujud, baik yang berkaitan dengan manusia ataupun makhluk lainnya. Tetapi, tasawuf ini bermaksud memurnikan dan menjernihkan seluruh dunia dengan suatu unsur ilahiah, dan memancarkan cahaya ilahian kepada setiap lekuk dan liku dunia. Garis tegas tasawuf inilah yang telah ditunjukkan oleh para rasul Allah dan bukannya khayalan palsu sekelompok orang yang telah menyalahartikan konsep-konsep tinggi seperti "wujud", "realitas", "kesempurnaan", "kebenaran", "penampakan", dan lain-lain. Sebenarnya yang mereka kenali dari konsep-konsep ini hanyalah bayang-bayangnya, dan, sebagai akibatnya, lewat perubahan-perubahan kondisi mental sesaat, khayalan inilah yang mereka kenali sebagai pencerahan, dan lalu mereka menciptakan "maqam-maqam" dan "tingkat-tingkat" bagi diri mereka, dan merasa puas dengan bayang-bayang tersebut. Orang-orang yang menjalani tasawuf seperti ini, bisa jadi sama sekali tak mampu menyaksikan kebenaran yang paling kulit sekalipun dari balik perangkap material diri mereka. Inilah tasawuf terburuk yang membimbing para pencari makrifat dari pinggir pantai menuju bayangan air pada fatamorgana. Jiwa yang telah mengenali tasawuf positif mesti menganggap pencapaian-pencapaian seperti ketenangan batin, kemampuan melihat masa depan, dan bahkan kemampuan mengubah bentuk dalam dunia material, sebagai cara, dan bukan tujuan; yaitu sebagai cara untuk membangunkan masyarakat. Tujuannya adalah pencapaian moralitas dan perilaku ilahiah. Bersambung..... Wassalamu'alaikum --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
