Assalaamu 'alaikum wr. wb.

Terimakasih atas keterangannya. Saya yang ndeso ini berpikir bahwa sesuatu
yang impersonal artinya tidak memiliki kesadaran apapun , impersonal tidak
saya kaitkan dengan sesuatu yang memiliki bentuk kasat-mata seperti manusia
ataupun tidak. Dalam pemahaman saya misalnya patung batu itu meski memiliki
bentuk persis seperti manusia tetapi impersonal, sedangkan jiwa manusia
meski tidak kasat mata tetapi malah personal, mayat itu malah impersonal
dst. Jadi personal ataupun impersonal itu lebih mirip dengan perbedaan
makhluk hidup atau bukan makhluk hidup dalam ilmu biologi. Nah, dalam
pemahaman saya sebelumnya, malaikat & setan itu meski tidak kasat mata
tetapi personal artinya memiliki kesadaran. Bukan seperti batu yang diam,
ataupun udara yang selalu bergerak kemana saja yang tekanannya lebih rendah.


Energi negatif yang katanya lagi ngumpul di Ambon itu, atau energi positif
yang setahun sekali ngumpul di arafah itu, apakah lebih seperti angin yang
bergerak kemana-mana tanpa kesadaran tertentu ataukah sejenis makhluk yang
memiliki kesadaran untuk bergerak ke tempat-tempat yang dipilihnya sendiri.
Kalaupun bergerak sendiri seperti angin tanpa kesadaran apapun, maka apakah
yang membuat suatu energi positif/negatif  berkumpul di suatu tempat? Apakah
karena pikiran manusia? Gampangnya bagaimana hukum pergerakan malaikat &
setan tsb?

Sebaliknya kalaupun Setan & Malaikat itu merupakan makhluk berbentuk energi
yang berkesadaran, maka kesadarannya itu kira-kira sebatas tumbuhan, sebatas
hewan atau setinggi manusia? Karena saya sendiri cukup kesulitan untuk
menjelaskan dengan kata-kata mengenai perbedaan tingkat kesadaran tumbuhan,
hewan dan manusia,  jadi biar adil saya cuman minta jawaban kira-kira saja
malaikat & setan itu lebih mirip yang mana, syukur-syukur kalau mampu
menjelaskannya lebih detail.

Sebelum dijawabpun saya sudah mengucapkan jazakumullahu khairan katsira atas
jawabannya nanti.

Wassalaamu 'alaikum wr. wb.

> ----------
> From:         R. Sunarman[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent:         Wednesday, 4 August 1999 8:32
> To:   Milis Tasawuf
> Subject:      Re: [Tasawuf] Setan & Malaikat
> 
> From: Ali Abidin <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [Tasawuf] Setan & Malaikat (was RE: [Tasawuf] arti >< hakikat)
> 
> >Jika Setan itu menurut bapak impersonal dan cuman energi metafisik yang
> >negatif, barangkali malaikatpun impersonal dan cuman energi metafisik
> >yang positif? Kalau demikian bagaimana setan & malaikat itu berekspresi
> >melalui manusia dan jin?
> >
> >Bagaimana halnya dengan malaikat tertentu seperti Jibril, Mikail dll yang
> >memang namanya disebut dalam kitab suci?
> 
> Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
> 
> Terlebih dulu harus saya akui bahwa pandangan berikut hanyalah pandangan
> nisbi dari satu sudut pandang saja.
> 
> Di balik dunia wujud yang kita saksikan bersama ini, terdapat sesuatu daya
> gerak tersembunyi, yaitu energi. Energi itu bertebaran di segala tempat
> dalam berbagai tingkatan, bentuk dan manifestasinya. Semua ilmuwan tahu
> bahwa energi itu kekal; tak dapat diciptakan dan tak dapat dimusnahkan;
> yang
> terjadi hanyalah transformasi dari satu bentuk energi yang satu menjadi
> bentuk energi yang lain. Energi yang netral dapat ditarik menjadi energi
> positif atau negatif, tergantung dari energi yang lebih halus yang
> mempengaruhinya.
> 
> Allah adalah sumber dan penata hukum-hukum atas energi-energi itu. Tiada
> kejadian di alam semesta ini yang dapat berlangsung tanpa melibatkan
> energi.
> Daun kering yang terlepas dari dahan dan jatuh pun melibatkan energi.
> Dalam
> berpikir, beremosi, berniat, berkeinginan -- manusia melibatkan energi.
> 
> Perbuatan manusia pada dasarnya merupakan resultan dari interaksi [saling
> dorong-tarik] antara energi positif-negatif yang bekerja pada dirinya.
> Islam
> dan beberapa agama lain mengekspresikan kedua jenis energi itu dengan
> mempersonifikasikannya masing-masing sebagai malaikat dan syaitan.
> Ada tradisi/agama lain yang menyebutnya sebagai Yin dan Yang; dua entity
> sebangun berbentuk koma dan berwarna berlawanan; keduanya membentuk satu
> lingkaran; menggambarkan dua realita yang membentuk alam semesta.
> 
> Penggolongan menjadi dua itu hanya garis besar. Energi positif itu sifat
> dan
> arahnya bermacam-macam, dan untuk membedakannya, masing-masing
> dipersonifikasikan sebagai malaikat dan diberi nama tersendiri. Malaikat
> Jibril diasosiasikan dengan energi yang khusus memuliakan manusia,
> membersihkan jiwa manusia dan membisikkan informasi atau nasihat yang
> mulia
> langsung ke dalam hati dan pikiran manusia. Kita juga mengenal nama dua
> malaikat yang selalu menyertai kita, mencatat semua pikiran dan perbuatan
> kita, yang baik dan yang buruk, tetapi tidak memberi peringatan apapun.
> Dari
> sudut lain, record keeping ini adalah fungsi memori bawah sadar manusia
> yang
> merupakan kesatuan dengan manusia, bukan fungsi dari makhluk yang
> terpisah.
> Di alam metafisik, catatan itu dapat dibaca oleh siapapun yang dapat
> mengakses dan mengenal cara kerja database itu.
> 
> Dari pengalaman Nabi Muhammad, Jibril tidak selalu muncul dalam
> manifestasi
> yang tetap ketika membawa wahyu, bahkan tidak selalu berwujud,
> kadang-kadang
> muncul sebagai cahaya yang terang [tetapi tak terlihat orang lain],
> kadang-kadang berupa bunyi yang memekakkan [tetapi tidak didengar orang
> lain]. Karena itu Jibril atau malaikat lain perlu dikenali dari misinya
> [jenis energi yang dibawanya], bukan dari bentuk manifestasinya.
> 
> Esensi malaikat adalah energi dengan tingkat kehalusan yang tinggi, dan
> energi itu diaplikasikan ke dalam hati manusia, menimbulkan dorongan
> kepadanya untuk berpikir, berkeinginan dll hingga akhirnya berbuat sesuatu
> yang posiitif. Syaitan pun berbuat dengan cara yang sama, tetapi ke arah
> yang berlawanan. [QS 114:5-6]
> 
> Dajjal adalah personifikasi atau nama yang diberikan kepada gelombang
> energi
> negatif dalam ukuran yang sangat besar, dan kini sedang melanda berbagai
> bagian Indonesia termasuk Ambon dan Aceh. Orang yang normalnya waras,
> ketika
> tertimpa gelombang energi itu tiba-tiba melakukan kejahatan tanpa banyak
> pikir. Dajjal ini bermigrasi ke seluruh dunia dan tinggal di satu tempat
> untuk beberapa lama menurut hukum-hukum metafisik yang berlaku.
> 
> Gelombang energi positif/malaikat yang besar berlangsung secara teratur
> tiap
> tanggal tertentu di padang Arafah; dan karena itu orang yang beribadah
> haji
> diwajibkan berada di lokasi tersebut [wukuf] pada hari yang ditentukan
> agar
> memperoleh pencerahan jiwa. Jamaah yang sakit tak berdaya pun, meskipun
> merepotkan, dibawa ke tempat itu agar tidak kehilangan kesempatan yang
> jarang terjadi dan merupakan inti dari perjalanan haji itu. Tanpa wukuf
> atau
> pencerahan lain, perjalanan haji itu sia-sia [istilah kita: tidak mabrur,
> tidak diterima Allah].
> 
> Mengenai ekspresi malaikat dan syaitan melalui jin, saya belum dapat
> merumuskannya dengan kata-kata.
> 
> Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
> RS
> 

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke