On Mon, 18 Oct 2004 21:35:28 +0700, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya ingin mengajarkan programming ke anak-anak saya, > tapi belum menemukan platform yang sesuai.
Hmm.. terus terang saya belum menemukan referensi ttg pendapat saya ini. Menurut saya sepertinya anak kecil terutama balita, lebih baik diajarkan ilmu pengetahuan yg bersifat empiris sambil bermain, misalnya bermain air sambil menunjukan bahwa air selalu mencari tempat yg rendah. Karena "mungkin" secara psikologi anak kecil belum bisa memahami sesuatu secara teoritis, dan menurut saya programming itu porsi teoritisnya (algoritma) cukup besar. "Kalo gak salah", anak kecil (balita) yang pintar menghitung (mengahapal angka) ia tidak memahami apa yg ia hitung, ia hanya sekedar mengingat (hapal) saja. Agar anak terbiasa berpikir secara terstruktur, menurut saya sebaik anak diajarkan dengan hal-hal yg sederhana, misalnya diskusikan tentang langkah2 membereskan tempat tidurnya, atau menyusun mainannya kembali. Permainan seperti menyusun balok2 menjadi suatu bentuk, menurut saya juga salah satu pengajaran kepada anak agar berpikir terstruktur. Nah, tujuan pak Budi sendiri apa? Apakah ingin anaknya jadi programmer sejak dini atau anaknya terbiasa berpikir terstrukur? Ini juga tergantung pada umur anak (memang saya tidak tau interval pastinya), ketika si anak mulai bisa "memahami" hal-hal yg dia peroleh dari lingkungannya (ortu, sekolah, dll) barulahkita bisa mengajarkannya sesuatu yg butuh pemahaman, itupun hanya sekedar memperkenalkan, biarlah selanjutnya si anak menemukan bakat dan menentukan minatnya sendiri, kecuali pada hal2 yg buruk. Orang tua hanya sebagai pembimbing. Hehee.. itu semua hanya pendapat saya, referensinya hanya "feeling" aja.. :D Dan saya belum jadi orang tua.. :D Wasalam. -- -Ananda Putra-
