On Sat, 15 Jan 2005 00:01:37 +0900, Pakcik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Begini analisanya:
> 
> Pakar itu biasanya orang hebat. Bisa semua hal. Selalu punya jawaban
> terhadap semua masalah. Gak pernah bilang gak tau. Supermanlah istilah
> kerennya. Sifat tau segala hal ini biasanya menyebabkan para pakar
> tidak bisa focus.
> 
> Menghasilkan product/technology sangat jarang one man show. Butuh
> kolaborasi, kerjasama. Karna  kita kebanyakan pakar, biasanya mereka
> punya ego sendiri2. Merasa paling tau. Akhirnya gak bisa kerjasama.
> Dan karna dia tau segala hal, biasanya gak focus. Tanpa focus hampir
> gak mungkin menghasilkan.
> 
> ah jadi ngelantur .. sudah ah, tidur.
> 

Ngelantur? nggak juga.
Rata2 perusahaan di Jepang lebih mengutamakan kemampuan kerjasama dan
profesionalisme sewaktu merekrut pegawai, hasilnya tentu saja bisa
dilihat skrg.

Tapi kata "pakar" sendiri bukankah artinya "ahli hanya pada satu
bidang" ? (maaf nggak pegang kamus bhs indonesia)

Kirim email ke