On Tue, 18 Jan 2005 10:57:23 +0700
Ben <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Media yang baik tentunya punya sistem editing yang baik, ditambah
> dengan program 'nambah ilmu' berkala atas bidang / desk
> masing-masing... tapi mari kita lupakan 'urusan internal' itu dan coba
> melihat dari sisi eksternal.

Ya ya, susahnya kita kadang kalau sudah cocok dengan media tertentu terus jadi 
mempercayai apapun yang dimuat di media tersebut sepenuhnya. 
Padahal tiap baca berita kita musti waspada, waspada (weleh).

> 
> Belakangan ini, media terkesan berlindung dibalik apa yg dinamakan
> "hak jawab"... anggota masyarakat yang tdk terima/tdk setuju dgn isi
> berita, dipersilahkan melayangkan surat protes sebagai hak jawabnya...
> gak boleh langsung main demo, main pukul, dsb...
> Adanya "hak jawab" ini kelihatannya cukup baik dan memberikan
> perlindungan terhadap kerja wartawan, tetapi di sisi lain malah
> membuat kerja wartawan menjadi agak gegabah... tdk sedikit yg asal
> muat aja informasi yang diterima, gak dicek lebih detil lagi
> kebenarannya... agak memprihatinkan memang. :(

Media mana yang hak jawabnya tidak bertele-tele, sangat cepat, dan realtime ?
Tentu saja BLOG !!!.

> 
> menyangkut soal mengurangi pengaruh buruk dari pernyataan2 ngawur si
> pakar palsu di media, langkah nyata yg bisa kita lakukan adalah
> mengcounter pernyataannya di media yang sama pula. Itu baru lbh
> efektif ketimbang kita mengcounternya cuma sebatas di blog kita
> masing-masing. Bisa lewat surat pembaca, artikel, atau press release!

Iya, dan tentunya kalau kita sudah jadi penulis rutin, atau nyambi wartawan di 
media tersebut, lebih mudah lagi nulis counternya. Eh media mana yang sedang 
nyari penulis paruh-waktu ?

Kapan hari si boy nawarin itu sudah basi ya ?

Salam
Risiyanto.

Kirim email ke