mungkin akan lebih baik kalau ada artikel baru, kirimkan ke media
massa, lalu arsipnya disimpan di blog. jadi jangan dibalik, apa yang
ada blog dikirimkan ke media massa :)

boleh saja jika artikel di blog terus diupdate, diperbaharui dan
dilengkapi, kemudian dikirim ke media massa. tetapi sekali lagi, jangan
mentah2 apa yang ada di blog lalu dikirim. sifat medianya saja sudah
beda :)

jadi jawaban saya ini bisa membantu pertanyaan mas risiyanto budi dan
mas pri.

jadi tidak masalah apabila nanti artikel yang sudah dimuat di detik,
lalu anda simpan/arsipkan di media anda sendiri, atau digunakan untuk
keperluan lain, sepanjang tetap menuliskan sumber pemuatan awalnya. ini
yang saya lakukan di www.ictwatch.com/paper

tulisan2 saya yang pernah dimuat di media massa, saya arsipkan, dan
saya tulis lengkap asal-usul tulisan tersebut. lalu silakan saja bagi
siapapun (termasuk) media massa jika ingin mengutip dari kumpulan
tulisan saya tersebut, sepanjang tetap menyebutkan sumber utamanya.
bahkan kumpulan tulisan saya tersebut, banyak diantaranya yang menjadi
materi seminar (dengan tetap menyebutkan asal-usulnya).

saya pernah melihat satu buku tentang internet di gramedia, mengutip
full salah satu artikel saya. dan ndak masalah, karena pengarang
bukunya mencantumkan secara lengkap siapa pembuat artikel awalnya,
pernah dimuat dimana, kapan, dsb.

nah untuk mensiasati menulis di detikinet, yang terkadang memang masa
tayangnya cuma sebentar, silakan saja diarsipkan di blog. tetapi selain
itu, di detikinet tengah dipikirkan untuk membuat satu mekanisme
tersendiri agar bagaimana kumpulan dari kolom bisa dengan mudah
dicari/ditelusuri. setidaknya, setiap kolom telematika yang terbaru,
diakhir beritanya akan ada link ke kolom telematika sebelumnya, dan
seterusnya. nanti akan coba dipikirkan untuk teknik lainnya.

tetapi tetap, yang terbaik adalah rekan2 mengarsipnya sendiri di blog
atau website masing2 seperti di www.ictwatch.com/paper


mudah2an bermanfaat.


nb: artikel rekan2 tetap ditunggu :)


-dbu-



Priyadi Iman Nurcahyo wrote:
> On Tuesday 08 February 2005 09:19, risiyanto  budi wrote:
>
> > Karena tidak ada kompensasi, apakah ini juga berlaku?
> >
> > http://jkt.detik.com/dapur/copyright.shtml
> > <blockquote>
> > Dilarang mengutip, menggandakan, menyebarluaskan seluruh materi
yang
> > termuat dalam situs www.detik.com tanpa izin tertulis dari
detikcom.
> > Baik itu berupa artikel berita, foto, image beserta materi-materi
> > lainnya. Segala hak cipta konten dan materi di www.detik.com
dilindungi
> > oleh perundang-undangan yang berlaku.
> > </blockquote>
> > *saya pake browser dillo, jadi bisa copy paste dari detik.com*
> >
> > Karena tidak ada kompensasi, boleh dong diisi artikel yang pernah
> > dimuat di blog pribadi.
>
>
> sebenarnya yang bikin saya malas buat artikel di detik adalah masa
> penayangannya. artikel praktis cuma bisa dilihat 1-2 hari, karena
sulit untuk
> melihat artikel lama tanpa tahu URL-nya. kadang2 URLnya setelah
beberapa
> bulan/tahun berubah. beda dengan menulis artikel di majalah misalnya,
majalah
> bisa dibeli dalam 1 bulan (kadang lebih), dan setelah itu bisa
disimpan :)

Kirim email ke