On Sat, 12 Mar 2005 10:15:50 +0700 Priyadi Iman Nurcahyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > sebenernya bahan bakar para cracker itu kan popularitas. yang saya lihat sih > mereka semangat melakukan pengrusakan karena ekspos media yang terlalu > berlebihan. lihat saja di detik misalnya, apakah perlu setiap deface sebuah > situs dibuatkan beritanya? apalagi sampai ada screenshot dan kutipan > kata-kata hasil deface. saya lihat tayangan di TV yang mewawancarai orang orang MY, mereka lebih tenang menyikapi persengketaan MY vs ID, mereka percaya pemerintah mereka bisa menangani dengan baik. Mereka menyayangkan kenapa media ID "menurut mereka" melebih-lebihkan persengketaan tsb. Ada orang tua yang mengatakan bahwa seharusnya "oil company" tidak ikut campur masalah ini :-P (seorang yg tua pun bisa tahu masalahnya secara luas, tahu BIG PICTURE nya) Juga orang-orang MY yang di ID (mahasiswa, peserta pameran etc) mereka tidak "heboh" dengan hal itu ketika ditanya. Well apakah karena rata rata pendidikan orang MY lebih baik?, atau media kita yang over expose? Salam Risiyanto
