On Sun, Mar 13, 2005 at 07:35:37AM -0800, donnybu wrote: > dalam pemberitaan manapun, obyektifitas adalah menjadi relatif, ketika > kita berbicara cara penulis berita melihat suatu keadaan, > latar-belakang informasi yang dimilikinya, hingga harapan atas perilaku > sosial yang akan terjadi atas pemberitaannya.
intensi menulis dan pilihan apa yang akan ditulis juga berperan. misal soal deface .. lebih menarik kalau dibahas teknis deface- mendeface dibanding mengkaitkan soal ambalat, apalagi kalau sudah masuk dlm kategori IT. misalnya, ada ratusan bahkan mungkin ribuan kasus deface, kenapa yang diangkat hanya yang berkaitan dengan soal ambalat? pada dasarnya, untuk yang berkaitan dengan IT, sangat sedikit ruang yang ada u/ opini, karena hampir di seluruh bagiannya bersifat obyektif. seringkali memang batasannya tidak tegas. setidaknya orang bisa melihat dari buahnya (hasil tulisannya). misal, orang bisa mengetahui atau membandingkan intensi seorang budi rahardjo yang menulis soal IT dibanding seorang 'wartawan'. Bukannya bermaksud mengkastakan wartawan pada posisi paling bawah u/ soal IT. Maksudnya, apa sih yang bisa ditulis dari seorang dengan pengetahuan IT dangkal (seperti saya) misalnya. Sessi kriminal di televisi misalnya, agak aneh juga kalau 'intensi' berita lebih mengarah ke soal bisnis/politik dan sebaliknya. Kembali ke materi detikinet, tinggal dikembalikan ke pada tujuan semula kenapa kanal tersebut dimunculkan. Salam, P.Y. Adi Prasaja
