On Tue, 15 Mar 2005 11:30:33 +0700, N e o <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > At 08:47 +0700 3/15/05, Dudi Gurnadi wrote: > >On Mon, 14 Mar 2005 11:44:16 +0700, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >> > >> Jadi ingat Stallman. Waktu datang ke Indonesia disebuah acara yang pakai > >> sponsor Oracle (kalau nggak salah), dia minta spanduknya itu dicabut. > >> he he he. Padahal yang pasang iklan di spanduk itu yang mensponsori > >> acaranya. ... > > > >Kalo saya jadi inget sama slashdot.org pak Budi.... > >Setiap tulisan yang dikirim sama seseorang (siapapun orangnya), > >biasanya diakhir tulisan pasti ada banner/iklan walaupun cuman 1 > >iklan. Tapi herannya kenapa slashdot banyak yang mau ngirimin tulisan > >ya? padahal udah jelas-jelas ada bannernya. > > dari sisi estetis, sedikit dan enak dilihat?
Iya, jelas.... tapi inti permasalahannya kan tetap iklan?, berapapun jumlahnya tetap aja adalah iklan. Dan iklan itu jelas ditujukan pembacanya. Maksud saya, slashdot pun yang (mungkin) menjadi acuan buat kalangan techie dan banyak yang menyumbang tulisan juga ada iklannya. Lha terus masa detik harus gak ada iklannya? BTW, sebenernya permasalahan awalnya ini adalah karena 'jumlah iklan' di detikinet atau karena 'posting penulis kok disertai iklan' ? Dudi
