On 11/21/05, Pakcik <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > 2005/11/21, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]>: > > Kalau di Indonesia, ketika kita kumpul2 ... > > kebanyakan yang datang *MINTA DISUAPI*. > > Mereka datang kemudian bertanya, "saya dapat apa?" > > Dalam pertemuan BHTV pun saya mendeteksi aura ini. > > Kalau nggak dapet apa-apa (dalam jangka dekat), > > ngapain saya ikutan ini. > > Padahal dalam pertemuan seperti inilah timbulnya > > ide, bisnis, sparks, etc. > > Jadi BHTV dibangun di atas orang2 ini?
Unfortunately, yes. :( Tapi ... kita tidak boleh menyerah toh? Catatan, waktu F. Terman mempromosikan ide tech companies di Stanford dulu (tahun 40-an?) juga diketawain orang2. > > Are you sure? he he he. > > Contohnya manusianya yang dibikin dulu itu gimana? > > SDM yang gimana? bukannya pak Budi yang bilang bahwa Silicon Valley > itu culture? Dan Culture itu tentang manusia kan? Saya tidak bermaksud mengecilkan arti SDM lho. Saya termasuk yang percaya bahwa SDM itu faktor yang sangat penting. Hanya, poin saya (seperti sudah ditulis oleh Carlos) adalah bahwa kita tidak bisa menunggu sampai SDM kita perfect. Cukup di atas average saja. Nah, ketika kita mengembangkan SDM ini ... mau disimpan dimana mereka? Harus ada sesuatu yang menambatkan mereka di sini (supaya jangan lari). Salah satu caranya adalah start companies di sini!!! Cerita sejarah lagi... (mudah2an nggak bosen yah?). Begini. Dulu ketika Silicon Valley masih hanya berupa lembah (bahkan sebagain adalah tempat penghasil anggur?) saja, lulusan dari west coast (Stanford, Berkeley, dll.) gak ada yang tinggal di tempat. Mereka semua terbang ke east coast (Boston area, route 128?) yang notabene ada MIT :) Nah Terman geram! Maka dia kasih ide kepada mahasiswanya supaya membuat perusahaan (supaya lulusan2nya tetap di west coast). Salah dua mahasiswanya adalah Hewlett dan Packard :D Nah, itu salah satu strategi supaya SDM2 tidak lari. Soalnya kalau kita hanya fokus menghasilkan SDM saja, dan tidak dipikirkan mereka mau diapakan, maka tempat itu hanya menghasilakn SDM-SDM saja. Perusahaan di tempat2 lain. Gitu ... > Liat video lucu steve ballmer yang yang teriak2 "developer .. > developer .. " ? Liat gimana steve jobs memuji developernya abis > setiap keynote? baca google gak, claim mereka punya the best human > resource? Ya. Tapi perhatikan ... mereka bukan memuji developer yang dihasilkan DI SITU SAJA! Perhatikan mereka bukan Stanford! Stanford! Stanford! atau Berkeley! Berkeley! Berekely! kan? Di Amerika (dan Eropa) sekarang lagi krisis calon orang IT! Orang2 yang bagus2 nggak mau masuk dunia IT (jadi pekerja, mana pekerjaannya diambil orang India lagi, dst.) sehingga mereka sekarang masuk ke kampus2 untuk membujuk orang agar mau masuk ke engineering. Di sini, setiap tahun ada head hunter dari universitas2 di Eropa (Delft, dll.) yang sama pusyingnya. BTW, orang2 yang pinter masuknya ke Ekonomi! Nah lo. > Kalau pak Budi bilang ada banyak, saya kira pak > Budi terlalu banyak bikin asumsi dibelakangnya. Atau berharap import > engineer dari luar negri? Jangan salah loh, yang maksudnya import dari luar negeri itu adalah import dari INDIA, VIETNAM, dll.!!! Kalau orang2 Indonesia gak sadar-sadar, mereka akan diimport ke sini (dan sudah!). Kalau saya punya pekerjaan yang penting (harus selesai), misalnya outsource-an dari Amerika, maka saya tidak peduli apakah yang mengerjakannya orang Indonesia (Bandung, Garut, Jakarta, Makasar, Manokwari) atau orang Vietnam. Yang penting pekerjaan selesai. Anyway, anak2 India mau bekerja di Indonesia dengan gaji dibawah Rp 1 juta/bulan! Dan mereka TIDAK MANJA! > why not? kalau kita punya "the best accounting software on planet" > kenapa tidak? Kalau itu yang kita bisa, kenapa bukan itu yang kita > lakukan? Itu yang realistis. Gini deh. Anda sudah bisa mengalahkan Zahir Accounting? Do we need more Zahir Accounting? Berapa banyak software accounting yang kita butuhkan? Lihat saja, Zahir Accounting yang sudah sedemikian bagus masih belum bisa gede banget. > Pak Budi bikin product dong (atau jangan2 udah ada??), jangan > consulting aja. Mengapa saya tidak buat produk? There is a reason for this. ;-) Saya cerita di lain email deh ... (lagi dikejar2 pekerjaan, harus kejem dengan diri sendiri. batasi email ...!!! ARGGGGGHHHH) -- budi
