Harry Sufehmi wrote:
> On 12/26/2005 at 7:25 PM Muhamad Carlos Patriawan wrote:
> >negeri kecil),bedanya, orang tua mereka dulu selalu menanamkan prinsip
> >berikut ke anak2nya "Pendidikan nomor satu,sekolah yang bener,kalu mau
> >hidup enak dan lepas dari kemiskinan harus belajar,belajar ilmu science
> >dan matematika diutamakan"
>
> Wah, saya saja kalah sama para petani itu ternyata ya..

Sama,saya juga kalah...makanya nich jadi malu kalau kalah bersaing lagi
dengan orang India :)

> >Makanya,kalau mau membantu petani,lebih baik pendekatanya melalui
> >beasiswa pendidikan ke anak-anak petani/nelayan tadi. Ini jangka
> >panjangnya.
> Ide bagus.
> Saya sudah bicara dengan teman yang kira2 sepaham untul soal ini, dan dia 
> juga sudah setuju. Mudah-mudahan kita bisa segera follow-up.
> Thanks for the idea.

Bang Harry,sebenarnya ada tidak sich organisasi yang bisa memberi
langsung donasi untuk kasus "irrational" seperti busung lapar dst ??
saya koq malu ya karena gak bisa ngapa-ngapain langsung, yang penting
organisasi sosial tersebut bisa diberi amanat dan tidak melewati jalur
birokrat.Kalau ada mohon infonya japri saja.

> >Anyway hal ini sebenarnya sudah "kami" (ehem) lakukan 3 dekade dan
> >impactnya sudah terlihat.Saya yakin banyak kawan lain yang juga sudah
> >melakukan hal yang sama.
>
> Siapa tuh "kami" ?  :)

Wah gak enak ngomongnya di milis,entar deh kalau Om nelpon lagi kemari
:))

Carlos

Kirim email ke