> profesi dosen. Saya cuma membuka pandangan, harusnya yang menjadi > target pertama adalah menjadi profesional di bidangnya dan menjadi > nomor satu! Kalau pulang ke Indonesia dan menjadi dosen, harus > <u>berani</u> menjadi agen perubah di Indonesia.
Jadi professional ini pun ada tips and tricknya.Hal dibawah adalah input strategis. Saya berikan input pelan2 kenapa negeri yg tadinya susah seperti India bisa 'menguasai' teknologi tinggi,ini bisa dipakai untuk mengejar ketertinggalan Indonesia di penguasaan iptek tanpa perlu minta hutang luar negeri,tapi susahnya hal ini harus dijalankan oleh individu masing2. 1. Pilih Industri yang punya nilai strategis di jangka panjang ,seperti Infrastruktur,Biotechnology, Nuklir dst. 2. Pilih persh atau tempat riset innovator/leading edge technology yang masih terus growing teknologinya,misalnya sekarang dan di masa depan teknology yg bakal terpakai adalah Ethernet dan Sonet,jangan kerja di persh pengembang token ring (contoh extrim). Kalau memungkinkan,jangan bekerja terlalau lama di vendor yang settled, join persh startup yang punya visi,misi dan ego tinggi (persh macam ini sering kali bisa attact top talent R&D seperti stoke: http://www.stoke.com/people/index.html ) 3. Waktu di persh,jangan kelamaan bekerja di sales engineering atau kerjaan "jualan" related,yang paling bagus untuk menguasai teknologinya sebenarnya adalah di bagian riset dan pengembangan "core development", misalnya kalau persh bikin router,cari kerjaan yang responsible tentang internal router arsitektur,gimana asicnya bekerja,gimana komunikasi internal antar masing2 card. Kalau bisa jangan kerja di bagian yang "gampangan" seperti web-based management atau snmp tools :) Nah hebatnya orang2 India,mereka "punya mata elang" sehingga bisa melihat tempat strategis apa yang mereka bisa "steal" atau curi,jadi setelah mereka kuasai teknologinya,otomatis terjadi ketergantungan/dependensi dengan kemampuan mereka ; ini salah satu rahasia gimana India bisa bikin negara maju tekuk lutut :) Carlos
