kalau soal job description masih belum tau
kan belum kerja :)
System Analyst secara general punya jobdesc :
1. Design, Develop, Deploy, dan Maintenance Code. Titik beratnya ada pada Design, oh ya, System Analyst juga kudu bisa coding.
2. Optimasi dan Standardisasi.
3. Estimasi biaya pekerjaan (dalam hal ini matrix programmer/code/time).
tapi setahu saya
sistem analis itu tugasnya menganalisa dan mendesain sistem
entah itu berorientasi obyek atau tidak (pake DFD, ERD)
Ga harus. UML 2.0 udah bisa mencaplok semua.
DFD dan ERD itu terlalu berat di sisi dokumen. Ini sering jadi trap buat project di awal-awal. Sering saya dengar begini : karena DFD dan ERD yang selalu berubah, code juga ikut berubah. Well, ini *kuno*.
Yang benar adalah memakai dokumen-dokumen diatas seperlunya.
Gw sendiri memulai pake use-case diagram. Lalu Sequence. Lalu Activity. Lalu secepat-cepatnya bikin VoPC (View of Participating Classes).
Tapi ga mesti harus begitu, kalo sampai level Use-case kita sudah faham, ya sudah. Kalo sampai level Activity diagram masih belum jelas, maka boleh kita pake DFD.
Misalnya gini, kira-kira analisa untuk kasus login itu gimana sih?
Jika login aplikasi kecil seperti rental vcd misalnya, gw ya cukup sampe use case saja. Si programmer diharap mengerti mekanisme2 standard login seperti penggunaan enkripsi/hash jika perlu.
Kalo login aplikasi web yang pake AJAX, mungkin kita harus nggambar lengkap dengan Sequence diagram untuk menjelaskan proses asinkronos yang terjadi semasa end-user melakukan aktivitas login.
lalu untuk pembangunan aplikasi bisa dikerjakan oleh desainer dan programmer
CMIIW
berarti seorang sistem analis tidak harus jadi programmer dulu
tapi tentunya harus mengerti algoritma pemrograman
tidak sampai menjadi top coder misalnya :)
Tapi tetep donk harus bisa programming.
Kalo ga pernah coding (yang artinya faham specific tech to get things done), ya ga bisa bikin estimasi pekerjaan. Gimana mau desain login page pake AJAX kalo ga tau perilaku masing-masing AJAX framework yang ada sekarang.
itu menurut saya
lalu kalau di dunia kerja
bagaimana keadaannya?
apakah masih rangkap merangkap? sistem analis, programmer, bahkan
desainer jadi satu layaknya IT GOD?
atau sudah terpisah?
Idealnya terpisah. Tapi dunia apa harus ideal.
Kadang kamu juga harus nyetir ke t4 klien yg itu artinya juga jadi sopir. Hehe.. you get the idea.
Tapi pastikan kalo jadi system analyst bertanggung jawab ke pekerjaannya.
Saya sering denger keluhan temen programmer karena system analystnya "ga beres".
Desain kacau acak adul cakar ayam, tapi menyalahkan programmer karena aplikasinya berjalan dengan lemot.
kalau sudah terpisah, bagaimana peluang lulusan S1 Sistem Informasi
yang tidak terlalu bisa koding seperti saya?
*akhirnya muncul juga pertanyaan ini*
Prospek pasti ada. Masih banyak celah, ga usah nyerah. Tanya kenapa ;)
Tapi dari argumen2 gw diatas, System Analyst haruslah orang yang bisa programming (dari sisi teknis) dan mengetahui aspek sistem juga (sisi bisnis).
Mandor bangunan nyuruh tukangnya beli paku 2 kilo. Emang darimana angka 2 kilo? Karena buku "Project Management for Dummies" bilang begitu? Hehe... Non sense.
Kita bisa dapet angka "2 kilo paku" karena *pernah tahu* effort yang harus dikeluarkan tukang untuk mempalu paku terhadap beton/kayu.
--
http://andryshuzain.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
