On 08 Jun 06, at 0:07, Useful rainy day and in hair wrote:
> Yang harus dikhawatirkan adalah ketika pengatur kebijakan > menerapkan spesifikasi dengan merek, bukan spesifikasi teknis. > Dokumen akademis seperti paperwork kuliah atau skripsi seharusnya > cukup dengan aturan font generik serif, sans-serif dan monospace. > > Yang lebih aneh adalah membaca buku, artikel, paper, laporan tugas > akhir dll paling nyaman ketika jenis fontnya serif, tapi sekarang > banyak sekali malah menggunakan sans-serif. Yah begitulah, memang pembuat kebijakan kadang terlalu aneh. Bahkan di ITB -pun petunjuk tesisnya menyatakan font yang dipakai harus 'Times New Roman'. Saya lihat banyak juga institut/universitas lain yg menyatakan hal yang sama (oleh sebab itu saya menulis posting blog yg mengkritik mereka). Karena sudah terlanjur terjadi seperti ini, maka saya hanya bisa menyarankan, setidaknya mereka jangan memikirkan font baru yang akan sulit dicari padanannya di OS lain (kebetulan Times New Roman masih bisa didapatkan gratis). -- Regards Yohanes --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
