Puasa Anti Lemas




 

Shutter Stock
Masing-masing buah memiliki khasiat detoksifikasi yang berbeda.





/

Artikel Terkait: 

Serat Lindungi Jantung Anda! 



Selasa, 25 Agustus 2009 | 11:58 WIB

Selama berpuasa, pola makan kita mengalami perubahan dari tiga kali sehari 
menjadi dua kali, yakni selama sahur dan berbuka. Akibatnya, energi yang 
dipakai untuk kinerja fungsi organ tubuh pun mengalami penurunan. Hal inilah 
yang perlu diwaspadai agar tubuh tetap sehat dan bugar selama menjalankan 
ibadah puasa.

Banyak orang yang merasa lapar dan lemas selama puasa. Mereka pun akhirnya 
memilih untuk mengurangi aktivitas fisik agar rasa lemas tidak terasa. Rasa 
lemas saat berpuasa, menurut dr.Samuel Oetoro, MS.Sp.GK, ahli gizi dari 
Semanggi Spesialist Clinic, disebabkan karena menurunnya gula darah secara 
berlebihan.

Bila gula darah turun terlalu rendah, badan akan terasa sangat lesu, gemetaran, 
mual, lapar, mual, kepala pusing, dan masih banyak lagi. 

Untuk menyiasati turunnya gula darah secara berlebihan ini, Samuel menyarankan 
agar kita mengonsumsi glukosa yang merupakan salah satu karbohidrat terpenting 
sebagai sumber tenaga. "Agar kita tetap aktif, cadangan glukosa dan glikogen 
dalam tubuh harus cukup," katanya.

Agar sumber energi tetap ada, pilih makanan dengan indeks glikemik rendah 
seperti kentang rebus, beras, atau buah-buahan. Selain itu, konsumsi pula 
makanan yang tinggi serat agar glukosa dapat naik perlahan.

Saat Sahur
Saat sahur, sebaiknya konsumsi nasi merah yang lebih kaya nutrisi dan padat 
serat. Nasi merah juga mengandung karbohidrat kompleks yang dicerna secara 
bertahap sehingga membantu tubuh mempertahankan rasa kenyang yang lebih lama 
sehingga ktia tidak mudah lapar saat puasa. 

Pilihan lain selain nasi merah adalah roti gandum atau oatmeal. "Saat sahur, 
porsi makan kita kira-kira 40 persen yang terdiri dari 30 persen makan besar 
dan 10 persen camilan," papar Samuel. 

Camilan yang disarankan saat sahur adalah buah yang dimakan bersama kulitnya 
dan minum tiga gelas air. "Konsumsi buah saat Imsak," kata Samuel. Yang 
terpenting saat sahur adalah menghindari makanan berlemak karena hormon insulin 
tubuh akan berlebihan. Insulin akan mempercepat turunnya kadar gula darah dan 
ini membuat Anda cepat lapar.

Saat Berbuka
Setelah berpuasa selama 14 jam, kadar glukosa akan semakin sedikit menjelang 
buka puasa. Karena itu, saat berbuka kita perlu makanan yang bisa menaikkan 
gula darah dengan cepat. Pilihan yang tepat adalah makanan yang manis namun 
tidak tinggi gula.
 
Selain kurma, Samuel menyarankan agar buka puasa didahului dengan  segelas jus 
atau buah segar. Buah adalah sumber yang baik untuk mengganti kadar gula darah 
yang turun. Selain itu buah juga mudah dicerna sehingga tidak membuat 
pencernaan kaget. 

Makanan besar atau menu utama, sebaiknya dikonsumsi setelah sholat maghrib 
setelah pencernaan beristirahat. Menu berbuka seharusnya mengandung 
karbohidrat, vitamin, lemak, protein, dan mineral. Tidak lupa dilengkapi sayur 
dan buah. Hindari makanan yang tinggi kalori seperti makanan bersantan, gulai, 
atau gorengan. 

Terakhir, sebelum tidur malam, Samuel menyarankan agar kita mengonsumsi 
karbohidrat tanpa gula, misalnya buah segar. Bila dilakukan selama berpuasa, 
maka jumlah asupan kalori secara total dalam sehari akan di bawah jumlah asupan 
saat sedang tidak berpuasa. 

Dengan pola makan seperti ini, sel-sel tubuh akan selalu aktif, tubuh selalu 
bugar, dan proses detoksifikasi juga akan terjadi.


LuVly,
 
NaThaLia SaNnia


      

Kirim email ke